Menu

Mode Gelap
Jalan Rusak Parah, Warga Kesal: ‘Kemarin Jembatan, Sekarang Jalan Lagi Dirusak PLN’ Prakiraan Cuaca Kepri Sabtu, 25 April 2026: Batam–Tanjungpinang Berawan, Natuna dan Anambas Berpotensi Hujan Program JALUR Polda Riau Sasar Suku Talang Mamak di Pedalaman Inhu, Bagikan Sembako, alat tulis anak-anak hingga Layanan Kesehatan Gratis 477 Personel Polda Kepri Dimutasi, Rotasi Jabatan untuk Penyegaran dan Peningkatan Kinerja Jaga Marwah Organisasi, PWI Kepri Minta DK Evaluasi Legalitas Anggota di Wadah KJK Komisi II DPRD Kabupaten Bintan Laksanakan Koordinasi Program Kampung Nelayan Merah Putih ke DKP Provinsi Kepri

Nasional

PPN XIII Jakarta: Puisi Menjalin Persaudaraan Asia Tenggara, Ini Sejarahnya

badge-check


					Ahmadun Yosi. F: Dok Perbesar

Ahmadun Yosi. F: Dok

RiauKepri.com, JAKARTA— Sekitar 18 tahun lalu, pada 2007, gagasan Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) lahir di Medan. Saat itu, sekitar 50 penyair dari lima negara Asia Tenggara—Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, dan Thailand—berkumpul atas prakarsa Laboratorium Sastra Medan. Dari pertemuan inilah lahir tekad untuk menjadikan puisi sebagai pengikat persaudaraan lintas bangsa.

Sejak awal, PPN dimaksudkan tidak hanya sebagai ajang silaturahmi para penyair, tetapi juga sebagai forum untuk saling mengenali, memahami, dan mengapresiasi perkembangan perpuisian di kawasan. Kesepakatan bersejarah pun ditandatangani oleh tokoh-tokoh sastra dari lima negara, termasuk Mohamad Saleeh Rahamad dan S.M. Zakir (PENA Malaysia), Viddy AD Daery dan Ahmadun Yosi Herfanda (KSI Indonesia), Afrion (Laboratorium Sastra Medan), Zefri Ariff (Asterawani Brunei Darussalam), Nik Rakib bin Nik Hassan (Nusantara Studies Thailand), serta Djamal Tukimin (Asas 50 Singapura).

Dari Medan, perjalanan PPN terus berlanjut ke berbagai kota dan negara: Kediri, Brunei Darussalam, Kuala Lumpur, Palembang, Jambi, Singapura, Thailand, Tanjung Pinang, Banten, Kudus, hingga kembali ke Kuala Lumpur, dan tahun 2025 ini Jakarta dipercaya menjadi tuan rumah. Hingga kini, sudah 13 kali PPN digelar.

Salah satu tonggak penting terjadi di Kuala Lumpur, ketika istilah “Pesta Penyair Nusantara” diganti menjadi “Pertemuan Penyair Nusantara” agar kegiatan ini tidak hanya dipandang sebagai ajang seremonial, melainkan forum yang lebih bermakna.

“Setiap PPN selalu melahirkan antologi puisi bersama, yang jika dikumpulkan, akan membentuk peta perkembangan perpuisian di lima negara serumpun. PPN juga menghasilkan banyak makalah dan pemikiran sastra yang sayang sekali belum dibukukan,” ungkap Ahmadun Yosi Herfanda, Ketua Panitia PPN XIII.

Ia menambahkan, ke depan PPN perlu lebih kreatif dengan agenda yang segar, termasuk rencana penerbitan antologi pilihan 19 tahun PPN dan kumpulan makalah penting dari PPN I hingga XIII.

Selain itu, pernah pula muncul gagasan penghargaan sastra versi PPN, termasuk Anugerah Penyair Nusantara, yang sempat direkomendasikan namun belum terealisasi secara konsisten.

“PPN bukan sekadar ajang mempererat persaudaraan melalui puisi. Ia bisa memberi arti lebih dari itu—menjadi wadah yang relevan dengan zamannya, sekaligus warisan kultural yang terus hidup,” lanjut Ahmadun.

Selama masih ada pihak yang bersedia menjadi tuan rumah dan komunitas yang berkomitmen, PPN diyakini akan terus berlangsung lintas generasi. “Semoga kita diberi umur panjang untuk tetap berjumpa di PPN-PPN berikutnya,” tutup Ahmadun. (Red)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bupati H. Asmar Ikuti Rakornas Kementan RI, Bahas Strategi Hadapi Musim Kering Jaga Ketahanan Pangan Nasional

24 April 2026 - 11:18 WIB

Ketua Karang Taruna Kota Batam Kunjungi Pengurus Nasional Karang Taruna di Sekretariat PNKT

23 April 2026 - 20:01 WIB

Bupati Roby Ekspose Kesiapan Implementasi Manajemen Talenta ASN di BKN RI

22 April 2026 - 16:46 WIB

Isu Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Mencuat, Bidik Peserta Menengah Atas

21 April 2026 - 20:12 WIB

Polri Ungkap 330 Tersangka Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi dalam 13 Hari

21 April 2026 - 12:59 WIB

Trending di Nasional