Menu

Mode Gelap
Upaya Pemkab Siak Menghadirkan Listrik ke Pelosok Mulai Berbuah Hasil BSP Turunkan Long Arm Bersihkan Kanal Ring 1 di Dosan, Banjir Berangsur Surut Bupati Kepulauan Meranti Hadiri Pembukaan Rakernas XVII APKASI di Batam Sempena HPN, PWI Kepri Utus Tiga Anggotanya Ikuti Pelatihan Militer di Akmil Magelang Intelektualitas Tanpa Etika Cuaca Kepri Senin, 19 Januari 2026: Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah

Bisnis

BRKS Genjot Efisiensi, Laba Q3 2025 Terdongkrak di Tengah Ketatnya Persaingan Perbankan Syariah

badge-check


					Gedung PT. Bank Riau Kepri Syariah (Perseroda) Jl.Jendral Sudirman, Pekanbaru. F: Net Perbesar

Gedung PT. Bank Riau Kepri Syariah (Perseroda) Jl.Jendral Sudirman, Pekanbaru. F: Net

RiauKepri.com, PEKANBARU –  PT. Bank Riau Kepri Syariah (Perseroda) kembali memperlihatkan ketangguhannya di pasar perbankan syariah nasional dengan capaian positif hingga Kuartal III 2025. Di tengah tekanan persaingan dan pengetatan likuiditas, bank daerah ini sukses mempertahankan tren pertumbuhan yang stabil.

Salah satu sorotan utama dari laporan kinerja BRKS periode Januari–September 2025 adalah keberhasilan perusahaan memperbesar laba bersih tahun berjalan menjadi Rp218,20 miliar. Angka ini mencerminkan kenaikan 3,46% dibandingkan capaian tahun lalu.

Pertumbuhan laba tersebut menunjukkan bahwa strategi efisiensi dan penguatan intermediasi yang dijalankan manajemen berjalan efektif, meskipun kondisi industri perbankan syariah tengah menghadapi tantangan fluktuasi pembiayaan.

Selain mencatat pertumbuhan laba, BRKS juga memperkuat pendapatan dari penyaluran dana. Pendapatan yang mencapai Rp1,85 triliun itu naik 10,05% secara tahunan, mencerminkan kemampuan bank mencari peluang pembiayaan baru.

Lonjakan pendapatan ini turut disokong oleh peningkatan bagi hasil untuk pemilik dana investasi, yang bertambah hingga 8,37%. Hal ini menandakan kepercayaan nasabah yang terus meningkat.

Di sisi lain, pendapatan setelah distribusi bagi hasil juga naik signifikan menjadi Rp1,11 triliun. Kenaikan tersebut mengindikasikan struktur pendanaan yang semakin sehat dan efisien bagi perusahaan.

Tidak hanya itu, laba operasional BRKS juga tumbuh meski dalam persentase yang lebih moderat, yakni 2,21% menjadi Rp298,88 miliar. Tren positif serupa terlihat pada laba sebelum pajak yang mencapai Rp279,74 miliar.

Efisiensi biaya menjadi faktor penentu dalam mempertahankan kinerja tersebut. BRKS berhasil menekan rasio BOPO dari 89,35% menjadi 84,63%, level yang lebih kompetitif dibandingkan beberapa bank syariah daerah lainnya.

Penurunan BOPO ini mencerminkan efektivitas manajemen dalam mengendalikan beban operasional tanpa mengorbankan kualitas layanan kepada nasabah.

Meski margin operasional atau NOM sedikit menyusut menjadi 0,93%, manajemen tetap mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan risiko secara sehat.

Salah satu indikator kekuatan lain BRKS adalah rasio kecukupan modal atau KPMM yang berada di angka 20,69%. Level ini jauh di atas ketentuan minimum regulator.

Dengan modal yang kuat, BRKS memiliki ruang lebih lebar untuk ekspansi pembiayaan maupun pengembangan produk syariah.

Dari sisi kualitas aset, BRKS menunjukkan pengelolaan risiko yang baik. Rasio pembiayaan bermasalah atau NPF Gross berada di level 2,61%, jauh di bawah batas aman 5%.

Sementara itu, NPF Net hanya 0,53%, menguatkan gambaran bahwa aset pembiayaan bersih bank tetap dalam kondisi sehat.

Kinerja intermediasi BRKS juga cenderung solid. Pembiayaan bagi hasil tercatat mencapai Rp10,38 triliun, menjadi bukti bahwa aktivitas pembiayaan tetap bergerak meski industri mengalami pengetatan likuiditas.

Dalam hal penghimpunan dana, total simpanan wadiah mencapai Rp1,51 triliun, yang terbagi atas giro dan tabungan. Komposisi dana ini menambah stabilitas likuiditas BRKS.

Simpanan tabungan mendominasi dana wadiah dengan nilai Rp1,39 triliun, sedangkan simpanan giro mencapai Rp114,72 miliar. Struktur dana ini penting dalam mempertahankan efisiensi biaya dana.

Stabilitas dana pihak ketiga ini membantu BRKS terus melanjutkan ekspansi pembiayaan dengan tetap mempertimbangkan prinsip kehati-hatian.

Secara keseluruhan, capaian kuartalan ini menegaskan bahwa BRKS mampu menjaga posisi kompetitifnya di tengah persaingan bank daerah dan bank syariah nasional yang semakin ketat.

Dengan konsistensi dalam menerapkan strategi efisiensi, menjaga kualitas aset, dan memperkuat modal, BRKS diproyeksikan akan terus tumbuh positif hingga akhir tahun dan menjadi salah satu pilar penting dalam ekosistem perbankan syariah daerah. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hadramaut

17 Januari 2026 - 08:25 WIB

Imigrasi Pekanbaru Tegaskan Komitmen Peningkatan Kinerja dan Pelayanan Keimigrasian

16 Januari 2026 - 06:12 WIB

Audiensi ke LAMR, KSPSI Riau Ingin Jaga Citra Organisasi dan Marwah Melayu

15 Januari 2026 - 18:43 WIB

‎Di Panggil Presiden Prabowo, Rektor Unilak Prof Junaidi hadir Bersama 1200 Rektor di Istana Presiden

15 Januari 2026 - 17:52 WIB

LAMR Terima Kunjungan Mahasiswa University Malaya, Perkuat Edukasi Budaya Melayu Serumpun

15 Januari 2026 - 07:10 WIB

Trending di Pekanbaru