Menu

Mode Gelap
Bayar Retribusi Sampah Kini Bisa Pakai QRIS BRK Syariah, Pemkab Karimun Wujudkan Transaksi Digital yang Mudah dan Praktis Prakiraan Cuaca Kepri Rabu, 13 Mei 2026: Batam dan Bintan Berpotensi Hujan Ringan, Natuna-Anambas Waspada Angin Kencang Bupati Bintan Resmi Buka Turnamen Sepak Bola Bupati Cup III Tahun 2026 LAMR dan Sejumlah Elemen Masyarakat Kembali Satukan Langkah Perjuangkan DIR Jembatan Merah Putih Akses Pendidikan di Wilkum Polsek Tebingtinggi Dikerjakan Polsek Rangsang Barat Gelar Goro Persiapan Penanaman Jagung Pipil

Anambas

Jaga Alam Mangkai Galang Aksi Bersih, Selamatkan Habitat Penyu Anambas dari Ancaman Sampah Plastik

badge-check


					Kelompok Jaga Alam Mangkai melakukan aksi pengurangan plastik melalui kegiatan aksi bersih dan edukasi masyarakat untuk menumbuhkan tanggung jawab terhadap lingkungan di Pantai Separak, Desa Keramut. F: Ist Perbesar

Kelompok Jaga Alam Mangkai melakukan aksi pengurangan plastik melalui kegiatan aksi bersih dan edukasi masyarakat untuk menumbuhkan tanggung jawab terhadap lingkungan di Pantai Separak, Desa Keramut. F: Ist

RiauKepri.com, ANAMBAS – Desa Keramut di Kabupaten Kepulauan Anambas dikenal memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Salah satu kekayaan utamanya adalah pantai dan laut yang menjadi habitat alami bagi penyu, satwa langka yang dilindungi dan memiliki peran penting dalam keseimbangan ekosistem laut.

Namun, keindahan dan potensi alam tersebut kini menghadapi ancaman serius. Sampah plastik yang menumpuk di wilayah pesisir menjadi ancaman nyata bagi kelangsungan hidup penyu. Tidak sedikit penyu yang terjerat plastik atau kehilangan tempat bertelur akibat tumpukan sampah yang mencemari pantai.

Apabila persoalan ini tidak segera diatasi, dampaknya bisa sangat fatal. Sampah tidak hanya merusak keindahan pantai, tetapi juga dapat mematikan satwa laut, menurunkan kualitas ekosistem, dan mengancam keberlanjutan ekonomi masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup pada laut.

Melihat kondisi ini, kelompok Jaga Alam Mangkai mengambil langkah nyata untuk mengurangi ancaman tersebut. Melalui kegiatan bertajuk “Habitat Penyu Anambas Bebas Sampah Plastik”, mereka menggelar aksi bersih pantai dan edukasi lingkungan di Pantai Separak, Desa Keramut, pada 8–9 November 2025.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program Layanan Dana Masyarakat untuk Lingkungan (Small Grant Programme) dari Kementerian Kehutanan. Dukungan tersebut menjadi dorongan bagi masyarakat untuk terlibat aktif dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sekitar.

Aksi bersih pantai ini diikuti sekitar 100 peserta yang terdiri dari masyarakat Desa Keramut, tokoh pemuda, jajaran pemerintah desa, serta perwakilan instansi vertikal seperti LKKPN Pekanbaru. Kegiatan berlangsung penuh semangat dan menjadi ajang mempererat kepedulian warga terhadap habitat penyu.

Sejak awal berdirinya, Jaga Alam Mangkai telah konsisten menjalankan berbagai program perlindungan lingkungan. Mereka fokus pada konservasi penyu, pengelolaan sampah, serta pemberdayaan masyarakat di Pulau Mangkai—salah satu pulau terluar Indonesia yang masuk wilayah administrasi Desa Keramut.

Pada tahun 2025 ini, tim Jaga Alam Mangkai mencatat capaian membanggakan. Mereka berhasil mencegah sekitar 1.746,4 kilogram plastik mencemari area pantai habitat penyu di Pulau Mangkai. Melalui aksi bersih di Pantai Separak, tambahan 286 kilogram sampah plastik kembali berhasil dicegah masuk ke laut.

Menariknya, kegiatan ini tidak berhenti pada pengumpulan sampah semata. Setiap sampah yang dikumpulkan langsung dipilah, terutama yang memiliki nilai ekonomi seperti botol plastik dan kemasan lainnya. Sampah tersebut kemudian disetorkan ke bank sampah untuk ditukar dengan nilai uang, sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi warga.

Langkah ini sekaligus menjadi sarana edukasi agar masyarakat memahami bahwa sampah tidak selalu berarti limbah yang tidak berguna. Dengan pengelolaan yang tepat, sampah bisa menjadi sumber penghasilan tambahan dan memotivasi masyarakat menjaga kebersihan pantai secara berkelanjutan.

Ke depan, Jaga Alam Mangkai berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan dan mendapat dukungan dari berbagai pihak. Kesadaran masyarakat menjadi kunci utama agar upaya menjaga habitat penyu bisa berjalan secara mandiri tanpa bergantung sepenuhnya pada bantuan luar.

“Giat ini memiliki tujuan akhir untuk mewujudkan habitat penyu Anambas yang bersih dan aman dari plastik. Karena itu, diperlukan kerja sama dari semua pihak untuk bergerak melakukan aksi nyata,” pungkas salah seorang pengurus Jaga Alam Mangkai dengan penuh harap. (RK15)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Siapkan Masa Tua yang Mandiri, BRK Syariah Ajak ASN di Anambas Tetap Produktif

12 Mei 2026 - 13:05 WIB

Kadinkes Anambas Terbitkan 3 ST PPPK, Satu Tenaga Tanpa Surat Tugas Tuai Sorotan

10 Mei 2026 - 18:51 WIB

Sukses Gelar Porseni SD/MI Siantan, KKG Tuah Siantan Tuai Apresiasi Disdikpora Anambas

9 Mei 2026 - 06:40 WIB

Kisruh Larangan Pengiriman Ikan di MV VOC Batavia, Kapolsek Jemaja Imbau Hentikan Ego Sektoral, Minta Semua Pihak Duduk Bersama

6 Mei 2026 - 11:35 WIB

Pengiriman Barang Dilarang, Nelayan Jemaja Desak Solusi Lewat Rapat Bersama

5 Mei 2026 - 18:53 WIB

Trending di Anambas