RiauKepri.com, BINTAN – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bintan tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi peserta didik, tetapi juga memberi dampak nyata bagi masyarakat sekitar. Salah satunya melalui operasional Dapur MBG yang menyerap puluhan tenaga kerja lokal dan menerapkan standar kebersihan serta gizi yang ketat.
Hal tersebut terlihat saat Bupati Bintan Roby Kurniawan meninjau langsung Dapur MBG yang beroperasi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Teluk Sebong, Kamis (08/01). Dapur yang mulai beroperasi sejak 8 Desember 2025 ini berlokasi di Desa Sri Bintan, bersebelahan dengan kawasan wisata Danau Bintan Enau.
Dalam kunjungan tersebut, Roby menyaksikan langsung aktivitas dapur yang telah dimulai sejak dini hari. Sebanyak 37 warga lokal terlibat dalam proses persiapan, mulai dari pengolahan hingga pengemasan 2.091 porsi makanan bergizi yang didistribusikan ke 20 satuan pendidikan, dari jenjang KB hingga SMA di beberapa desa.
Bupati Roby menegaskan bahwa keberhasilan program MBG tidak hanya diukur dari jumlah porsi yang diproduksi, tetapi juga dari kualitas layanan, kebersihan, serta kandungan gizi yang diterima para siswa.
“Program ini menyentuh dua sisi sekaligus. Anak-anak kita mendapatkan asupan gizi yang baik, sementara masyarakat sekitar juga mendapatkan peluang kerja. Karena itu, standar kebersihan, pengolahan, dan distribusi harus benar-benar dijaga,” ujar Roby usai peninjauan.
Bersama Sekda Bintan dan unsur Forkopimda, Roby meninjau seluruh alur dapur, mulai dari penyimpanan bahan baku, proses memasak, pengemasan, hingga pengelolaan limbah. Ia menekankan pentingnya pengolahan limbah yang ramah lingkungan agar aktivitas dapur tidak menimbulkan dampak negatif bagi sekitar.
Selain itu, perhatian juga diberikan pada manajemen waktu distribusi. Dengan jarak tempuh yang cukup jauh ke beberapa desa seperti Pengudang dan Berakit, Roby meminta agar pendistribusian dilakukan tepat waktu tanpa mengabaikan aspek higienitas.
Dalam dialog bersama pengelola dan ahli gizi SPPG Teluk Sebong, Roby juga menyoroti pentingnya variasi menu. Menurutnya, menu yang menarik dan sesuai selera anak akan membantu memastikan makanan bergizi benar-benar dikonsumsi dengan baik.
“Nilai gizinya harus terpenuhi, tapi tampilannya juga harus menarik. Kalau menunya bervariasi, anak-anak tidak cepat bosan dan tujuan program ini bisa tercapai maksimal,” tambahnya.
Ke depan, Kecamatan Teluk Sebong akan memiliki dua dapur SPPG. Selain dapur yang telah beroperasi saat ini, satu dapur tambahan tengah disiapkan di wilayah Mekar Sari untuk menjangkau sekolah-sekolah di Kelurahan Kota Baru serta desa-desa sekitarnya. Dengan penambahan ini, Pemerintah Kabupaten Bintan berharap layanan MBG semakin merata dan berkelanjutan. (RK9/*)







