Menu

Mode Gelap
Upaya Pemkab Siak Menghadirkan Listrik ke Pelosok Mulai Berbuah Hasil BSP Turunkan Long Arm Bersihkan Kanal Ring 1 di Dosan, Banjir Berangsur Surut Bupati Kepulauan Meranti Hadiri Pembukaan Rakernas XVII APKASI di Batam Sempena HPN, PWI Kepri Utus Tiga Anggotanya Ikuti Pelatihan Militer di Akmil Magelang Intelektualitas Tanpa Etika Cuaca Kepri Senin, 19 Januari 2026: Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah

Batam

Tanjungbalai Pelajari Model Tata Kelola Batam: Dua Entitas Pemerintahan Dinilai Efektif Dorong Layanan Publik dan Ekonomi

badge-check


					Foto bersama Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dengan Wali Kota Tanjungbalai, Mahyarudin Salim, beserta Tim Penggerak PKK dan Bagian Kesra Setdako Tanjungbalai di Kantor Wali Kota Batam. (Foto: Diskominfo Batam) Perbesar

Foto bersama Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dengan Wali Kota Tanjungbalai, Mahyarudin Salim, beserta Tim Penggerak PKK dan Bagian Kesra Setdako Tanjungbalai di Kantor Wali Kota Batam. (Foto: Diskominfo Batam)

RiauKepri.com, BATAM – Pemerintah Kota Batam kembali menjadi rujukan bagi daerah lain dalam pengembangan tata kelola pemerintahan dan kebijakan fiskal. Hal ini terlihat saat Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menerima kunjungan kerja Wali Kota Tanjungbalai, Mahyarudin Salim, bersama Tim Penggerak PKK dan Bagian Kesra Setdako Tanjungbalai di Kantor Wali Kota Batam, Selasa (25/11/2025).

Kunjungan tersebut dimaksudkan sebagai upaya Tanjungbalai mempelajari model pengelolaan daerah yang diterapkan Batam, terutama terkait sistem perpajakan daerah, efisiensi birokrasi, dan pola pelayanan publik yang dinilai mampu menunjang pertumbuhan ekonomi.

Amsakar menjelaskan bahwa struktur administrasi Batam memiliki keunikan tersendiri, karena terdiri dari dua entitas pemerintahan: Pemerintah Kota Batam dan Badan Pengusahaan Batam (BP Batam). Dualisme kewenangan ini, yang kerap dianggap kompleks, justru menjadi kekuatan strategis karena memungkinkan penerapan kebijakan khusus di kawasan Free Trade Zone (FTZ).

“Konsep dual governance ini memberi ruang bagi Batam dalam mengatur kawasan FTZ dengan fasilitas fiskal yang mendukung percepatan investasi. Ini salah satu alasan mengapa geliat ekonomi Batam tetap tinggi,” ujar Amsakar.

Melalui BP Batam, kawasan FTZ memperoleh fasilitas pembebasan bea masuk dan keluar, PPN, hingga PPnBM, sehingga arus logistik menjadi lebih efisien dan berdampak pada keterjangkauan harga barang. Amsakar menegaskan bahwa regulasi barang masuk tetap mengikuti kebutuhan masyarakat Batam yang jumlah penduduknya terus bertambah.

“Fokus kami tetap pada stabilitas harga dan ketersediaan komoditas penting. Mekanisme pengaturan barang masuk disesuaikan agar harga tetap kompetitif bagi masyarakat,” tegasnya.

Selain soal fiskal dan ekonomi, kedua kepala daerah juga berdiskusi mengenai penguatan peran Baznas sebagai pilar pemberdayaan sosial, terutama dalam menekan angka kemiskinan melalui pengelolaan zakat yang lebih terstruktur.

Pertemuan diakhiri dengan pertukaran cendera mata sebagai simbol penguatan kerja sama dan komitmen kedua daerah untuk memperluas kolaborasi di berbagai sektor. (RK6/*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bupati Kepulauan Meranti Hadiri Pembukaan Rakernas XVII APKASI di Batam

19 Januari 2026 - 09:50 WIB

Sempena HPN, PWI Kepri Utus Tiga Anggotanya Ikuti Pelatihan Militer di Akmil Magelang

19 Januari 2026 - 06:31 WIB

Komisi I DPRD Kota Batam Gelar RDPU, Mediasi Polemik Lahan Kavling Batuaji Baru

14 Januari 2026 - 21:03 WIB

DPRD Kota Batam Gelar Paripurna, Dengarkan Pendapat Wali Kota soal Ranperda LAM

14 Januari 2026 - 20:55 WIB

Gejolak di The Icon Central: Warga Tempel Spanduk Tolak Homestay, Tuntut IPL Diturunkan

14 Januari 2026 - 17:17 WIB

Trending di Batam