Menu

Mode Gelap
Tegas! Kalapas Selatpanjang Gaungkan Zero Narkoba dan HP di Hadapan Warga Binaan Isu Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Mencuat, Bidik Peserta Menengah Atas PT JFC Stone di Kabil Diduga Ingkari Kewajiban terhadap Pekerja Peringati Hari Kartini, Ruang Asa Project Hadirkan Ruang Kreasi Inklusif bagi Anak-anak Istimewa di Pekanbaru Utusan Presiden Ingatkan Dokter Spesialis Siak: TPP Hanya Tambahan Penghasilan Sidak Urine Mendadak di Lingkungan Kecamatan Bengkalis Dua Orang Positif Amfetamin

Riau

Pasca Kerusuhan Penertiban PETI, Bupati Kuansing Minta Tokoh Adat Tenangkan Warga

badge-check


					Aksi warga Cerenti saat menolak penertiban PETI. Perbesar

Aksi warga Cerenti saat menolak penertiban PETI.

RiauKepri.com, KUANSING– Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Suhardiman Amby, meminta para tokoh adat di Kecamatan Cerenti untuk menenangkan masyarakat menyusul penertiban aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang dilakukan aparat gabungan, Selasa (7/10).

Suhardiman menegaskan bahwa penindakan ini merupakan langkah lanjutan dari kebijakan nasional sesuai instruksi Presiden untuk menghentikan seluruh kegiatan tambang ilegal. Ia menyebut, kegiatan PETI di Cerenti telah mencemari Sungai Kuantan dan membahayakan lingkungan serta kesehatan masyarakat di wilayah hilir seperti Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir.

“Dulu PETI ada di seluruh wilayah kita, tapi sekarang tinggal Cerenti yang masih bertahan. Padahal, pencemaran merkuri dari aktivitas itu sangat berbahaya bagi anak cucu kita,” ujar Suhardiman.

Menurutnya, pemerintah daerah telah melakukan berbagai pendekatan persuasif, termasuk sosialisasi dan penyampaian surat imbauan. Namun, sebagian masyarakat tetap nekat melakukan penambangan ilegal.

“Langkah persuasif sudah kita tempuh. Tapi kalau masih melanggar, hukum harus ditegakkan. Biarpun langit runtuh, penegakan hukum tidak boleh berhenti,” tegasnya.

Pemerintah, lanjut Suhardiman, juga telah menyiapkan 14 lokasi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) agar masyarakat bisa menambang secara legal dan ramah lingkungan.

“Silakan urus izin. Kita bantu tata kelola tambang agar jadi padat karya dan tidak mencemari sungai,” katanya.

Sebagai langkah meredam ketegangan, Suhardiman meminta para datuk di Cerenti untuk segera mengumpulkan anak kemenakan mereka dan menenangkan situasi.

“Saya minta para datuk kumpulkan anak cucunya. Jangan ada lagi yang bertindak anarkis. Mari kita selesaikan ini dengan kepala dingin dan bersama-sama hentikan penambangan ilegal di Sungai Kuantan,” tutupnya. (RK1/*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Seleksi Direktur BSP Tuai Pujian Kementerian, Libatkan 7 Penguji Pertama di Indonesia

21 April 2026 - 14:59 WIB

Optimisme di Tepi Pesisir Siak, Galangan Kapal Jadi Harapan Baru Anak Watan

21 April 2026 - 08:46 WIB

Kominfo Siak: Semua Wartawan Boleh Meliput Kegiatan Pemkab

21 April 2026 - 06:58 WIB

Bupati Afni Menyalakan Kembali Asa KITB, MNS Bangun Galangan Kapal Rp300 Miliar Lebih

20 April 2026 - 11:43 WIB

Panipahan

18 April 2026 - 10:32 WIB

Trending di Minda