RiauKepri.com, TANJUNGPINANG – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menegaskan komitmennya untuk memperluas pembinaan dan penguatan kapasitas pelaku usaha mikro di daerah. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kepri, Riki Rionaldi, saat menghadiri kegiatan Literasi Umi (Ibu Mekaar Hebat Ekonomi Kepri Kuat) yang digelar PT Permodalan Nasional Madani (PNM) di Ballroom Trans Convention Center (TCC) Tanjungpinang, Sabtu (15/11).
Riki hadir mewakili Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan menilai kegiatan tersebut selaras dengan fokus pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pengetahuan dan manajemen usaha perempuan pelaku UMKM, khususnya mereka yang tergabung dalam program Mekaar.
Menurutnya, kegiatan yang diikuti sekitar 500 perempuan pelaku usaha mikro ini menjadi ruang strategis untuk memperkaya literasi modal intelektual, terutama setelah para peserta menerima dukungan pembiayaan ultra mikro dari PNM.
Ia menambahkan bahwa literasi kewirausahaan menjadi pondasi penting agar pembiayaan yang diberikan dapat dikelola secara lebih produktif dan berkelanjutan.
“Di Tanjungpinang saja terdapat lebih dari 10.500 nasabah Mekaar dengan outstanding mencapai Rp22 miliar. Ini menunjukkan tingginya partisipasi perempuan dalam sektor usaha mikro,” ujar Riki.
Dinas Koperasi dan UKM Kepri, lanjutnya, terus memantau perkembangan pembiayaan tersebut. Meski penyaluran dana dilakukan secara berkelompok, tingkat hambatan pengembalian tercatat sangat rendah, yakni kurang dari dua persen.
Capaian tersebut menurut Riki tak lepas dari komitmen para pelaku usaha perempuan yang disiplin dan menjaga amanah dalam mengelola pinjaman secara kolektif.
Ia mengapresiasi konsistensi PNM yang aktif menggelar pelatihan dan pendampingan usaha ultra mikro melalui program-program edukasi yang menyentuh langsung kebutuhan para pelaku UMKM.
Riki menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kepri melalui Dinas Koperasi dan UKM siap memperluas kolaborasi dengan PNM dalam meningkatkan capacity building pelaku usaha secara berjenjang dan terstruktur.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah juga tengah menyiapkan skema keberlanjutan pembiayaan, termasuk mendorong para pelaku usaha untuk naik kelas melalui fasilitas pinjaman dengan margin bersubsidi maupun Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbunga enam persen.
“Kegiatan seperti ini sangat mendukung transformasi UMKM di Kepri. Ini bagian dari upaya jangka panjang mendorong UMKM kita lebih mandiri dan kompetitif,” tegasnya.
Riki menyebutkan bahwa pihaknya juga tengah memperkuat sinergi lintas sektor, termasuk dengan Perbankan, OJK, hingga lembaga pendidikan, guna memperbesar dampak pembinaan bagi pelaku usaha mikro.
Pada kesempatan tersebut, kegiatan juga dihadiri Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kepri serta Kepala OJK Kepri, Sinar Dananjaya, yang ikut memberikan perspektif dan dorongan bagi pertumbuhan ekonomi berbasis usaha kecil.
Sementara itu, dari PT PNM hadir Kepala Cabang Pekanbaru, Mizan Sa’roni, yang menjelaskan bahwa kegiatan literasi seperti ini merupakan bagian dari amanah perusahaan dalam mendampingi nasabah.
Mizan mengatakan, PNM menjalankan tiga pilar pembinaan, yakni memperluas akses pembiayaan, pendampingan usaha, dan pembentukan karakter wirausaha bagi seluruh peserta program Mekaar.
Menurutnya, keberhasilan program ultra mikro tidak semata ditentukan oleh pembiayaan, namun juga oleh kualitas pendampingan dan penanaman nilai-nilai kewirausahaan.
Di Provinsi Kepri, PNM mencatat jumlah nasabah yang dilayani telah mencapai 68.000 orang, tersebar di 16 unit layanan, dengan total penyerapan pembiayaan mencapai Rp260 miliar.
Angka tersebut menunjukkan besarnya potensi UMKM perempuan dalam menjadi penggerak ekonomi daerah, terutama pada sektor-sektor rumah tangga dan usaha mikro berbasis komunitas.
Mizan juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus memperkuat frekuensi pelatihan, yang rutin dilakukan dua kali setahun untuk memastikan peningkatan kemampuan para pelaku usaha berjalan secara konsisten.
Dinas Koperasi dan UKM Kepri berharap sinergi antara pemerintah daerah dan PNM dapat diperluas, sehingga semakin banyak pelaku usaha kecil mampu mengembangkan bisnis mereka secara mandiri.
Melalui kegiatan seperti Literasi Umi, pemerintah daerah menilai bahwa UMKM perempuan memiliki peluang besar untuk naik kelas sepanjang diberikan pendampingan yang tepat.
Dengan kolaborasi berkelanjutan, Dinas Koperasi dan UKM Kepri optimistis sektor usaha mikro akan tetap menjadi motor penggerak ekonomi lokal dan memperkuat ketahanan ekonomi keluarga di Kepulauan Riau. (*)








