Menu

Mode Gelap
Perjuangan Hamizan, Balita Siak dengan Kelainan Jantung, Dapat Dukungan Pemkab dan Yayasan Jantung Indonesia Dua Agenda Krusial SIWO di HPN 2026: SIWO Award 2025 dan Penentuan Porwanas 2027 Prakiraan Cuaca Kepri Jumat, 16 Januari 2026 – Umumnya Berawan dengan Potensi Hujan Lokal Imigrasi Pekanbaru Tegaskan Komitmen Peningkatan Kinerja dan Pelayanan Keimigrasian Dusun Tua Rimba Cempedak Belum Berlistrik, Bupati Siak Janji Perjuangkan Penerangan Audiensi ke LAMR, KSPSI Riau Ingin Jaga Citra Organisasi dan Marwah Melayu

Pekanbaru

Remaja Dumai Ini Tewas Diterkam Buaya Saat Mancing, Warga Sisir Sungai dengan 20 Sampan

badge-check


					Jenazah mangsa buaya saat dievakuasi warga. (Foto: ist) Perbesar

Jenazah mangsa buaya saat dievakuasi warga. (Foto: ist)

RiauKepri.com, PEKANBARU– Nasib tragis menimpa Dwi Suhendra (19). Remaja asal Kelurahan Batu Teritip, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai, Riau, ini ditemukan tewas setelah diterkam buaya di Sungai Teluk Dalam.

Kapolsek Sungai Sembilan, Iptu Apriadi, mengatakan jasad korban ditemukan pada Sabtu (20/12/2025) sore, menjelang magrib. Korban ditemukan tersangkut di dekat akar pohon bakau di pinggir sungai.

“Jenazah korban ditemukan dengan luka gigitan pada telapak dan jari kaki sebelah kiri,” ujar Apriadi, Senin (22/12/2025).

Setelah dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka. Pihak keluarga sepakat memulangkan jenazah ke kampung halaman korban di Rantau Prapat, Provinsi Sumatera Utara, untuk dimakamkan.

Apriadi menjelaskan, peristiwa nahas itu terjadi pada Jumat (19/12/2025). Sekitar pukul 11.00 WIB, korban pergi memancing bersama dua rekannya, Tukimin (40) dan Misman (55), menggunakan sampan di Sungai Teluk Dalam.
Saat sedang memancing, korban yang merupakan anak dari pasangan Sutrisno (52) dan Atik (47) mencelupkan kakinya ke dalam air.

Sekitar pukul 15.00 WIB, seekor buaya tiba-tiba menerkam kaki korban dan menariknya ke dalam sungai. “Korban memasukkan kakinya ke dalam air. Sungai tersebut memang merupakan habitat buaya,” jelas Apriadi.

Kedua rekan korban tidak mampu memberikan pertolongan dan segera meminta bantuan warga. Puluhan warga kemudian menyisir sungai menggunakan sekitar 20 unit sampan. Namun, hingga pencarian dilakukan sampai subuh, korban belum ditemukan.

Pencarian dilanjutkan keesokan harinya dengan melibatkan petugas Polsek Sungai Sembilan. Pada hari kedua, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
“Jenazah korban ditemukan sekitar 100 meter dari lokasi awal serangan,” kata Apriadi.

Atas kejadian tersebut, pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di sungai, terutama di wilayah yang diketahui sebagai habitat buaya, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. (RK1)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Imigrasi Pekanbaru Tegaskan Komitmen Peningkatan Kinerja dan Pelayanan Keimigrasian

16 Januari 2026 - 06:12 WIB

Audiensi ke LAMR, KSPSI Riau Ingin Jaga Citra Organisasi dan Marwah Melayu

15 Januari 2026 - 18:43 WIB

‎Di Panggil Presiden Prabowo, Rektor Unilak Prof Junaidi hadir Bersama 1200 Rektor di Istana Presiden

15 Januari 2026 - 17:52 WIB

LAMR Terima Kunjungan Mahasiswa University Malaya, Perkuat Edukasi Budaya Melayu Serumpun

15 Januari 2026 - 07:10 WIB

Kejari Pelalawan Bongkar Mafia Pupuk, 15 Tersangka, 6 ASN Terjerat, Negara Jebol Rp 34 M

14 Januari 2026 - 14:53 WIB

Trending di Pekanbaru