RiauKepri.com, PEKANBARU – Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) menggelar kegiatan Silaturahmi Lintas Lasykar dan Organisasi Belia Melayu Riau sebagai upaya memperkokoh persatuan, kebersamaan, dan semangat menjaga marwah adat Melayu, pada Senin (29/12) di Balai Adat LAMR, Pekanbaru.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai lasykar Melayu dan organisasi kepemudaan Melayu, Silaturahmi tersebut menjadi ruang dialog dan kebersamaan untuk menyatukan langkah dalam menjaga nilai-nilai adat, budaya, serta kearifan lokal Melayu Riau.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR, Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil, dalam sambutannya menegaskan bahwa lasykar, hulubalang dan belia Melayu memiliki peran strategis sebagai benteng adat dan budaya Melayu di tengah tantangan zaman.
“Lasykar dan organisasi belia Melayu harus menjadi kekuatan pemersatu, bukan terpecah oleh kepentingan sempit. Silaturahmi ini penting agar kita saling mengenal, saling menghormati, dan bergerak seiring sejalan menjaga marwah Melayu Riau,” ujar Datuk Seri Taufik
Sementara itu, Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR, Datuk Seri H. Marjohan Yusuf, menekankan pentingnya adab, kebijaksanaan, dan musyawarah dalam setiap gerak langkah lasykar serta hulubalang dan organisasi pemuda Melayu lainnya.
“Melayu itu besar karena adat dan budayanya. Laskar, Hulubalang dan Tameng adat hendaknya menjadi contoh dalam bertindak, mengedepankan adab, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemelayuan dalam kehidupan bermasyarakat,” kata Datuk Seri Marjohan. (RK1).







