RiauKepri.com, PEKANBARU- Sebanyak 447 titik panas atau hotspot terpantau di Provinsi Riau hingga Selasa (25/8/2026) pagi. Pada saat yang sama, kondisi udara di Kota Pekanbaru berada dalam kategori berbahaya akibat tingginya konsentrasi PM2.5.
Data hotspot yang diperbarui pukul 07.00 WIB menunjukkan hotspot Riau menjadi salah satu penyumbang titik panas di Sumatera. Dari 2.787 hotspot yang terpantau di Sumatera, sebanyak 447 titik berada di Riau.
Hotspot terbanyak berada di Kabupaten Pelalawan dengan 174 titik, disusul Kabupaten Indragiri Hilir sebanyak 159 titik. Selanjutnya Bengkalis 40 titik, Indragiri Hulu 29 titik, Kampar 14 titik, Rokan Hilir 9 titik, Rokan Hulu 7 titik, Siak 6 titik, Pekanbaru 5 titik, Kepulauan Meranti 3 titik dan Kuantan Singingi 1 titik.
Sementara itu, kondisi udara Pekanbaru menunjukkan situasi yang mengkhawatirkan. Pada Senin (24/8/2026), konsentrasi PM2.5 sempat mencapai 318 µg/m³.
Angka tersebut menunjukkan kualitas udara berada pada level berbahaya dan berpotensi berdampak terhadap kesehatan masyarakat.
Forecaster On Duty Bella R. Adelia menyebut kondisi cuaca Riau pada Selasa didominasi udara kabur hingga berawan. Hujan ringan hingga sedang berpeluang terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Pekanbaru pada sore hingga malam hari.
Selain itu, masyarakat diminta mewaspadai potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah, termasuk Kampar, Siak, Pelalawan, Indragiri Hulu, Kuantan Singingi dan Kota Pekanbaru.
Suhu udara Riau diprakirakan berada pada 23–34 derajat Celsius dengan kelembapan 50–95 persen. Angin bertiup dari Tenggara hingga Barat Daya dengan kecepatan 10–30 kilometer per jam.
Dengan tingginya jumlah hotspot dan kondisi udara Pekanbaru yang berada pada level berbahaya, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak asap dan kualitas udara, terutama kelompok rentan. (RK1)









