Menu

Mode Gelap
LAMR: Jangan Diamkan Pelanggaran HAM Kepada Masyarakat Adat Bhabinkamtibmas Desa Bantar Panen Cabai Rawit Dukung Ketahanan Pangan Bina Desa Mahasiswa PBM FIB Unilak Dalami Adat Pernikahan Mempura Siak LAMR Sambut Kehadiran BPK Riau, Perkuat Pelestarian Adat dan Budaya Melayu DPRD Batam Bahas Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Pemko Pertahankan WTP ke-14 Sosialisasi B2SA Digelar di Ulu Maras, Dorong Ketahanan Pangan dan Keluarga Sehat

Nasional

Dari Tepian Narosa, Dukungan Besar Menbud untuk LARM se-Sumatera

badge-check


					Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan Sekretaris Jenderal Sekretariat Bersama Lembaga Adat Rumpun Melayu (LARM) se-Sumatera, Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil. Perbesar

Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan Sekretaris Jenderal Sekretariat Bersama Lembaga Adat Rumpun Melayu (LARM) se-Sumatera, Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil.

RiauKepri.com, PEKANBARU- Di tengah gegap gempita Festival Pacu Jalur 2025 yang membelah arus Sungai Kuantan, ada momen tenang namun penuh makna di atas panggung utama Tepian Narosa, Kuantan Singingi, Rabu (20/8/2025). Bukan sorak-sorai penonton yang jadi sorotan, melainkan pertemuan singkat tapi hangat antara Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan Sekretaris Jenderal Sekretariat Bersama Lembaga Adat Rumpun Melayu (LARM) se-Sumatera, Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil.

Tak lebih dari beberapa menit mereka berbicara, namun gerak-gerik keduanya menyimpan kesepahaman yang dalam. Di tengah riuh festival budaya yang mendunia, Fadli Zon memanggil ajudannya. Sebuah kartu nama diserahkan langsung kepada Datuk Seri Taufik. Lalu, momen itu diabadikan lewat kamera ponsel, bukan sekadar dokumentasi, tapi penanda komitmen.

“Saya laporkan kepada beliau bahwa hasil Musyawarah V Sekber LARM se-Sumatera menetapkan Riau sebagai sekretariat bersama,” kata Datuk Seri Taufik, Kamis (21/8/2025).

Respons Fadli Zon cepat dan hangat, “Bagus itu, adakan nomor handphone saya,” ucapnya disambut senyum dan anggukan oleh Datuk Seri Taufik.

Dalam obrolan singkat itu, tercetus keinginan LARM se-Sumatera untuk duduk bersama Menteri Kebudayaan. Fadli menyambutnya dengan terbuka, hanya tinggal menyusun waktu. Tak ada protokol panjang, tak ada formalitas berlapis. Hanya niat baik yang mengalir di tengah semangat menjaga adat dan budaya.

“Kita siap mendorong perkembangan LARM dalam upaya pengembangan dan pelestarian adat dan budaya secara nasional,” ujar Fadli, menegaskan keseriusannya.

Sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian LAMR Provinsi Riau, Datuk Seri Taufik menilai pertemuan ini menjadi langkah awal untuk membawa suara bersama rumpun Melayu ke level kebijakan yang lebih luas. “Kami ingin membentang berbagai persoalan adat dan budaya yang sama di Sumatera ini kepada Menteri Kebudayaan,” ujarnya.

Tak main-main, dari Musyawarah V Sekber LARM se-Sumatera, belasan rekomendasi telah dirumuskan. Isinya membahas pelestarian, pendidikan adat, regenerasi, hingga penguatan kelembagaan. Semua akan dibawa ke meja diskusi nasional, dengan harapan, adat Melayu tak hanya bertahan, tapi berkembang dalam denyut zaman.

Dari tepian sungai yang jadi saksi perlombaan jalur, semangat kebudayaan hari itu tak hanya mengalir di atas air, tapi juga mengalir dalam percakapan dua tokoh, untuk warisan yang lebih lestari. (RK1)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

LAMR: Jangan Diamkan Pelanggaran HAM Kepada Masyarakat Adat

10 Juni 2026 - 21:13 WIB

Dirjen Imigrasi Ajak Jajaran Tinggalkan Praktik Lama dan Kembalikan Kepercayaan Publik

10 Juni 2026 - 14:24 WIB

PT BSP dan Fakultas Teknik UNRI Bahas Kerja Sama Program Magang Berdampak

8 Juni 2026 - 18:19 WIB

Ditunda, Penerapan Batas Belanja Pegawai 30% APBD

8 Juni 2026 - 16:37 WIB

Peringatan Tsunami di Indonesia Berakhir, Korban Gempa Filipina Bertambah

8 Juni 2026 - 14:02 WIB

Trending di Internasional