Menu

Mode Gelap
Anambas Masuk Program Reaktivasi Internet BAKTI, 17 Lokasi Strategis Segera Terlayani Prakiraan Cuaca Jumat 23 Januari 2026: Mayoritas Wilayah Kepri Berawan, Sejumlah Titik Berpeluang Hujan Ringan Revitalisasi Pasar dan Tol Laut Jadi Fokus Audiensi Pemkab Anambas dengan Kemendag RI Respons Cepat Polisi Cegah Karhutla Meluas, Kebakaran Semak di Nongsa Berhasil Dikendalikan Dari Malaysia ke Riau, Mahasiswa UKM Merajut Silaturahmi Serumpun di LAMR SF Hariyanto Vs Ida: Jurus Terbuka di Gelanggang Kewenangan

Siak

Wabup Syamsurizal Optimistis PAD Siak Meningkat di 2026

badge-check


					Wakil Bupati Siak, Syamsurizal Budi. (Foto: ist) Perbesar

Wakil Bupati Siak, Syamsurizal Budi. (Foto: ist)

RiauKepri.com, SIAK– Wakil Bupati Siak Syamsurizal Budi menyatakan optimisme Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Siak akan meningkat pada 2026. Optimisme itu disampaikan usai Bupati Siak Dr. Afni Zulkifli memaparkan capaian kinerja dan realisasi APBD 2025, dilanjutkan dengan pemaparan Transparansi Capaian APBD 2025 dan Rencana APBD 2026 dalam konferensi pers bertema “Siak Hebat, Siak Bermartabat”, Senin (29/12/2025).

Syamsurizal menjelaskan, asumsi total APBD Kabupaten Siak Tahun Anggaran 2026 berada pada angka Rp2.371.382.550.392,16. Pemerintah daerah, kata dia, akan bekerja keras mengejar realisasi pendapatan agar perencanaan anggaran berjalan optimal.

“Struktur APBD masih didominasi belanja wajib, terutama belanja pegawai dan operasional. Ini menjadi tantangan utama yang harus terus kita efisienkan,” ujar Syamsurizal.

Dalam struktur belanja daerah 2026, sebanyak 82,15 persen APBD dialokasikan untuk belanja operasi atau belanja wajib yang meliputi belanja pegawai, barang dan jasa, subsidi, hibah, serta bantuan sosial.

Sementara belanja pembangunan dan layanan publik hanya mencapai 17,81 persen, dan belanja tidak terduga sebesar 0,04 persen.

Rincian belanja operasi meliputi belanja pegawai sebesar Rp1.076.411.322.486,16, belanja barang dan jasa Rp824.265.470.985,00, belanja subsidi Rp38.500.000.000,00, belanja hibah Rp45.658.905.400,00, serta belanja bantuan sosial Rp1.726.876.000,00.

Adapun belanja lainnya terdiri dari belanja modal sebesar Rp188.585.416.821,00 dan belanja transfer Rp233.698.758.700,00.
Untuk struktur pendapatan daerah 2026, total pendapatan diproyeksikan sebesar Rp2.370.258.822.007,16.

Pendapatan tersebut masih didominasi pendapatan transfer sebesar Rp1.679.889.081.000,00, yang terdiri dari transfer pemerintah pusat Rp1.501.989.081.000,00 dan transfer antar daerah Rp177.900.000.000,00.

Sementara PAD tercatat sebesar Rp690.369.741.007,16. PAD tersebut bersumber dari pajak dan retribusi daerah sebesar Rp125.924.341.389,00, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp247.424.232.583,00, serta lain-lain PAD yang sah sebesar Rp7.595.000.000,00.

Syamsurizal menegaskan, Pemkab Siak akan terus mendorong optimalisasi PAD secara bertahap guna mengurangi ketergantungan terhadap dana transfer. “Kami optimistis, dengan pembenahan sistem dan penguatan potensi daerah, PAD Siak bisa terus meningkat pada 2026,” katanya.

Dalam APBD 2026, Pemkab Siak juga memproyeksikan defisit anggaran sebesar Rp1.123.728.385,00. Defisit tersebut akan ditutup melalui pembiayaan daerah sebesar Rp14.415.168.835,00, dengan SiLPA tahun berkenaan sebesar Rp13.291.440.450,00.

Selain itu, Wabup memaparkan progres pembayaran tunda bayar Tahun Anggaran 2024 dengan total kewajiban Rp326.945.724.215,41. Hingga 26 Desember 2025, telah dibayarkan Rp206.014.420.943,91 atau 63,01 persen. “Sisa tunda bayar masih Rp120.931.303.271,50, dengan Rp49,23 miliar direncanakan dibayar pada 2025 dan Rp71,69 miliar digeser ke 2026,” jelasnya.

Meski menghadapi tantangan fiskal, Syamsurizal menegaskan komitmen Pemkab Siak untuk terus melakukan efisiensi anggaran. Sebanyak 17 program prioritas dan layanan masyarakat tetap menjadi fokus, meliputi penguatan fiskal desa, peningkatan infrastruktur dan konektivitas wilayah, fasilitas publik, serta penguatan aset daerah. (RK1)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pastikan Hak Pegawai Terpenuhi, Bupati Afni Awasi Pencairan TPP Pasca SOTK Baru

22 Januari 2026 - 13:07 WIB

Bupati Afni Tegaskan Pelayanan Honorer Non Database Harus Bebas Pungli

22 Januari 2026 - 10:09 WIB

Air PAM Tersendat, Bupati Siak Ungkap Ada Perusakan Sengaja di Tiga Titik

22 Januari 2026 - 09:36 WIB

Bupati Afni: Progres Jalan Inpres Pinang Sebatang Barat–Muara Kelantan Sudah 15 Persen

21 Januari 2026 - 20:40 WIB

DBH Sawit Siak 2026 Hanya Rp7,5 Miliar, Bupati Afni Suarakan Ketimpangan di APKASI

20 Januari 2026 - 07:59 WIB

Trending di Pekanbaru