RiauKepri.com, PEKANBARU– Penantian panjang siapa sosok yang akan menakhodai PT Bumi Siak Pusako (BSP) akhirnya terjawab. Setelah melewati rangkaian seleksi ketat dan proses panjang, Robi Junipa resmi dipilih menjadi Direktur BUMD migas milik Pemerintah Kabupaten Siak tersebut.
Keputusan itu diumumkan dalam rapat akhir tim panitia seleksi (pansel) di Hotel Premier Pekanbaru, Kamis (21/5). Pemilihan Robi disebut bukan sekadar penunjukan biasa, melainkan hasil dari proses yang melibatkan lembaga profesional hingga pengawasan lembaga negara.
Ketua Tim Pansel, Heriyanto SH menjelaskan, keputusan tersebut diambil setelah melalui berbagai tahapan penilaian. Mulai dari asesmen oleh PPM Manajemen Jakarta hingga dua kali proses wawancara mendalam bersama Bupati Siak, Afni Zulkifli yang turut didampingi Kepala BPKP Perwakilan Provinsi Riau Dr Evenri Sihombing SE dan Kepala SKK Migas Djoko Siswanto.
“Hari ini kami umumkan bahwa Bupati Siak selaku pemegang saham mayoritas memilih Robi Junipa untuk menjadi Direktur BSP. Keputusan ini diambil berdasarkan pertimbangan yang sangat mendalam dan proses yang panjang. Selanjutnya keputusan ini akan dibawa ke rapat umum pemegang saham,” kata Heriyanto.
Heriyanto yang juga komisaris BSP itu menjelaskan, sejak pendaftaran dibuka pada awal April lalu terdapat 10 pelamar yang seluruhnya dinyatakan lolos seleksi administrasi. Selanjutnya, para kandidat mengikuti asesmen yang dilakukan lembaga independen PPM Manajemen Jakarta.
Dari hasil penilaian tersebut, Robi Junipa dan Muttaqin menjadi dua kandidat dengan nilai tertinggi, mengungguli delapan peserta lainnya.
“Nilai dari PPM hanya meloloskan dua orang yang direkomendasikan. Keduanya memiliki rekam jejak yang baik. Setelah didalami dalam proses wawancara bersama Bupati Siak, Kepala BPKP dan Kepala SKK Migas, Robi secara konsisten mendapatkan penilaian tertinggi,” ujarnya.
Heriyanto mengatakan, keputusan memilih Robi juga sejalan dengan rekomendasi yang diberikan Kepala BPKP Perwakilan Riau maupun Kepala SKK Migas.
Menurutnya, meski Bupati Siak memiliki hak penuh menentukan direktur BSP, namun tetap meminta pandangan lembaga pengawas dan regulator migas sebagai bentuk transparansi dan kehati-hatian.
“Meskipun ibu Bupati memiliki hak mutlak memilih siapa yang memimpin BSP, beliau tetap meminta pendapat dari Kepala BPKP dan SKK Migas sebagai bentuk komitmen transparansi. Dan rekomendasi keduanya sama, bahwa Robi lebih unggul, baik dari pengalaman, visi misi yang terukur, maupun kesiapan memimpin BSP,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Siak Afni Zulkifli menegaskan, keputusan menunjuk Robi Junipa telah melalui pertimbangan matang dengan mengedepankan profesionalisme.
Menurut Afni, BSP membutuhkan percepatan dan pembenahan agar mampu memberikan kontribusi lebih besar bagi daerah.
“Prosesnya panjang dan kita mencari yang terbaik dari yang baik. Robi Junipa dipilih karena keunggulan kompetitif yang ia miliki. Kita butuh akselerasi cepat untuk performa BSP ke depan,” ujar Afni.
Bupati perempuan pertama di Kabupaten Siak itu juga memastikan keputusan yang diambilnya mengacu pada instrumen dan mekanisme negara, bukan berdasarkan kedekatan personal.
“Pilihan menjatuhkan restu pada Robi ini tidak asal pilih. Selain melalui lembaga PPM yang kredibel, keputusan ini juga sejalan dengan rekomendasi resmi dari Kepala BPKP dan SKK Migas,” katanya. (RK1/*)








