RiauKepri.com, PEKANBARU- Lembaga Adat Melayu Riau menerima kunjungan silaturahmi Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Riau, YFR Hermiyana, Senin (23/2/2026), di Balai Adat LAMR, Pekanbaru. Pertemuan berlangsung hangat dengan nuansa kekeluargaan khas Melayu.
Rombongan Kakanwil disambut langsung Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR Datuk Seri H. Raja Marjohan Yusuf, didampingi sejumlah pengurus, di antaranya Datuk H. Jonnaidi Dasa, Datuk Muhammad Fadhli, Datuk Herman Budoyo, dan Datuk Arman.
Dalam pertemuan tersebut, YFR Hermiyana memperkenalkan diri sebagai Kakanwil DJP Riau yang baru ditunjuk. Beliau menyampaikan bahwa kunjungan itu merupakan langkah awal untuk menjalin silaturahmi sekaligus memohon petuah dan tunjuk ajar dari para datuk pemangku adat dalam mengemban amanah di Bumi Lancang Kuning.
“Kami mohon doa restu dan tunjuk ajar dari para datuk agar dapat menjalankan amanah ini dengan baik, serta membangun sinergi yang harmonis bersama seluruh elemen masyarakat, termasuk LAMR,” ujar YFR Hermiyana.
Suasana pertemuan berlangsung cair. Bagi YFR Hermiyana, dukungan tokoh adat dinilai penting dalam membangun pendekatan yang lebih humanis kepada masyarakat, khususnya dalam menumbuhkan kesadaran dan kepatuhan pajak.
Sementara itu, Datuk Seri H. Raja Marjohan Yusuf menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menegaskan LAMR merupakan rumah besar bersama yang terbuka untuk bersinergi dengan berbagai pihak, termasuk instansi pemerintah, demi kemajuan daerah.
Menurut Datuk Seri Marjohan, nilai-nilai adat Melayu yang menjunjung tinggi kejujuran, amanah, dan tanggung jawab sejalan dengan semangat kepatuhan dalam menjalankan kewajiban perpajakan.
“Dalam adat Melayu, amanah adalah marwah. Ketika seseorang diberi tanggung jawab, maka ia wajib menjaganya dengan penuh integritas. Kami berharap kepemimpinan Kakanwil DJP Riau dapat memperkuat budaya taat pajak dengan pendekatan yang arif dan berkeadilan, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap institusi perpajakan semakin meningkat,” ujarnya.
Datuk Seri Marjohan menambahkan, sinergi antara lembaga adat dan pemerintah merupakan bagian dari ikhtiar bersama membangun negeri. “Adat dan pemerintah ibarat dua sisi yang saling menguatkan. Jika berjalan seiring, insyaAllah pembangunan akan lebih berkeadilan dan membawa kemaslahatan bagi masyarakat Riau,” ujarnya. (RK1)








