RiauKepri.com, PEKANBARU– Akademisi sekaligus pakar energi, Prof Dr Eng Ir Muslim, ST, MT, IPU, memaparkan sejumlah kriteria penting yang harus dimiliki calon Direktur Utama perusahaan minyak dan gas bumi (migas), khususnya yang bergerak di sektor eksplorasi dan eksploitasi.
Menurut Prof Muslim, posisi direktur utama di perusahaan migas membutuhkan kombinasi kuat antara kompetensi teknis, pengalaman industri, kemampuan manajerial, serta integritas tinggi. Hal ini penting mengingat industri migas merupakan sektor strategis dengan risiko tinggi dan dinamika global yang kompleks.
Guru besar UIR ini menjelaskan, dari sisi akademik, kandidat ideal minimal memiliki gelar sarjana (S1) di bidang terkait seperti Teknik Perminyakan, Geologi, Teknik Kimia, Manajemen Energi, atau bidang relevan lainnya. Gelar pascasarjana seperti S2, MBA, atau bidang teknik juga menjadi nilai tambah.
Selain itu, sertifikasi profesional di sektor migas seperti Professional Engineer (PE), Society of Petroleum Engineers (SPE) Certification, Reservoir Management, atau Project Management Professional (PMP) juga dinilai penting untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan teknis.
“Industri migas membutuhkan pemimpin yang tidak hanya memahami bisnis, tetapi juga memiliki pemahaman teknis yang kuat terhadap proses eksplorasi dan produksi,” ujar profesor kelahiran Dedap, Kepulauan Meranti, Jumat (6/2/2026).
Dari sisi pengalaman profesional, Prof Muslim menilai calon direktur utama idealnya memiliki pengalaman minimal 15 hingga 20 tahun di industri migas, khususnya dalam kegiatan eksplorasi, pengembangan lapangan, dan produksi.
Ia juga menekankan pentingnya pengalaman kepemimpinan di level manajerial minimal 10 tahun, terutama di perusahaan migas internasional atau perusahaan eksplorasi dan produksi (E&P) terkemuka.
Menurut Prof Muslim, pengalaman memimpin proyek besar bernilai puluhan atau ratusan juta dolar AS akan lebih baik, termasuk pengalaman memimpin pemboran eksplorasi, operasi, hingga penilaian sumber daya (resource appraisal), menjadi indikator penting dalam proses seleksi.
Selain kompetensi teknis, kemampuan manajerial dan kepemimpinan strategis juga menjadi faktor kunci. Direktur utama harus mampu menyusun dan mengeksekusi strategi transformasi bisnis di tengah perubahan pasar energi global.
“Industri ini sangat dipengaruhi volatilitas harga minyak, dinamika geopolitik, dan perubahan regulasi. Karena itu, pemimpin perusahaan harus mampu mengambil keputusan strategis di tengah ketidakpastian yang tinggi,” jelasnya.
Prof Muslim menambahkan, pemimpin perusahaan migas juga harus memiliki kemampuan mengelola krisis, membangun ketahanan organisasi, serta mengambil keputusan cepat berbasis data.
Di sisi lain, pemahaman terhadap teknologi industri migas modern juga menjadi tuntutan penting.
Hal tersebut meliputi teknologi seismik 3D dan 4D, karakterisasi reservoir, enhanced oil recovery (EOR), perencanaan pengembangan lapangan, hingga pemanfaatan digital oilfield dan analisis berbasis kecerdasan buatan.
“Pemimpin perusahaan juga harus mampu mengelola lapangan migas yang sudah mature serta memahami risiko teknis, keselamatan kerja, dan aspek lingkungan,” katanya.
Prof Muslim juga menyoroti pentingnya kompetensi bisnis dan keuangan, termasuk kemampuan membaca dinamika pasar global, melakukan negosiasi kontrak besar seperti Production Sharing Contract (PSC), Gross Split (GR), joint venture, serta pengelolaan investasi.
Selain itu, calon direktur utama harus memiliki kemampuan mengelola alokasi modal, efisiensi biaya operasional, serta melakukan analisis ekonomi proyek seperti net present value (NPV), internal rate of return (IRR), dan titik impas proyek.
Budak Melayu itu menegaskan pentingnya kemampuan memahami risiko geopolitik dan regulasi energi yang terus berkembang, baik di tingkat nasional maupun internasional. “Pemimpin perusahaan migas harus mampu menavigasi perubahan kebijakan, termasuk aturan local content, rezim pajak, serta regulasi lingkungan,” ungkapnya.
Prof Muslim menambahkan, aspek tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) dan komitmen terhadap prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) juga menjadi faktor penting dalam kepemimpinan perusahaan migas modern.
Menurutnya, direktur utama harus mampu mengintegrasikan prinsip keberlanjutan, termasuk pengurangan emisi, pengelolaan limbah, serta perlindungan lingkungan dan masyarakat sekitar wilayah operasi.
Selain kompetensi teknis dan bisnis, ia menilai soft skills seperti komunikasi efektif, kepemimpinan inklusif, serta kemampuan membangun tim yang kuat juga menjadi faktor penting dalam membangun organisasi yang tangguh.
“Yang tidak kalah penting adalah integritas dan reputasi profesional yang bersih. Kandidat harus memiliki rekam jejak etika yang baik serta tidak memiliki konflik kepentingan yang merugikan perusahaan,” ucap Prof Muslim. (RK1)







