RiauKepri.com, BINTAN – Pemerintah Kabupaten Bintan terus memperkuat fondasi ekonomi masyarakat pesisir melalui dukungan nyata di sektor perikanan. Bupati Bintan Roby Kurniawan menyerahkan bantuan sarana dan prasarana (sarpras) perikanan yang bersumber dari Dana Insentif Fiskal (DIF) Tahun Anggaran 2025 kepada para pelaku usaha perikanan, Jumat (09/01), di Aula Kantor Kecamatan Seri Kuala Lobam.
Bantuan tersebut menyasar kelompok pembudidaya, nelayan tangkap hingga pengolah hasil perikanan, sebagai bagian dari strategi meningkatkan produktivitas sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat pesisir. Sasaran bantuan meliputi Pokdakan (Kelompok Pembudidaya Ikan), Poklahsar (Kelompok Pengolah dan Pemasar Hasil Perikanan), serta KUB (Kelompok Usaha Bersama) perikanan tangkap.
Untuk sektor budidaya, tiga Pokdakan menerima total 40.000 ekor benih ikan lele, 10.000 ekor benih ikan gurame, dan 13.500 ekor benih ikan nila. Selain itu, bantuan pakan ikan juga disalurkan berupa pelet 781 sebanyak 4,56 ton dan pelet 781-1 sebanyak 3,9 ton guna menunjang keberlanjutan produksi.
Sementara itu, sektor perikanan tangkap diperkuat melalui penyaluran bantuan kepada tujuh KUB, berupa 2.120 bubu rajungan oval, 270 jaring apollo, 20 jaring ikan karang, serta 113 roll bahan kawat bubu ikan ukuran 1 inch. Di sisi hilir, sebanyak 10 unit chest freezer juga diberikan kepada tujuh Poklahsar untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk olahan perikanan.
Bupati Roby menegaskan bahwa bantuan ini tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan hasil tangkapan dan produksi, tetapi juga untuk menciptakan rantai usaha perikanan yang lebih kuat dan berkelanjutan. Menurutnya, sektor perikanan memiliki peran strategis dalam menopang perekonomian daerah, khususnya bagi masyarakat pesisir.
“Hari ini kita serahkan bantuan sarpras, baik untuk perikanan budidaya, perikanan tangkap, maupun olahan hasil perikanan. Harapannya tentu bantuan ini dapat dimanfaatkan dan dikelola sebaik mungkin agar hasil yang diperoleh semakin maksimal,” ujar Roby.
Ia juga mendorong para pelaku usaha perikanan untuk terus mengembangkan peluang usaha yang ada. Dengan potensi kelautan dan perikanan yang besar, Roby menilai dukungan pemerintah harus diimbangi dengan kemampuan masyarakat dalam mengelola sumber daya secara optimal dan berkelanjutan.
“Pemerintah akan selalu hadir. Yang terpenting, pelaku usaha perikanan jangan pernah patah semangat. Alam kita sangat kaya, tinggal bagaimana kita mengelolanya dengan bijak agar manfaatnya bisa dirasakan hingga generasi mendatang,” tambahnya.
Menutup sambutannya, Roby mengingatkan masyarakat pesisir, khususnya nelayan, agar selalu waspada menghadapi musim utara yang kerap disertai kondisi cuaca ekstrem dan sulit diprediksi. Ia berharap seluruh aktivitas masyarakat, terutama yang berkaitan langsung dengan laut, senantiasa berada dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa. (RK9)







