Menu

Otomatis
Breaking News

Riau

Ratusan Kubik Kayu Illegal Logging Ditemukan, Polisi Inhu Bertarung Medan Ekstrem dan Ancaman Harimau

badge-check

Tim Gabungan Temukan Ratusan Kubik Kayu Illegal Logging di Indragiri Hulu. (Foto: ist) Perbesar

Tim Gabungan Temukan Ratusan Kubik Kayu Illegal Logging di Indragiri Hulu. (Foto: ist)

RiauKepri.com, PEKANBARU- Perjalanan para petugas gabungan mencari ratusan kubik kayu hasil illegal logging di Indragiri Hulu (Inhu), Riau, berubah menjadi kisah panjang tentang nyawa yang dipertaruhkan. Bukan hanya menghadapi hutan lebat dan medan sulit, mereka juga berhadapan dengan ancaman harimau sumatera dan buaya di sungai-sungai terpencil.

Penemuan kayu ini berawal dari pengamatan Wakapolda Riau, Brigjen Adrianto Jossy Adrianto, yang melihat tumpukan kayu olahan tersusun rapi di tepi kanal saat melintas dengan helikopter beberapa hari lalu. Temuan dari udara itu kemudian ditindaklanjuti Kapolres Inhu, AKBP Fahrian Saleh Siregar, dengan mengerahkan tim gabungan.

Pada Rabu (10/12/2025), Fahrian menceritakan kembali perjalanan penuh risiko itu. “Medannya sangat ekstrem, ancaman keselamatan selalu ada,” ujarnya.

Jalan Kaki Berjam-jam, Lalu Mundur Karena Hutan Terlalu Padat

Tim pertama yang dipimpin Kasat Reskrim Polres Inhu, AKP Arthur Joshua Toreh, mencoba masuk melalui Desa Sukajadi, Kecamatan Kuala Cenaku. Sepeda motor tidak dapat menembus hutan lebat, memaksa mereka berjalan kaki berjam-jam.

Namun upaya itu terhenti. Semak terlalu padat, tanah labil, dan risiko keselamatan meningkat. “Tim harus mundur,” kata Fahrian.

Dihadang Sarang Harimau, Bermalam di Speedboat

Pencarian dilanjutkan dari jalur perusahaan, mulai PT SRL hingga ke wilayah Pelalawan melalui PT SPA. Namun medan berat dan kawasan yang dikenal sebagai habitat harimau sumatera membuat tim berkali-kali menarik diri.

Petualangan paling menantang terjadi saat tim menyusuri Sungai Kiri Gaung sejauh 57 kilometer. Saat matahari tenggelam, mereka terpaksa bermalam di hutan. Tetapi karena lokasi itu merupakan perlintasan harimau sumatera, mereka tidur di dalam speedboat—dengan suara hutan yang tidak pernah benar-benar sunyi.

“Jejak harimau ditemukan di sekitar lokasi,” ujar Fahrian. “Risikonya terlalu tinggi.”

Mesin Pompong Rusak, Buaya Muncul

Belum selesai dengan harimau, ancaman lain datang dari sungai. Saat tim mencoba masuk melalui jalur PT MSK sebelum subuh menggunakan 10 pompong, salah satu mesin perahu rusak. Riak air membuat beberapa buaya muncul ke permukaan.

Menurut petugas, lokasi tersebut memang sarang buaya. Namun tim tetap melanjutkan perjalanan setelah memperbaiki pompong secara darurat.

12 Jam Perjalanan, Tumpukan Kayu Akhirnya Ditemukan

Setelah 12 jam perjalanan panjang, malam mulai turun saat tim akhirnya menemukan tumpukan kayu yang terlihat dari udara. Kayu-kayu itu disusun rapi di pinggir kanal, sebagian sudah siap diangkut.

“Dari penghitungan kami, terdapat sekitar 300 kubik kayu olahan hasil illegal logging,” kata Fahrian.

Meski kayu berhasil diamankan, pelaku masih belum ditemukan. “Masih dalam penyelidikan. Area sudah diberi garis polisi dan didokumentasikan,” ujarnya.

Di balik angka dan barang bukti, tetap ada cerita tentang para petugas yang tidur dalam ketakutan, berjalan dalam gelap, dan menghadapi hutan yang tidak ramah semua demi menghentikan perusakan hutan yang terus menggerus Riau. (RK1/*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Raja Zalim

19 Sep 2026 - 09:18 WIB

Raja Zalim

Kado HUT ke-27, Syair Perang Siak Raih IKON Nasional

18 Sep 2026 - 15:50 WIB

Kado HUT ke-27, Syair Perang Siak Raih IKON Nasional

Ditpolairud Polda Riau Sapa Warga Pulau Terluar Rupat Utara Lewat Program JALUR, Salurkan Sembako dan Gelar Pustaka Terapung

18 Sep 2026 - 14:45 WIB

Ditpolairud Polda Riau Sapa Warga Pulau Terluar Rupat Utara Lewat Program JALUR, Salurkan Sembako dan Gelar Pustaka Terapung

Asap Semakin Tebal: Pagi Tanpa Matahari, Malam Tanpa Bintang di Pekanbaru

15 Sep 2026 - 08:25 WIB

Asap Semakin Tebal: Pagi Tanpa Matahari, Malam Tanpa Bintang di Pekanbaru

Pulang KPPD Lemhannas Langsung ke Lokasi Karhutla, Bupati Afni: Jaga Siak Zero Firespot!

13 Sep 2026 - 10:21 WIB

Pulang KPPD Lemhannas Langsung ke Lokasi Karhutla, Bupati Afni: Jaga Siak Zero Firespot!
Trending di Riau