Menu

Mode Gelap
Bupati Bengkalis Sampaikan Harapan dan Doa Terbaik untuk BRK Syariah di Usia ke-60 QRIS BRK Syariah Permudah Seluruh Pembayaran di Universitas Riau, dari PMB hingga Yudisium Prakiraan Cuaca Kepri Senin, 6 April 2026: Mayoritas Wilayah Berpotensi Hujan Ringan hingga Sedang ‎Camat Mudahir: MEB Day Jemaja Siap Jadi Agenda Rutin Bulanan ‎Camat Jemaja Dorong UMKM Lewat MEB DAY, Siap Hadirkan Pasar Kaget Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Tegaskan Ketersediaan BBM Aman, Imbau Masyarakat Beli BBM di Lembaga Penyalur Resmi

Seni dan Budaya

Penyair Bintan Erizal Norman Pukau Delegasi Asia Tenggara di Nadim Festival 2026

badge-check


					Erizal Norman di Asia Tenggara di Nadim Festival 2026. (Foto: ist) Perbesar

Erizal Norman di Asia Tenggara di Nadim Festival 2026. (Foto: ist)

RiauKepri.com, BATAM – Pelataran Museum Raja Ali Haji, Batam, menjadi saksi bisu kemegahan sastra Melayu pada malam pertama gelaran Nadim Festival 2026, Sabtu (4/4) malam. Penyair asal Bintan, Erizal Norman, yang tampil sebagai pembaca puisi penutup dalam acara Parade Puisi, berhasil memukau ratusan pasang mata yang hadir.

Penampilan Erizal menjadi puncak emosional dalam rangkaian acara yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni 4 hingga 5 April 2026. Dengan artikulasi yang tajam dan penghayatan mendalam, ia berhasil menyihir delegasi lintas negara yang memadati area pelataran museum.

Nadim Festival bukan sekadar perhelatan lokal. Kehadiran peserta dari berbagai negara dan daerah mempertegas posisi Batam sebagai hub kebudayaan Melayu di Asia Tenggara. Peserta yang hadir di antaranya berasal dari Singapura, Malaysia, Kalimantan, Jakarta, dan Banten.

“Penampilan Erizal Norman memberikan kesan mendalam. Sebagai penutup parade puisi malam ini, ia berhasil mengikat semangat kebersamaan antarnegara melalui bait-bait yang ia bawakan,” ujar salah satu koordinator acara di sela-sela kegiatan.

Festival yang digelar di pelataran Museum Raja Ali Haji ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi sastrawan serumpun sekaligus memperkenalkan kekayaan sejarah Batam kepada dunia internasional. Pemilihan lokasi museum dianggap representatif untuk membangkitkan kembali memori kolektif akan kejayaan literasi Melayu.
​Parade puisi pada Sabtu malam merupakan bagian dari agenda besar festival yang masih berlanjut. Selain pembacaan puisi, festival ini juga menyuguhkan berbagai atraksi seni dan diskusi budaya yang melibatkan para cendekiawan dari negara-negara tetangga.

Keberhasilan Erizal Norman menutup malam pertama dengan impresif diharapkan menjadi pemantik semangat bagi penampil lainnya. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rumah Budaya Tengku Mahkota Wakili Indonesia Ikut Simposium Bangsawan Nusantara di Perak

29 September 2025 - 11:00 WIB

PPN XIII Jakarta: Puisi Menjalin Persaudaraan Asia Tenggara, Ini Sejarahnya

6 September 2025 - 14:39 WIB

Budaya Melayu, Superego Kultural yang Mulai Dilupakan

2 September 2025 - 14:02 WIB

Dari Tepian Narosa, Dukungan Besar Menbud untuk LARM se-Sumatera

21 Agustus 2025 - 15:17 WIB

Parade Puisi Kemerdekaan

16 Agustus 2025 - 09:57 WIB

Trending di Seni dan Budaya