RiauKepri.com, PEKANBARU- Anak tokoh ‘Riau Merdeka’ Tabrani Rab, Susiana Tabrani, meradang pada penulis Tere Liye yang menuliskan akibat ‘rakyat-rakyat tolol’ atas tertangkapnya 4 kali Gubernur Riau oleh KPK.
Perempuan yang kini menjadi tokoh pendidikan tersebut, menuliskan kemarahan melalui laman media sosial pribadinya.
“Seorang penulis novel-novel terkenal, Tere Liye, mengatakan RAKYAT RIAU TOLOL di statusnya. Aku jawab: Santai bro, relax. Aku kalau liat kata TOLOL itu ingat anggota DPR RI yang hancur rumahnya dijarah. Santunlah kau sebagai penulis terkenal,” tulis Susiana.
Susiana menyayangkan Tere Liye yang memiliki jutaan pengikut di laman medsosnya, terlalu tendensius seolah menyalahkan rakyat Riau atas berulangnya kasus hukum yang melibatkan kepala daerah dari Bumi Lancang Kuning.
“Kalau mau adil, berlakukanlah semua aturan itu se-Indonesia. Jangan hanya Riau. 165 ribu barel/hari minyak bumi yang kami sumbang untuk devisa negara, 100% untuk pusat. Dari Duri saja sudah 2.75 miliar barel minyak dikasi untuk nasional sejak 1954. Juga ada 3,4 juta hektar sawit, terbesar se Indonesia yang hampir semua milik perusahaan besar dan bukan orang Riau. Jadi rakyat disini memang sensitif. Karena lara,” tulis Susiana.
“Cobalah kau ke pedalaman, kau liat parahnya kemiskinan. Jangan rakyat kau salahkan. Tinggallah kau di pedalaman sini 3 tahun biar tau kau macam mana mekanismenya. Itulah kerja ayah aku dulu membela tanah-tanah rakyat yang dijarah orang pusat dan perusahaan-perusahaan besar. Pakai uang pribadi ayah aku mengurus semua itu. Kau tak kan paham itu,” tulis Susiana menyiratkan kemarahan.
Ia menyayangkan Tere Liye seolah menghakimi rakyat Riau atas terpilihnya Kepala Daerah bermasalah hukum. Menurutnya pelaku korupsi menyebar di berbagai daerah se Indonesia, tidak hanya Riau.
“Kau liatlah lagi fakta-fakta. Tidak ada yang mau bela Abdul wahid kalau memang terbukti salah. Tapi adillah. Tangkap juga semua koruptor-koruptor itu yang kakap-kakap dan jelas datanya. Itu saja. Jangan kau tolol-tololkan lagi orang yang sudah miskin ini. Kau tidak pernah ada di negri kaya tapi terjajah,” tutup tulisan Susiana disertai tagar #Riauadaharganyakawan!
Postingan Susiana sontak menarik perhatian. Beberapa komentar tampak memberi dukungan. “Terimakasih bu, sudah mewakili suara hati kami,” tulis Muhamad.
“Sepakat. Saya pun sdh menulis komen d tulisannya. Ternyata walo bukunya laris, dangkal juga pikirannya,” komen Yuli Dwi merujuk pada Tere Liye.
Sebagaimana diketahui, Tere Liye mengeluarkan beberapa tulisan mengecam tertangkapnya Gubernur Riau untuk ke empat kalinya oleh KPK.
“4 Kali Gubernur Riau ditangkap! kok bisa? Karena kamu juga, netizen tolol-tolol. Rakyat tolol-tolol,” demikian potongan tulisannya. Sontak tulisan ini memantik pro dan kontra. (RK1/*)








