Menu

Mode Gelap
Prakiraan Cuaca Kepri Ahad, 2 Agustus 2026: Tanjungpinang, Bintan dan Karimun Cerah, Natuna Berpotensi Hujan Ringan Kapolres Bengkalis Pimpin Sertijab Wakapolres, Kompol Ridho Perasetia Resmi Jabat Wakapolres Bengkalis Polsek Mandau Ungkap Kasus Narkotika, Seorang Pria Diamankan dengan Enam Paket Diduga Sabu HUT IBI Ke-75, Bupati Asmar: Bidan Garda Terdepan Wujudkan Generasi Emas Indonesia 2045 Cetak Peserta Terbanyak se-Riau Kepri, BRK Syariah dan Pemkab Inhil Gelar Ramah Tamah ASN Pensiun dan Purnabakti Program KEJAR BRK Syariah Jangkau 380 Pelajar SMP Negeri 1 Pangkalan Kerinci

Nasional

Bukan Sekadar Minta, Riau Tawarkan Solusi ke Menteri Keuangan

badge-check

Sekdapro Riau Syahrial Abdi dan Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf. Perbesar

Sekdapro Riau Syahrial Abdi dan Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf.

RiauKepri.com, PEKANBARU- Dalam suasana dialog yang hangat namun penuh harap, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Syahrial Abdi, menyuarakan keresahan dan sekaligus harapan masyarakat Riau dalam pertemuan Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Selasa (7/10/2025) di Jakarta.

Pertemuan yang turut dihadiri 18 gubernur dari berbagai provinsi itu menjadi panggung bagi pemerintah daerah untuk menyampaikan keberatan atas kebijakan pemangkasan Dana Transfer ke Daerah (TKD), yang dianggap dapat menghambat roda pembangunan di berbagai lini.

Namun, Riau memilih datang bukan hanya membawa keluhan, melainkan juga membawa tawaran solusi.

“Riau tidak sekadar meminta dana pusat. Kami menawarkan opsi nyata: berdayakan potensi yang kami miliki,” ujar Syahrial Abdi usai pertemuan.

Ia menegaskan bahwa Riau memiliki sumber daya luar biasa, mulai dari kelapa, pertanian, perkebunan, pertambangan, hingga Migas, yang semuanya berkontribusi besar terhadap perekonomian nasional.

Kelapa, misalnya, Riau memiliki kebun terluas di Indonesia. Sektor Migas pun masih menjanjikan, meski membutuhkan tata kelola yang lebih terbuka dan adil, terutama dalam pembagian Participating Interest (PI) antara pusat, kontraktor, dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

“Yang kami minta adalah transparansi, keterlibatan daerah, dan kepercayaan. Kami ingin Riau diberdayakan, bukan sekadar menjadi objek kebijakan fiskal,” lanjutnya.

Sikap ini menggambarkan semangat baru dari daerah yang tidak hanya bergantung, tetapi ingin aktif mengambil bagian dalam menguatkan keuangan negara.

Syahrial menyebut, dengan pengelolaan yang tepat dan kolaboratif, potensi-potensi itu bisa menjadi sumber pendapatan tambahan bagi negara sekaligus menaikkan pendapatan daerah melalui skema bagi hasil yang lebih proporsional. “Kita ingin sama-sama tumbuh. Kalau pusat kuat, daerah juga harus kuat,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, Menteri Keuangan dijadwalkan akan menggelar pertemuan khusus dengan Gubernur Riau dan para bupati/walikota dalam waktu dekat, untuk menggali lebih dalam potensi dan kebutuhan riil dari daerah berjuluk Bumi Lancang Kuning ini.

Pertemuan ini menjadi harapan baru, bukan hanya bagi birokrat, tapi juga masyarakat Riau yang ingin melihat daerahnya maju dengan kekuatan sendiri, tanpa melupakan peran strategis negara dalam mendampingi dan mempercayai potensi lokal. (RK1/*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Sabut Batu

1 Agustus 2026 - 07:55 WIB

Peduli Warga Pesisir Rohil, Ditpolairud Polda Riau Salurkan Bantuan Beras dan Bibit Pohon Lewat Program JALUR

31 Juli 2026 - 21:25 WIB

Siswa SIP Angkatan 56 Beri Bantuan Bahan Pokok ke Panti Asuhan Darul Ilmi Pekanbaru

31 Juli 2026 - 13:32 WIB

BRK Syariah Perkuat Dukungan Program Peremajaan Sawit melalui PKS Tiga Pihak Tahap V

31 Juli 2026 - 10:20 WIB

Seharusnya Seluruh Jalan Menuju Allah

31 Juli 2026 - 07:52 WIB

Trending di Minda