RiauKepri.com, PEKANBARU– Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) menerima kunjungan Komandan Korem (Danrem) 031/Wira Bima, Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu, S.Sos., M.Si., M.Han., bersama jajaran pada Senin (23/2/2026) di Balai Adat LAMR, Pekanbaru.
Rombongan Korem 031/Wira Bima disambut langsung oleh Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR Datuk Seri H. Raja Marjohan Yusuf dan Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil, beserta jajaran pengurus LAMR.
Mengawali pertemuan, Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat keluarga besar LAMR. Ia menegaskan pentingnya sinergi antara TNI dan lembaga adat dalam menjaga stabilitas keamanan serta keharmonisan kehidupan masyarakat.
“Lembaga adat memiliki peran strategis dalam memperkuat nilai-nilai kearifan lokal, mempererat persatuan, serta menjadi mitra dalam menjaga kondusivitas wilayah. Sinergi ini penting agar pembangunan dan kehidupan bermasyarakat berjalan dalam suasana aman dan damai,” ujarnya.
Menurutnya, kerja sama antara Korem 031/Wira Bima dan LAMR diharapkan semakin erat, terutama dalam membangun komunikasi sosial yang humanis dan berlandaskan nilai budaya setempat.
Senada dengan itu, Ketua Umum DPH LAMR Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil menyambut baik kunjungan tersebut sebagai bentuk penghormatan dan penguatan kolaborasi antara institusi pertahanan negara dengan lembaga adat Melayu Riau.
Datuk Seri Taufik menegaskan bahwa LAMR senantiasa mendukung upaya menjaga keutuhan NKRI serta menciptakan suasana aman dan damai di Bumi Lancang Kuning.
“Adat Melayu berpegang pada prinsip adat bersendi syarak, syarak bersendi Kitabullah, yang mengajarkan keseimbangan antara nilai agama, budaya, dan tanggung jawab kebangsaan,” ungkap Datuk Seri Taufik.
Dalam kesempatan itu juga disampaikan sejarah singkat budaya Melayu Riau yang tumbuh dari tradisi maritim dan perdagangan di kawasan Selat Malaka. Tradisi tersebut membentuk masyarakat yang terbuka, beradat, dan menjunjung tinggi marwah. Sejak masa kerajaan-kerajaan Melayu hingga era kemerdekaan, nilai kepahlawanan dan patriotisme Melayu menjadi bagian penting dalam menjaga tanah air.
Sementara itu, dalam petuah amanahnya, Ketua Umum MKA LAMR Datuk Seri H. Raja Marjohan Yusuf menegaskan bahwa hubungan antara adat dan negara ibarat “aur dengan tebing” yang saling menguatkan.
Menurutnya, TNI sebagai penjaga kedaulatan negara dan lembaga adat sebagai penjaga marwah budaya memiliki tanggung jawab bersama dalam merawat persatuan.
“Adat Melayu mengajarkan hidup berpayung kepada yang tinggi, bernaung kepada yang teduh. Dalam konteks kebangsaan, kita berdiri tegak menjaga negeri, memperkuat persaudaraan, dan menolak segala bentuk perpecahan,” tutur Datuk Seri Marjohan. (RK1)







