Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Nasional

Seorang Petani di Inhu Bertarung dengan 3 Harimau Sumatera

badge-check

Butet saat dirawat di rumah sakit. Perbesar

Butet saat dirawat di rumah sakit.

RiauKepri.com, INHU- Di usianya yang menginjak 58 tahun, Butet alias Bantet mungkin tak pernah membayangkan harus berhadapan langsung dengan tiga harimau sumatera di tengah hutan. Namun itulah kenyataan yang ia hadapi pagi itu, ketika langkah kakinya membawanya masuk ke dalam lebatnya hutan Desa Rantau Langsat, Kecamatan Batang Gansal, Indragiri Hulu (Inhu), Riau.

Hari itu, Senin (20/10/2025), seperti biasanya, Butet pergi ke hutan untuk mencari damar, pekerjaan yang sudah digelutinya selama puluhan tahun. Baginya, hutan bukanlah tempat asing. Tapi kali ini, suara auman yang menggema dari dalam rimba membawa pertanda lain.

“Saya dengar aumannya, tapi tetap lanjut karena sudah biasa,” cerita Butet kepada polisi, seperti disampaikan oleh Kasi Humas Polres Inhu, Aiptu Misran.

Tak lama setelah suara itu, matanya menangkap sosok besar bergerak cepat di antara pepohonan. Bukan satu, bukan dua, tapi tiga ekor harimau sumatera mendekat dan langsung menyerang.

Harimau pertama menerkam kaki kirinya. Dalam kondisi panik, Butet menendang sekuat tenaga. Harimau kedua menyambar, menggigit lutut kanannya. Dengan sisa tenaga dan adrenalin yang menggebu, Butet memukul kepala harimau itu dengan tangan kosong.

“Korban berusaha melawan semampunya. Akhirnya, ketiga harimau itu pergi meninggalkan lokasi,” ujar Misran.

Meski berdarah dan kesakitan, Butet masih sempat berlari menuju pondok tempat ia biasa beristirahat. Sekitar 45 menit lamanya ia bertahan sambil menahan luka sebelum akhirnya meminta pertolongan warga yang tinggal di dusun terdekat.

Butet dibawa menggunakan perahu ke Dusun Lemang, lalu dirujuk ke Puskesmas Batang Gansal. Karena lukanya cukup serius, ia kemudian dirujuk lagi ke RSUD Indrasari, Rengat, untuk penanganan lebih lanjut.

Kasus serangan ini telah dilaporkan ke Balai Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT). Konflik antara manusia dan satwa liar seperti ini makin sering terjadi, seiring semakin sempitnya habitat alami bagi hewan-hewan dilindungi seperti harimau sumatera.

Butet kini masih menjalani perawatan. Ia selamat, tapi kisahnya menjadi pengingat, di tengah tekanan terhadap alam, manusia dan satwa semakin sering berbagi ruang yang semakin sempit dan kadang, dengan cara yang tragis. (RK1/*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Terkesop

10 Okt 2026 - 08:57 WIB

Terkesop

POLESAN GETAH IBU  

10 Okt 2026 - 07:49 WIB

POLESAN GETAH IBU   

Perkuat Eksistensi dan Transformasi Digital, SPS Riau Gelar Bimtek dan Rakerda 2026 di Batam

9 Okt 2026 - 20:49 WIB

Perkuat Eksistensi dan Transformasi Digital, SPS Riau Gelar Bimtek dan Rakerda 2026 di Batam

Bupati Siak Menanam di Eks Karhutla, Pohon Dikasi Nama Jenderal Herry

8 Okt 2026 - 16:15 WIB

Bupati Siak Menanam di Eks Karhutla, Pohon Dikasi Nama Jenderal Herry

BSP–Pertagas Jajaki Skema Gas Lebih Kompetitif, Perkuat Keandalan Pasokan dan Efisiensi Operasional

7 Okt 2026 - 10:00 WIB

BSP–Pertagas Jajaki Skema Gas Lebih Kompetitif, Perkuat Keandalan Pasokan dan Efisiensi Operasional
Trending di Pekanbaru