RiauKepri.com, SIAK- Di bawah langit pagi lapangan Tanjung Agung, ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) berdiri rapi mengikuti apel perdana tahun 2026. Di hadapan mereka, Bupati Siak Dr. Afni Zulkifli menyampaikan pesan yang bukan sekadar instruksi birokrasi, tetapi juga pengingat tentang amanah dan harapan rakyat.
Pada apel Senin bersama di Lapangan Kantor Bupati Siak, Senin (5/1/2026), Afni mengajak seluruh ASN, termasuk PPPK paruh waktu yang baru dilantik, untuk meningkatkan kinerja dan menjaga semangat melayani masyarakat.
“Insya Allah, kalau Allah ridho, semuanya akan lebih baik. Kita yang hadir di sini adalah harapan dari setengah juta rakyat Siak,” ujar Afni.
Mantan wartawan itu menegaskan, di tengah kondisi fiskal daerah yang sempit, ASN tetap dituntut bekerja optimal dan penuh optimisme.
Afni mengingatkan bahwa setiap rupiah anggaran yang dikelola pemerintah daerah memiliki dampak langsung pada kehidupan masyarakat dan kesejahteraan pegawai.
Ia menekankan pentingnya disiplin kehadiran, transparansi, serta efisiensi dalam pengelolaan anggaran.
“Jaga setiap sen di 2026. Kita akan bekerja keras untuk melunasi kewajiban-kewajiban kita. Jangan sampai hak pegawai tertunda karena anggaran dialihkan ke hal lain,” ungkapnya.
Perempuan pertama menjadi bupati di Siak itu juga menyinggung beban utang daerah yang harus diselesaikan secara bertahap. Afni menargetkan pelunasan utang tahun 2024 pada 2026, serta minimal 50 persen utang tahun 2025.
Dalam nada reflektif, Afni mengajak ASN untuk tidak kehilangan harapan. Ia mengingatkan bahwa Kabupaten Siak pernah menerima dana Participating Interest (PI) sebesar Rp400 miliar pada 2023. “Mari kita berdoa. Siapa tahu, jika Allah berkehendak, tahun ini kita kembali mendapatkan dana PI, entah berapa jumlahnya, yang penting bisa mencicil hutang kita,” ucapnya.
Selain itu, Afni meminta efisiensi perjalanan dinas dan belanja melalui e-katalog. Setiap perjalanan dinas wajib mendapat izin tertulis pimpinan, dan kepala dinas tidak diperkenankan melakukan belanja tanpa persetujuan atasan.
Mengakhiri arahannya, Afni menekankan bahwa disiplin ASN bukan hanya soal aturan internal, tetapi menyangkut efek domino yang langsung dirasakan masyarakat.
“Tugas kita adalah memastikan pelayanan publik tetap berjalan baik. Ketika ASN disiplin, masyarakat yang paling merasakan manfaatnya,” ujarnya. (RK1)







