Menu

Mode Gelap
Prakiraan Cuaca Kepri Sabtu, 25 April 2026: Batam–Tanjungpinang Berawan, Natuna dan Anambas Berpotensi Hujan Program JALUR Polda Riau Sasar Suku Talang Mamak di Pedalaman Inhu, Bagikan Sembako, alat tulis anak-anak hingga Layanan Kesehatan Gratis 477 Personel Polda Kepri Dimutasi, Rotasi Jabatan untuk Penyegaran dan Peningkatan Kinerja Jaga Marwah Organisasi, PWI Kepri Minta DK Evaluasi Legalitas Anggota di Wadah KJK Komisi II DPRD Kabupaten Bintan Laksanakan Koordinasi Program Kampung Nelayan Merah Putih ke DKP Provinsi Kepri Dua Pelaku Penggelapan Sawit di Pinggir Diamankan, Polisi Sita 1 Ton Buah dan Dua Truk

Riau

Mahasiswa Pendidikan Bahasa Melayu FIB Unilak Hidupkan Kembali Keceriaan Permainan Tradisional di Taman Bunga Impian Okura

badge-check


					Mahasiswa Pendidikan Bahasa Melayu FIB Unilak Hidupkan Kembali Keceriaan Permainan Tradisional di Taman Bunga Impian Okura Perbesar

RiauKepri.com, PEKANBARU – Suasana ceria dan penuh tawa mewarnai Taman Bunga Impian Okura, Desa Wisata Tebing Tinggi Okura, Pekanbaru, pada Sabtu, 1 November 2025. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Melayu Fakultas Ilmu Budaya Universitas Lancang Kuning menggelar kegiatan “Permainan Tradisional Melayu”, yang dihadiri oleh masyarakat setempat, dosen, dan mahasiswa.

Beragam permainan rakyat dimainkan bersama, seperti congklak, egrang, kelereng, layang-layang, gasing, tapak tempurung, hingga karet lompat tali. Suara riuh anak-anak bercampur dengan tawa warga menciptakan suasana hangat penuh kebersamaan di tengah taman bunga yang asri.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk melestarikan permainan tradisional Melayu yang sarat nilai budaya dan kebersamaan. Melalui permainan sederhana, peserta diajak mengenal kembali makna kerja sama, sportivitas, dan kegembiraan tanpa teknologi.

“Kegiatan tidak hanya bermain, tetapi menjadi ruang untuk mengenang, menghidupkan, dan menanamkan rasa cinta terhadap budaya sendiri. Permainan tradisional adalah cara kita belajar gembira tanpa melupakan jati diri Melayu,” ujar Elsa Dwiyanti, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa Melayu.

Antusiasme masyarakat terlihat sejak awal. Warga dari berbagai usia ikut mencoba permainan, bahkan beberapa orang tua tampak mengajarkan cara bermain egrang kepada anak-anak mereka.

“Kami sangat senang melihat semangat warga yang ikut berpartisipasi. Semoga kegiatan seperti ini bisa menjadi agenda rutin mahasiswa, agar budaya bermain tradisional tidak hilang ditelan zaman,” ungkap Fadhil, selaku Ketua Pelaksana kegiatan.

Selain menjadi hiburan, kegiatan ini juga menjadi wadah pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami nilai-nilai budaya dalam praktik nyata. Permainan tradisional dipandang sebagai bentuk pendidikan karakter yang mengajarkan kebersamaan dan tanggung jawab sosial.

“Permainan tradisional bukanlah untuk bermain saja, tetapi juga pendidikan karakter. Di dalamnya ada nilai gotong royong, sportivitas, dan kesantunan yang menjadi ciri khas budaya Melayu,” tutur Bapak Deni Afriadi, selaku Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Melayu.

Sebagai penutup, panitia memberikan hadiah kepada masyarakat yang paling aktif dan antusias mengikuti seluruh permainan. Sorak sorai peserta mengiringi momen bahagia tersebut, menandai berakhirnya kegiatan dengan senyum dan rasa bangga. (RK2)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Di LAMR, Didi–Meimei Riau Temukan Hangatnya Rumah Bersama dalam Balutan Adat

23 April 2026 - 19:09 WIB

DPP PKB Uji Langsung Kandidat Ketua DPC Pelalawan, Tiga Nama Lolos Tahap Penentu

23 April 2026 - 16:31 WIB

LKAM Luhak Tambusai Penuhi Undangan LAMR

23 April 2026 - 16:28 WIB

Dipimpin Tommy Kurniawan, Muscab PKB Pelalawan Tegaskan Arah Kepemimpinan ke Depan  

23 April 2026 - 16:19 WIB

LAMR Terima Kuliah Lapangan Mahasiswa PGSD FKIP UNRI, Bahas Budaya Melayu dalam Perspektif Global

23 April 2026 - 12:37 WIB

Trending di Pekanbaru