RiauKepri.com, BATAM – Upaya memperkuat jati diri masyarakat Batam di tengah derasnya arus globalisasi kembali ditegaskan Pemerintah Kota Batam. Hal itu terlihat dari dibukanya Pelatihan Pengembangan Perangkat Ajar Muatan Lokal oleh Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, di Gedung LAM Batam, Kamis (20/11/2025). Kegiatan yang digelar Dinas Pendidikan tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam menjaga identitas generasi muda.
Dalam arahannya, Amsakar menekankan bahwa Batam bukan hanya kota industri dan perdagangan, tetapi juga daerah yang memiliki akar budaya yang perlu dijaga. Menurutnya, penyusunan perangkat ajar muatan lokal bukan sekadar memenuhi amanat Perwako Nomor 16 Tahun 2025, melainkan bagian penting dari proses pembentukan karakter.
“Muatan lokal ini bukan hanya materi pelajaran. Ia adalah medium untuk menanamkan nilai dan kearifan daerah agar peserta didik tidak kehilangan pijakan budaya,” ujar Amsakar.
Ia mengingatkan bahwa posisi Batam sebagai kota dengan interaksi multinasional membuat tantangan menjaga identitas semakin besar. Mobilitas tinggi, pergaulan lintas negara, hingga gaya hidup modern disebutnya sebagai faktor yang dapat menggerus kepribadian lokal bila tidak diimbangi pembelajaran yang tepat.
“Interaksi kita sudah lintas bangsa. Justru di sinilah pentingnya memastikan generasi muda tetap memiliki identitas yang kuat,” tambahnya.
Amsakar juga menyinggung era bonus demografi yang tengah dialami Indonesia. Dengan dominasi penduduk usia produktif, arus informasi dan budaya global dinilai kian mudah mengalir dan memengaruhi perilaku generasi muda. Ia menegaskan bahwa muatan lokal bisa menjadi benteng dalam menjaga karakter mereka.
“Anak-anak kita tumbuh dalam paparan budaya global yang begitu cepat. Muatan lokal harus menjadi ruang bagi mereka untuk mengenal, memahami, dan mencintai budaya daerahnya sendiri,” tuturnya.
Melalui pelatihan ini, ia berharap guru-guru di Batam mampu melahirkan perangkat ajar yang bukan hanya informatif, tetapi relevan dengan kondisi sosial masyarakat. Amsakar menutup sambutannya dengan menegaskan bahwa menjaga jati diri adalah investasi jangka panjang.
“Kepribadian lokal yang kuat akan menjadi fondasi generasi Batam menghadapi masa depan. Inilah pentingnya muatan lokal bagi pembentukan karakter mereka,” pungkasnya. (RK6)







