Menu

Mode Gelap
Kolaborasi LAMR-FH UIR Perkuat Kajian Hukum Adat Melayu Jelang Panen Kepayang, Camat Jemaja Timur Satukan Persepsi Demi Ciptakan Panen Aman dan Kondusif Lanal Dumai Sambut Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, Perkuat Kedaulatan Rupiah hingga Wilayah Terluar Riau Polsek Mandau Ungkap Kasus Dugaan Peredaran Sabu, Satu Tersangka Diamankan 152,3 Km Jalan Kabupaten Siak Ditangani dan Libatkan CSR Perusahaan PWI Kepri Tegaskan, Tak Ada Pembahasan Soal UKW KJK dengan PWI Pusat

Internasional

Rumah Budaya Tengku Mahkota Wakili Indonesia Ikut Simposium Bangsawan Nusantara di Perak

badge-check

Simposium Bangsawan Nusantara di Perak, Malaysia. Perbesar

Simposium Bangsawan Nusantara di Perak, Malaysia.

RiauKepri.com, PERAK- Rumah Budaya Tengku Mahkota Riau menghadiri undangan Majlis Simposium Bangsawan Nusantara yang digelar sempena Jarayawara Bangsawan Nusantara. Acara ini ditaja oleh Waris Moraza Negeri Perak, Malaysia, pada 27 September 2025 di Universiti Kuala Lumpur Royal College of Medicine Perak.

Simposium ini menjadi wadah pertemuan para penggiat seni, akademisi, pelajar, serta masyarakat serumpun untuk membincangkan, menyajikan, dan meraikan teater bangsawan sebagai warisan budaya Melayu. Peserta datang dari empat negara, yakni Malaysia, Indonesia, Singapura, dan Brunei Darussalam. Rangkaian kegiatan meliputi diskusi ilmiah, persembahan jarayawara, bengkel pendidikan, hingga pembentukan jaringan kerja sama Nusantara.

Muhammad Reza Akmal, S.Psi., selaku panelis perwakilan Indonesia, menegaskan bahwa bangsawan bukan sekadar tontonan seni, melainkan tuntunan budaya yang diwariskan leluhur. “Simposium ini menjadi ruang penting mempertemukan pelaku, akademisi, dan generasi muda dari berbagai negara serumpun dalam menjaga, mengembangkan, serta menghidupkan kembali semangat kebangsawanan di era modern,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Indonesia turut mempersembahkan karya berjudul Mahkota Sultan yang mengangkat kisah Kesultanan Siak Sri Indrapura. Pementasan itu bercerita tentang perjuangan Sultan Syarif Kasim II melawan penjajah dan penyerahan 13 juta gulden emas untuk modal kemerdekaan Indonesia.

“Melalui kisah ini, kami ingin menampilkan nilai kepemimpinan, kebijaksanaan, dan marwah budaya Melayu yang termaktub dalam sejarah Kesultanan Siak, agar terus dikenang serta menginspirasi generasi masa kini,” tambah Reza.

Ia juga berharap momentum simposium ini dapat semakin memperkenalkan Provinsi Riau sebagai salah satu pusat kebudayaan Melayu di tingkat regional maupun internasional.

“Tradisi bangsawan harus menjadi ikon kebanggaan, bukan hanya untuk Riau, tetapi juga Indonesia. Dengan dukungan generasi muda, akademisi, dan pemerintah, seni budaya ini bisa menjadi kekuatan identitas sekaligus diplomasi kebudayaan di pentas dunia,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Datin Shahnoor Zahutin Mohd Haslan Mayudin selaku penganjur. Menurutnya, Simposium Bangsawan Nusantara diadakan untuk memperkukuh peran bangsawan sebagai warisan budaya Nusantara, menghubungkan penggiat seni dan akademik lintas negara, serta melahirkan platform kolaborasi dan pertukaran ilmu di tingkat serumpun.

“Kehadiran dan komitmen para tokoh, sarjana, pelajar, dan penggiat seni dari Indonesia, Singapura, Brunei, dan Malaysia amat kami hargai,” ujarnya.

Dengan simposium ini, diharapkan teater bangsawan dapat terus hidup. Sebab, di atas panggung, kisah lama bukan sekadar dipentaskan, melainkan dirawat sebagai bagian dari sejarah dan peradaban Melayu. (rilis)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

LAMR dan FSBMR Jalin Kerja Sama, Gelar Melayu Berdendang Setiap Malam Sabtu

10 Juli 2026 - 22:17 WIB

LAMR: Andreas Mazlan Minta Maaf, Persoalan Diselesaikan Secara Kekeluargaan

25 Juni 2026 - 19:58 WIB

Gaduh Sastra

25 Juni 2026 - 15:13 WIB

Kisah Petugas Haji Asal Batam: Saibansah dan Seteguk Air di Tanah Suci

19 Juni 2026 - 20:59 WIB

Peringatan Tsunami di Indonesia Berakhir, Korban Gempa Filipina Bertambah

8 Juni 2026 - 14:02 WIB

Trending di Internasional