RiauKepri.com, SIAK- Kursi roda itu tampak sederhana. Rangkanya besi, rodanya berderit pelan ketika didorong. Namun bagi Ratna Sari, benda itu adalah mimpi yang baru terwujud setelah 31 tahun menunggu. Untuk pertama kalinya sejak lahir, ia bisa duduk tanpa harus digendong ibunya.
Suasana penyerahan bantuan berubah di Kampung Merempan Hulu, menjadi haru. Nurlaili tak kuasa menahan air mata saat anak perempuannya ia dudukkan perlahan di kursi roda. Tangannya gemetar, napasnya tertahan, seolah takut momen itu hanya mimpi.
“Alhamdulillah,” ucapnya lirih, suaranya bergetar.
“Anak saya sejak kecil tidak bisa duduk. Kalau mau keluar rumah, saya harus menggendongnya. Sekarang, saya bisa membawanya jalan sore,” katanya, lalu terdiam. Mukanya sembab, matanya basah.
Selama 31 tahun, Ratna hidup dalam keterbatasan. Tubuhnya tak mampu menopang dirinya sendiri. Ia tumbuh besar di gendongan ibunya, di usia ketika anak-anak lain belajar duduk, berdiri, lalu berlari. Setiap ingin menghirup udara luar, Nurlaili harus menguatkan punggungnya sendiri, menahan berat anak yang semakin hari semakin dewasa untuk digendong.
Tak jarang, ia hanya bisa menatap jalan di depan rumah. Membayangkan Ratna duduk seperti anak-anak lain. Angan yang selama puluhan tahun hanya tersimpan di hati.
Hingga Kamis (18/12/2025) itu tiba.
Pemerintah Kabupaten Siak melalui Dinas Sosial menyerahkan bantuan alat bantu fisik berupa kursi roda dan alat bantu dengar kepada penyandang disabilitas dan lansia. Bantuan bersumber dari APBD Kabupaten Siak Tahun 2025 dan diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Siak, Syamsurizal Budi.
Namun bagi keluarga Ratna, hari itu bukan sekadar penyerahan bantuan. Hari itu adalah awal dari hidup yang berbeda.
“Ini bukan hanya kursi roda. Ini harapan,” kata Nurlaili pelan.
Wakil Bupati Siak, Syamsurizal Budi, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap masyarakat dengan keterbatasan fisik.
“Hari ini kami bersama Dinas Sosial menyalurkan bantuan alat bantu fisik agar masyarakat yang memiliki keterbatasan dapat lebih mudah beraktivitas dan menjalani kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ia berharap bantuan tersebut benar-benar memberi manfaat nyata bagi penerima dan keluarganya, meningkatkan kenyamanan serta kualitas hidup mereka.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Siak melalui Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Yosshy, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap agar tepat sasaran.
“Hari ini kami menyalurkan dua kursi roda untuk anak penyandang disabilitas CP, satu kursi roda lansia tipe 4 in 1, serta satu alat bantu dengar. Penyaluran dilakukan di Kampung Merempan Hulu dan Kelurahan Sungai Mempura,” jelasnya.
Total bantuan tahun ini berjumlah 15 unit, terdiri dari kursi roda anak, kursi roda lansia, dan alat bantu dengar. Seluruh penerima telah melalui proses verifikasi dan validasi di tingkat kampung.
Nama Ratna Sari tercatat sebagai salah satu penerima. Namun di balik data dan angka itu, ada cerita panjang tentang kesabaran seorang ibu dan penantian seorang anak.
Kini, Ratna bisa duduk.
Bisa melihat dunia dari sudut yang selama ini hanya ia bayangkan.
Dan bagi Nurlaili, itu lebih dari cukup.
“Terima kasih,” katanya singkat, dan air matanya jatuh, pelan, meleleh di pipi. (RK1)







