RiauKepri.com, BATAM — Kota Batam hari ini berubah menjadi pusat percakapan strategis dunia transportasi. Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) resmi membuka Seminar Nasional sebagai salah satu agenda utama Kongres X MTI yang berlangsung 14–16 November 2025 di Harmoni One Convention Room, Batam.
Dengan mengusung tema besar “Strategi Kebijakan Transportasi Kepulauan Riau Menuju Daya Saing Global dan Keberlanjutan Internasional”, seminar ini menjadi ruang penting bagi para pemangku kepentingan untuk merumuskan arah baru transportasi di wilayah kepulauan paling strategis di Indonesia.
Sorotan Utama: Arah Kebijakan Transportasi dan Daya Saing Kepri
Agenda dibuka dengan laporan Ketua Panitia, Haris Muhammadun, yang juga Sekretaris MTI, mengenai kontribusi MTI dalam memperkuat kebijakan transportasi di Kepulauan Riau.
Ketua Umum MTI, Tori Damantoro, dan Guntur Sakti, Staf Ahli Ekbang mewakili Gubernur Kepri, turut menyampaikan sambutan. Acara kemudian dilanjutkan dengan Keynote Speech oleh Balkis Kusumawati, Asisten Deputi Konektivitas Maritim dan Udara Kemenko Infrabangwil, yang memaparkan arah kebijakan transportasi nasional dan peluang peningkatan daya saing Kepri.
Dalam laporannya, Haris menegaskan pentingnya kolaborasi untuk memastikan hasil kongres dan seminar benar-benar memberi manfaat langsung bagi Kepri. “Kita ingin memastikan rekomendasi MTI menjadi pijakan kebijakan yang kuat untuk wilayah kepulauan seperti Kepri,” ujarnya.
Batam Dipilih Bukan Tanpa Alasan
Ketua MTI Pusat, Tori Damantoro, menyebut bahwa pemilihan Batam sebagai tuan rumah Kongres X dan Seminar Nasional sangat relevan secara strategis. “Batam adalah pintu gerbang Indonesia bagian barat, simpul logistik, dan kawasan industri bertaraf internasional. Ini pusat dinamika transportasi nasional yang terus berkembang,” katanya.
Sementara itu, Guntur Sakti menegaskan bahwa orientasi pembangunan nasional selama ini bertumpu pada pusat-pusat pertumbuhan seperti Bali dan Kepri.
“Kepri ini permata biru di utara Indonesia. Seminar ini penting untuk mempertegas posisi strategis itu,” ujarnya.
Rencana Kehadiran Menteri Perhubungan di Hari Kedua
Momentum seminar semakin kuat dengan rencana kehadiran Menteri Perhubungan RI pada hari kedua Kongres X MTI. Menteri dijadwalkan hadir untuk memberikan arahan langsung mengenai masa depan kebijakan transportasi nasional terkait penguatan wilayah kepulauan dan strategi konektivitas nasional.
Kehadiran Menhub ini dipandang penting untuk memastikan rekomendasi seminar dan kongres dapat tersambung langsung ke pengambil keputusan tertinggi di sektor transportasi.
Kepri, Pusat Masa Depan Transportasi Kepulauan
Menutup sambutannya, Tori Damantoro kembali menekankan urgensi pembentukan rekomendasi konkret.
“Kepri harus menjadi model nasional untuk transportasi kepulauan yang inklusif, inovatif, dan berdaya saing global,” tegasnya.
Seminar Nasional ini bukan hanya forum diskusi, tetapi pintu pembuka menuju arah kebijakan yang akan dibawa ke tingkat nasional melalui Kongres X MTI.
Kepri menjadi panggungnya, transportasi masa depan Indonesia menjadi taruhannya. (*)







