Menu

Mode Gelap
Hari Mangrove Sedunia 2026, Kapolres Kepulauan Meranti Tegaskan Pelestarian Lingkungan Tanggung Jawab Bersama Polres Bengkalis Tahan Tersangka Dugaan Korupsi Dana Satpol PP TA 2021–2022 Kemunculan Harimau Sumatra di Sungai Api Panjang Bintan Raih Sertifikat Eliminasi Malaria dari Kemenkes RI, Bukti Keberhasilan Pengendalian Penyakit Upaya Peningkatan Deviden dan PAD tak Pernah Berhenti, Direktur SPR Haris Kampay Teken MoU di Bidang Kelistrikan dengan PT AJA Di Antara Nisan Para Tokoh, LAMR Bengkalis Meneguhkan Janji Tak Melupakan Sejarah Negeri

Riau

Mahasiswa Pendidikan Bahasa Melayu FIB Unilak Hidupkan Kembali Keceriaan Permainan Tradisional di Taman Bunga Impian Okura

badge-check

Mahasiswa Pendidikan Bahasa Melayu FIB Unilak Hidupkan Kembali Keceriaan Permainan Tradisional di Taman Bunga Impian Okura Perbesar

RiauKepri.com, PEKANBARU – Suasana ceria dan penuh tawa mewarnai Taman Bunga Impian Okura, Desa Wisata Tebing Tinggi Okura, Pekanbaru, pada Sabtu, 1 November 2025. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Melayu Fakultas Ilmu Budaya Universitas Lancang Kuning menggelar kegiatan “Permainan Tradisional Melayu”, yang dihadiri oleh masyarakat setempat, dosen, dan mahasiswa.

Beragam permainan rakyat dimainkan bersama, seperti congklak, egrang, kelereng, layang-layang, gasing, tapak tempurung, hingga karet lompat tali. Suara riuh anak-anak bercampur dengan tawa warga menciptakan suasana hangat penuh kebersamaan di tengah taman bunga yang asri.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk melestarikan permainan tradisional Melayu yang sarat nilai budaya dan kebersamaan. Melalui permainan sederhana, peserta diajak mengenal kembali makna kerja sama, sportivitas, dan kegembiraan tanpa teknologi.

“Kegiatan tidak hanya bermain, tetapi menjadi ruang untuk mengenang, menghidupkan, dan menanamkan rasa cinta terhadap budaya sendiri. Permainan tradisional adalah cara kita belajar gembira tanpa melupakan jati diri Melayu,” ujar Elsa Dwiyanti, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa Melayu.

Antusiasme masyarakat terlihat sejak awal. Warga dari berbagai usia ikut mencoba permainan, bahkan beberapa orang tua tampak mengajarkan cara bermain egrang kepada anak-anak mereka.

“Kami sangat senang melihat semangat warga yang ikut berpartisipasi. Semoga kegiatan seperti ini bisa menjadi agenda rutin mahasiswa, agar budaya bermain tradisional tidak hilang ditelan zaman,” ungkap Fadhil, selaku Ketua Pelaksana kegiatan.

Selain menjadi hiburan, kegiatan ini juga menjadi wadah pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami nilai-nilai budaya dalam praktik nyata. Permainan tradisional dipandang sebagai bentuk pendidikan karakter yang mengajarkan kebersamaan dan tanggung jawab sosial.

“Permainan tradisional bukanlah untuk bermain saja, tetapi juga pendidikan karakter. Di dalamnya ada nilai gotong royong, sportivitas, dan kesantunan yang menjadi ciri khas budaya Melayu,” tutur Bapak Deni Afriadi, selaku Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Melayu.

Sebagai penutup, panitia memberikan hadiah kepada masyarakat yang paling aktif dan antusias mengikuti seluruh permainan. Sorak sorai peserta mengiringi momen bahagia tersebut, menandai berakhirnya kegiatan dengan senyum dan rasa bangga. (RK2)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Upaya Peningkatan Deviden dan PAD tak Pernah Berhenti, Direktur SPR Haris Kampay Teken MoU di Bidang Kelistrikan dengan PT AJA

28 Juli 2026 - 14:18 WIB

Di Antara Nisan Para Tokoh, LAMR Bengkalis Meneguhkan Janji Tak Melupakan Sejarah Negeri

28 Juli 2026 - 13:31 WIB

Kolaborasi LAMR-FH UIR Perkuat Kajian Hukum Adat Melayu

28 Juli 2026 - 11:33 WIB

152,3 Km Jalan Kabupaten Siak Ditangani dan Libatkan CSR Perusahaan

28 Juli 2026 - 07:37 WIB

LAMR: Ketahanan Energi Harus Berbasis Kebudayaan

27 Juli 2026 - 16:52 WIB

Trending di Pekanbaru