Menu

Mode Gelap
Prakiraan Cuaca Kepri Kamis, 11 Juni 2026: Tanjungpinang dan Batam Berpotensi Hujan Ringan, Wilayah Kepulauan Dominan Cerah Berawan LAMR: Jangan Diamkan Pelanggaran HAM Kepada Masyarakat Adat Bhabinkamtibmas Desa Bantar Panen Cabai Rawit Dukung Ketahanan Pangan Bina Desa Mahasiswa PBM FIB Unilak Dalami Adat Pernikahan Mempura Siak LAMR Sambut Kehadiran BPK Riau, Perkuat Pelestarian Adat dan Budaya Melayu DPRD Batam Bahas Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Pemko Pertahankan WTP ke-14

Minda

Tiga Orang

badge-check


					Ilustrasi (net) Perbesar

Ilustrasi (net)

DALAM hidup yang singkat ini, wak, ada tiga golongan manusia yang tak usah dilawan, eloknya dijauhkan dari gelanggang perlawanan. Bukan sebab kita ini pengecut, tapi sebab adat mengajarkan: kalau tahu api, jangan pula disimbah dengan minyak. Menyulat api, dan silap langkah bukan luka yang dapat, binasa hidup jadinya.

Tiga orang itu: Pertama, orang kaya.

Orang kaya ini bukan sekadar banyak duit, tapi duitnya pandai berjalan, di lempar ke mayat bisa hidup. Orang kaya tak perlu angkat suara, cukup angkat cek. Yang hitam boleh diputihkan, yang lurus boleh dibengkokkan. Awak yang betul, boleh jadi bersalah. Awak yang bersalah, boleh pula jadi kambing hitam. Melawan orang kaya, wak, ibarat meludah ke langit, tak lama, jatuh ke muka sendiri.

Kedua, pimpinan alias bos.

Bos ini makhluk istimewa. Dia memegang hukum tak bertulis, tapi kuatnya mengalahkan undang-undang. Pasalnya cuma dua, tapi sakti.

Pasal pertama: Bos sentiasa betul.
Pasal kedua: Jika bos silap, rujuk semula pasal pertama.

Melawan bos bukan soal hujah, tapi soal periuk nasi, soal dapur berasap atau tidak. Salah cakap sedikit, bukan kena sungot saja tapi juga dipersilakan mengais rezeki di tempat lain.

Ketiga, orang gila.

Yang ini, wak, bukan sekadar tak boleh dilawan, tapi juga tak boleh difikirkan. Orang gila hidup di luar pagar hukum. Marah dia bukan marah biasa, akibatnya pun luar biasa. Yang paling aneh, semua orang faham keadaan orang gila, kecuali dia sendiri. Heee…

Anehnya dunia ini, wak, orang kaya dan bos yang berlagak berani itu, bila berhadapan dengan orang gila, alih-alih jadi lembut macam bubur lambuk Puan Dinawati. Bukan sebab berakhlak, tapi sebab tahu: orang gila tak ada apa yang boleh diugut, tak ada jawatan yang boleh ditarik, tak ada harta yang boleh disita.

Sebab itu orang gila lebih kaya daripada orang kaya, dia tak takut kehilangan. Dan lebih berkuasa daripada bos, dia tak tunduk kepada sesiapa.

Sekarang kita tengok pula kes BUMD di Riau, wak. Kalau yang dihadapi itu orang kaya dan bos, lengkap sudah dua syarat berbahaya. Maka adat berkata, ukur baju di badan sendiri. Jika kail panjang sejengkal, usah laut hendak diduga. Jangan lawan dengan emosi. Lawanlah dengan kerja betul, dokumen lengkap, dan kesabaran panjang berdepa-depa.

Tapi selalu juga ada yang berkata, “Kalau begitu, biarlah aku jadi orang gila.”

Ewah…! Wak, jangan cepat berangan. Menjadi orang gila itu bukan lakonan. Dia ilmu tinggi, tahapnya di atas profesor, maqamnya melangkaui tuan guru. Orang gila sejati tak banyak bercakap, tapi semua orang mengalah. Paham!

Kalau sekadar berani di mulut, petah di warung kopi, itu belum gila namanya, itu baru pandai bersilat lidah.

Maka ingat pesan orang tua-tua: Berani itu perlu, tapi beradat itu wajib.
Kalau belum cukup gila untuk ditakuti, cukupkanlah waras untuk selamat. Untuk sampai ke tepi, pandai-pandailah meniti buih, Wak.

Penulis: Taufik Hidayat, pemimpin redaksi riaukepri.com.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

LAMR: Jangan Diamkan Pelanggaran HAM Kepada Masyarakat Adat

10 Juni 2026 - 21:13 WIB

LAMR Sambut Kehadiran BPK Riau, Perkuat Pelestarian Adat dan Budaya Melayu

10 Juni 2026 - 17:32 WIB

Tiga Novel Penulis Pahang-Malaysia Dibedah di Unilak, Perkuat Dialog Sastra Melayu Lintas Negara

10 Juni 2026 - 11:06 WIB

Tahun Ajaran Baru, Rahn BRK Syariah Jadi Solusi Cerdas Penuhi Kebutuhan Pendidikan Anak

10 Juni 2026 - 08:52 WIB

Polda Riau Gagalkan Peredaran 6,9 Kg Sabu, Puluhan Ribu Jiwa Terselamatkan

9 Juni 2026 - 16:37 WIB

Trending di Pekanbaru