Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Riau

Pengamat Nilai Kematian 5 Anak Talang Mamak Akibat ISPA Adalah Kegagalan Sistem Pemerintah

badge-check

Aspandiar, SH. (Foto: ist) Perbesar

Aspandiar, SH. (Foto: ist)

RiauKepri.com, PEKANBARU- Pengamat hukum Riau, Aspandiar SH, menilai peristiwa kematian lima anak Suku Talang Mamak akibat wabah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sebagai gambaran kegagalan sistem pemerintah.

Aspandiar juga menyebutkan, keterbatasan akses kesehatan dan fasilitas sanitasi sebagai faktor krusial yang menyebabkan terlambatnya penanganan korban. Menurutnya, kondisi ini menunjukkan ketidakhadiran pemerintah dalam musibah tersebut.

Aspandiar yang juga pengurus LAMR Provinsi itu mendorong agar peristiwa ini dibawa ke ranah hukum melalui gugatan class action. Gugatan tersebut, kata dia, tidak hanya menyoal absennya pemerintah saat warga membutuhkan bantuan, tetapi juga menuntut tanggung jawab atas konsekuensi dari ketidakhadiran tersebut.

“Langkah hukum penting dilakukan sebagai pembelajaran agar kejadian serupa tidak terulang,” ungkap Aspandiar.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, warga Suku Talang Mamak di Dusun Datai, Desa Rantau Langsat, Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, mengalami kejadian luar biasa setelah wabah ISPA melanda permukiman mereka. Lima anak dilaporkan meninggal dunia, dan informasi ini dibenarkan Kapolsek Batang Gansal, Iptu Agus Ferinaldi.

Kelima anak tersebut masing-masing adalah Ira, Riki, Itar, Andra, dan Dinda, yang meninggal pada rentang Oktober hingga awal November 2025. Warga lainnya, baik anak-anak maupun orang dewasa, saat ini masih mengalami gejala seperti demam, batuk, pilek, mual, dan hilang selera makan.

Upaya penanganan dilakukan secara terpadu oleh kepolisian, petugas kesehatan, TNI, dan Kementerian Kesehatan. Langkah yang diambil meliputi pelayanan kesehatan door to door, pemberian obat, penyediaan oksigen, edukasi PHBS, inspeksi sanitasi, hingga pengambilan sampel swab dan dahak terhadap 21 warga. Kemenkes juga menyalurkan oksigen konsentrator dan makanan tambahan untuk ibu hamil serta ibu dengan bayi, sementara Kepala Dinas Kesehatan Inhu belum memberikan tanggapan terkait KLB tersebut. (RK1)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Bapenda Inhu dan BRK Syariah Air Molek Tandatangani Kerja Sama Penerimaan Pembayaran Pajak dan Retribusi Daerah

25 Sep 2026 - 16:42 WIB

Bapenda Inhu dan BRK Syariah Air Molek Tandatangani Kerja Sama Penerimaan Pembayaran Pajak dan Retribusi Daerah

Syamsurizal: IKON Syair Perang Siak Jadi Catatan Sejarah Baru Siak dan Riau

25 Sep 2026 - 13:34 WIB

Syamsurizal: IKON Syair Perang Siak Jadi Catatan Sejarah Baru Siak dan Riau

Di Depan Anak-anak SMA, LAMR Ceritakan Jejak Dua Abad Syair Perang Siak

25 Sep 2026 - 11:56 WIB

Di Depan Anak-anak SMA, LAMR Ceritakan Jejak Dua Abad Syair Perang Siak

LAMR Sambut IKON Syair Perang Siak, Menghidupkan Kembali Tradisi Mengarak Titah Raja

25 Sep 2026 - 09:15 WIB

LAMR Sambut IKON Syair Perang Siak, Menghidupkan Kembali Tradisi Mengarak Titah Raja

BRK Syariah Raih Penghargaan Ketepatan Proyeksi Terbaik dari BI

24 Sep 2026 - 14:21 WIB

BRK Syariah Raih Penghargaan Ketepatan Proyeksi Terbaik dari BI
Trending di Pekanbaru