RiauKepri.com, BINTAN – Pemerintah Kabupaten Bintan menegaskan komitmennya dalam mempercepat pemulihan warga terdampak bencana dengan menyalurkan bantuan senilai Rp49.999.200 kepada keluarga Halim, korban angin puting beliung yang terjadi pada 10 Agustus 2025 lalu. Bantuan tersebut diharapkan tidak hanya meringankan beban ekonomi, tetapi juga mempercepat pemulihan kondisi psikologis keluarga.
Wakil Bupati Bintan, Deby Maryanti, didampingi Kepala BPBD Bintan, Ramlah, menyerahkan langsung bantuan itu di Desa Pengudang, Kecamatan Teluk Sebong, Kamis (20/11) siang. Kehadiran langsung pemerintah daerah disebut sebagai bentuk dukungan moral sekaligus memastikan proses pemulihan berjalan sesuai kebutuhan warga.
“Hari ini pemerintah daerah menyalurkan bantuan hampir 50 juta rupiah sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana. Kami ingin memastikan keluarga Halim dapat kembali bangkit dan menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih tenang,” ujar Deby.
Ia menegaskan bahwa bantuan bukan sekadar penanggulangan kerugian material, tetapi menjadi bagian dari perhatian pemerintah terhadap dampak emosional yang dialami korban. “Kita berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan baik, dan keluarga tetap kuat serta semangat menghadapi hari-hari ke depan,” tambahnya.
Peristiwa angin puting beliung pada Ahad (10/8/2025) sekitar pukul 13.00 WIB itu merobohkan rumah semi permanen milik Halim hingga rata dengan tanah. Salah satu anak Halim mengalami luka memar setelah tertimpa reruntuhan bangunan saat berusaha menyelamatkan diri. Sang anak telah mendapatkan perawatan medis dan kini dalam kondisi membaik.
Halim mengaku masih mengingat jelas kedahsyatan angin yang datang tiba-tiba dan menghantam rumahnya. Meski begitu, ia bersyukur keluarganya selamat. “Alhamdulillah anak saya hanya mengalami luka ringan. Bantuan ini sangat berarti bagi kami untuk memulai kembali dari awal,” ujarnya.
Dengan bantuan yang telah disalurkan, Pemkab Bintan berharap proses rekonstruksi rumah dan pemulihan keluarga dapat segera berjalan, sehingga kehidupan warga terdampak dapat kembali normal. (RK9)







