Menu

Mode Gelap
Di Balik Sorotan Dana BOS, SMKN 4 Tanjungpinang Minta Pemberitaan Berimbang Myanmar yang Menjadi Dilema Hadir di Trofeo PWI Riau, BRK Syariah Dorong Kolaborasi Positif Bersama Insan Pers Indra Saputra Maju PD Tidar Kepri, Serangkaian Kegiatan Seminar Dilaksanakan 10-11 Mei 2026 Sempat Vakum Akibat Pandemi, Helat Budaya ‘Sabtu Batam Berpuisi’ Kembali Bergema di Rumahitam Marwah Diri

Kuansing

Bocah 5 Tahun di Lubuk Ambacang Selamat dari Gigitan Buaya Saat Mandi di Sungai Kuantan

badge-check


					Bunga Mafasya Azhara (5), warga Desa Lubuk Ambacang, Kecamatan Hulu Kuantan, selamat dari gigitan buaya saat mandi di Sungai Kuantan. F: ist Perbesar

Bunga Mafasya Azhara (5), warga Desa Lubuk Ambacang, Kecamatan Hulu Kuantan, selamat dari gigitan buaya saat mandi di Sungai Kuantan. F: ist

RiauKepri.com, TELUKKUANTAN — Seorang bocah perempuan bernama Bunga Mafasya Azhara (5), warga Desa Lubuk Ambacang, Kecamatan Hulu Kuantan, selamat dari gigitan buaya saat mandi di Sungai Kuantan, Kamis (6/11/2025) sore.

Peristiwa itu terjadi ketika Bunga mandi bersama ayahnya di tepian sungai yang biasa digunakan warga untuk beraktivitas sehari-hari. Tempat itu juga dikenal sebagai lokasi latihan jalur Pendekar Hulu Bukit Tabandang.

“Kejadiannya cepat sekali. Anak saya mandi di pinggir sungai, tiba-tiba dia teriak bilang ada buaya sambil berusaha menarik tangannya. Untung bisa lepas dan langsung lari ke daratan,” ujar Tesya, ibu Bunga, Sabtu (8/11/2025).

Akibat gigitan buaya tersebut, tangan kiri Bunga mengalami luka cukup dalam. Ia segera dilarikan ke Puskesmas Lubuk Ambacang untuk mendapat perawatan.

“Sekarang anak saya sudah di rumah. Alhamdulillah, lukanya tidak perlu dijahit, tinggal penyembuhan saja,” kata Tesya dengan suara lega.

Menurut warga, buaya memang kerap terlihat muncul di sekitar lokasi tersebut dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, tak lama setelah kejadian, hewan itu masih tampak mondar-mandir di sungai.

Kepala Desa Lubuk Ambacang, Iid Siswandi, membenarkan bahwa kemunculan buaya di Sungai Kuantan semakin sering dilaporkan warga dari berbagai kecamatan.

“Untuk di Lubuk Ambacang, baru kali ini ada kasus warga diduga digigit buaya. Kami imbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sungai,” ujarnya.

Iid menambahkan, musim kemarau panjang membuat sebagian sumur warga kering, sehingga banyak yang memilih sungai untuk mandi dan mencuci. “Kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait agar kejadian seperti ini tidak terulang,” katanya.

Meski sempat diteror buaya, senyum kecil Bunga yang kini mulai pulih menjadi pengingat kuat bagi warga tentang pentingnya kewaspadaan di sungai yang menjadi nadi kehidupan mereka. (RK1/*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

LAMR Minta Menteri Kehutanan Batalkan Rencana Relokasi Warga TNTN di Tanah Adat Cerenti

10 Maret 2026 - 19:21 WIB

Pendulang Tradisional Terjaring, Polisi Bongkar Dapur Emas Ilegal di Kuansing

3 Februari 2026 - 11:19 WIB

Relokasi Eks Penghuni TNTN di Cerenti Dinilai Lemah Secara Hukum

31 Januari 2026 - 08:16 WIB

Sekolah Rakyat ke-4 Dibangun di Kuansing, Pemprov Riau Perluas Akses Pendidikan Gratis

22 Januari 2026 - 13:43 WIB

BRK Syariah Perkuat Peran sebagai Mitra Strategis Daerah, Buka Peluang Pembiayaan Pembangunan Kuansing

9 Januari 2026 - 17:01 WIB

Trending di Bisnis