Menu

Mode Gelap
Anambas Masuk Program Reaktivasi Internet BAKTI, 17 Lokasi Strategis Segera Terlayani Prakiraan Cuaca Jumat 23 Januari 2026: Mayoritas Wilayah Kepri Berawan, Sejumlah Titik Berpeluang Hujan Ringan Revitalisasi Pasar dan Tol Laut Jadi Fokus Audiensi Pemkab Anambas dengan Kemendag RI Respons Cepat Polisi Cegah Karhutla Meluas, Kebakaran Semak di Nongsa Berhasil Dikendalikan Dari Malaysia ke Riau, Mahasiswa UKM Merajut Silaturahmi Serumpun di LAMR SF Hariyanto Vs Ida: Jurus Terbuka di Gelanggang Kewenangan

Pekanbaru

Silaturahmi Lintas Lasykar dan Organisasi Belia Melayu Riau

badge-check


					Silaturahmi Lintas Lasykar dan Organisasi Belia Melayu Riau di Balai Adat LAMR, Pekanbaru.. (Foto: ist) Perbesar

Silaturahmi Lintas Lasykar dan Organisasi Belia Melayu Riau di Balai Adat LAMR, Pekanbaru.. (Foto: ist)

RiauKepri.com, PEKANBARU – Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) menggelar kegiatan Silaturahmi Lintas Lasykar dan Organisasi Belia Melayu Riau sebagai upaya memperkokoh persatuan, kebersamaan, dan semangat menjaga marwah adat Melayu, pada Senin (29/12) di Balai Adat LAMR, Pekanbaru.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai lasykar Melayu dan organisasi kepemudaan Melayu, Silaturahmi tersebut menjadi ruang dialog dan kebersamaan untuk menyatukan langkah dalam menjaga nilai-nilai adat, budaya, serta kearifan lokal Melayu Riau.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR, Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil, dalam sambutannya menegaskan bahwa lasykar, hulubalang dan belia Melayu memiliki peran strategis sebagai benteng adat dan budaya Melayu di tengah tantangan zaman.

“Lasykar dan organisasi belia Melayu harus menjadi kekuatan pemersatu, bukan terpecah oleh kepentingan sempit. Silaturahmi ini penting agar kita saling mengenal, saling menghormati, dan bergerak seiring sejalan menjaga marwah Melayu Riau,” ujar Datuk Seri Taufik

Sementara itu, Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR, Datuk Seri H. Marjohan Yusuf, menekankan pentingnya adab, kebijaksanaan, dan musyawarah dalam setiap gerak langkah lasykar serta hulubalang dan organisasi pemuda Melayu lainnya.

“Melayu itu besar karena adat dan budayanya. Laskar, Hulubalang dan Tameng adat hendaknya menjadi contoh dalam bertindak, mengedepankan adab, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemelayuan dalam kehidupan bermasyarakat,” kata Datuk Seri Marjohan. (RK1).

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dari Malaysia ke Riau, Mahasiswa UKM Merajut Silaturahmi Serumpun di LAMR

22 Januari 2026 - 17:48 WIB

SF Hariyanto Vs Ida: Jurus Terbuka di Gelanggang Kewenangan

22 Januari 2026 - 17:31 WIB

Sekolah Rakyat ke-4 Dibangun di Kuansing, Pemprov Riau Perluas Akses Pendidikan Gratis

22 Januari 2026 - 13:43 WIB

Pastikan Hak Pegawai Terpenuhi, Bupati Afni Awasi Pencairan TPP Pasca SOTK Baru

22 Januari 2026 - 13:07 WIB

Pengamat: Gugatan Rp15 M ke Polisi, Jalan Muflihun Mencari Keadilan dan Kepastian Status Hukum

22 Januari 2026 - 13:00 WIB

Trending di Pekanbaru