Menu

Mode Gelap
Prakiraan Cuaca Kepri Kamis, 11 Juni 2026: Tanjungpinang dan Batam Berpotensi Hujan Ringan, Wilayah Kepulauan Dominan Cerah Berawan LAMR: Jangan Diamkan Pelanggaran HAM Kepada Masyarakat Adat Bhabinkamtibmas Desa Bantar Panen Cabai Rawit Dukung Ketahanan Pangan Bina Desa Mahasiswa PBM FIB Unilak Dalami Adat Pernikahan Mempura Siak LAMR Sambut Kehadiran BPK Riau, Perkuat Pelestarian Adat dan Budaya Melayu DPRD Batam Bahas Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Pemko Pertahankan WTP ke-14

Riau

Trotoar dan Jalan di Pekanbaru Dipenuhi Lapak, Dinilai Ancam Estetika dan Keselamatan

badge-check


					Zulkarnain Kadir. Perbesar

Zulkarnain Kadir.

RiauKepri.com, PEKANBARU- Kondisi semrawut kembali terlihat di sejumlah ruas jalan di Kota Pekanbaru. Trotoar, badan jalan, hingga kawasan perkantoran kini banyak disulap menjadi tempat berjualan pedagang kaki lima (PKL). Situasi ini menambah kesan kumuh di wajah ibu kota Provinsi Riau tersebut.

Dari pantauan di lapangan, lapak-lapak pedagang terlihat berjejer di atas trotoar dan sebagian memakan badan jalan. Bahkan di kawasan perkantoran elit seperti di sekitar Kantor Gubernur Riau dan Bank Indonesia, aktivitas serupa juga terjadi. Selain mengganggu estetika kota, keberadaan lapak liar ini turut menimbulkan kemacetan, memperburuk kebersihan lingkungan, serta membahayakan keselamatan pengguna jalan.

“Mau lewat aja susah, trotoar dipakai jualan semua,” kata pengamat kebijakan publik, Zulkarnain Kadir, saat dimintai tanggapan, Kamis (9/10/2025).

Ia menilai kondisi tersebut seperti dibiarkan oleh Pemerintah Kota Pekanbaru, padahal trotoar sejatinya diperuntukkan bagi pejalan kaki.

“Kalau dibiarkan terus, wajah kota bisa makin semrawut. Pemko harus tegas menertibkan, tapi juga sediakan solusi bagi pedagang,” ujarnya.

Zulkarnain juga menyoroti potensi hilangnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) akibat aktivitas perdagangan liar yang tidak dikelola secara resmi. Ia khawatir kondisi ini justru menguntungkan pihak-pihak tertentu yang tidak bertanggung jawab.

“Jika tidak ada langkah penertiban dan solusi konkret, cita-cita Pekanbaru menjadi kota yang nyaman, asri, bersih, tertib, dan indah tidak akan tercapai,” tambahnya.

Menurutnya, jika dibiarkan berlarut, persoalan ini bisa menimbulkan dampak sosial, keamanan, dan ekonomi. Ia mengingatkan bahwa pasar-pasar tradisional bisa kehilangan pembeli karena kalah bersaing dengan para pedagang yang menjamur di jalan, trotoar, dan pusat perkantoran. (RK1)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

LAMR: Jangan Diamkan Pelanggaran HAM Kepada Masyarakat Adat

10 Juni 2026 - 21:13 WIB

LAMR Sambut Kehadiran BPK Riau, Perkuat Pelestarian Adat dan Budaya Melayu

10 Juni 2026 - 17:32 WIB

Tiga Novel Penulis Pahang-Malaysia Dibedah di Unilak, Perkuat Dialog Sastra Melayu Lintas Negara

10 Juni 2026 - 11:06 WIB

Tahun Ajaran Baru, Rahn BRK Syariah Jadi Solusi Cerdas Penuhi Kebutuhan Pendidikan Anak

10 Juni 2026 - 08:52 WIB

Polda Riau Gagalkan Peredaran 6,9 Kg Sabu, Puluhan Ribu Jiwa Terselamatkan

9 Juni 2026 - 16:37 WIB

Trending di Pekanbaru