RiauKepri.com, PEKANBARU– Dewan Pimpinan Daerah Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (DPD KSPSI) Provinsi Riau melakukan kunjungan audiensi ke Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Provinsi Riau, Kamis (15/1/2026), di Balai Adat Melayu Riau, Jalan Diponegoro No. 39, Pekanbaru.
Rombongan DPD KSPSI Riau disambut langsung oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR Provinsi Riau, Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil, didampingi Sekretaris Umum DPH LAMR Datuk H. Jonnaidi Dasa, Datuk M. Fadli, Datuk Arman, Datuk Aspandiar, serta Panglima Madya Khalid.
Suasana silaturahmi berlangsung hangat dan penuh keakraban.
Ketua DPD KSPSI Provinsi Riau, Nursal Tanjung, mengatakan pihaknya datang untuk meminta tunjuk ajar dan bimbingan dari LAMR sebagai orang tua adat dalam menjalankan aktivitas organisasi. Ia menegaskan bahwa KSPSI ingin keberadaannya memberi manfaat dan tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
“Kami mohon tunjuk ajar agar tidak salah melangkah dalam bekerja, sehingga keberadaan kami tidak mencoreng citra organisasi dan tidak meresahkan masyarakat. Kami ini adalah aset yang juga punya peran dalam pembangunan Riau,” ujar Nursal.
Nursal membeberkan, KSPSI Riau menaungi 17 federasi organisasi pekerja. Selain bergerak di bidang ketenagakerjaan, KSPSI juga aktif dalam kegiatan sosial, UMKM, serta seni dan budaya Melayu, seperti menggelar pentas UMKM dan seni budaya Melayu setiap tahun selama satu bulan penuh.
“Dalam waktu dekat kami akan mengikuti Festival Melayu Piala Thailand yang ke-11. Kami berharap keikutsertaan ini dapat meningkatkan marwah Melayu Riau di tingkat internasional,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Umum DPH LAMR Provinsi Riau, Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil, menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menegaskan bahwa LAMR adalah rumah besar masyarakat Riau dan terbuka bagi semua elemen untuk bersilaturahmi serta berdiskusi dalam menjulang adat dan budaya Melayu.
“LAMR adalah rumah besar masyarakat Riau. Silakan datang untuk bersilaturahmi dan berdiskusi bersama dalam upaya menjunjung adat dan budaya,” katanya.
Datuk Seri Taufik juga menyinggung perjuangan LAMR dalam mendorong Riau menjadi daerah istimewa yang telah dimulai sejak 2025 dan masih terus diperjuangkan hingga kini. Menurutnya, usulan tersebut telah sampai ke Kementerian Dalam Negeri dan sesuai dengan ketentuan negara.
“Yang kita bawa adalah pengakuan terhadap peradaban Melayu di Riau,” ungkat Datuk Seri Taufik.
Ia turut menjelaskan makna Melayu sebagai sikap hidup, yakni merendahkan diri, menghargai orang lain, dan terbuka. “Melayu itu bukan soal garis keturunan, tetapi tingkah laku dan perbuatan,” tegasnya.
Datuk Seri Taufik berharap pertemuan ini menjadi langkah awal untuk membangun sinergi antara LAMR dan KSPSI dalam menggali, melestarikan, serta mengembangkan adat dan budaya Melayu, sekaligus berkontribusi dalam pembangunan Provinsi Riau. (RK1)







