Menu

Mode Gelap
Ansar Ahmad Bahas Kawasan Bebas Bintan–Karimun di Metro TV Pansus LKPj Gelar Rapat Marathon, Intensifkan Pembahasan dengan OPD LAMR Terima Kuliah Lapangan Mahasiswa PGSD FKIP UNRI, Bahas Budaya Melayu dalam Perspektif Global Pasutri Diduga Pengedar Ekstasi Ditangkap di Selatpanjang Dua Pria Diamankan Satresnarkoba Polres Bengkalis,1 Anggota Linmas Desa Jangkang Dan 1 Masyarakat Biasa 1 Staf Linmas Desa Jangkang Positif Narkotika, Bukti Desa Jangkang Belum Bebas dari Narkoba

Minda

Wilayah Perbatasan Indonesia

badge-check


					Hasrul Sani Siregar, S.IP, MA Perbesar

Hasrul Sani Siregar, S.IP, MA

Hasrul Sani Siregar, S.IP, MA

Widyaiswara di BPSDM Provinsi Riau

Penulis Buku : Penguatan Otonomi Daerah dan Asas Desentralisasi

 

SEBAGAI negara kepulauan terbesar, Indonesia perlu mengedepankan penguatan wilayah perbatasan dan pulau-pulau terluar. Sebagai negara kepulauan terbesar di kawasan Asia Tenggara, Indonesia memiliki kepentingan yang sangat besar terhadap wilayah perbatasan dan pulau-pulau terluar tersebut khususnya yang berbatasan langsung dengan negara tetangga yang memiliki perbatasan laut seperti Malaysia. Malaysia, Filipina, Vietnam dan juga Timor Leste masih memiliki sengketa dengan Indonesia. Sengketa laut dengan Malaysia, Filipina dan Vietnam dan sengketa daratan dengan Timor Leste di perbatasan provinsi Nusa Tenggara Timur.  Semua tersebut mesti diselesaikan melalui meja perundingan.

Sengketa perbatasan antara Indonesia dan Malaysia masih menjadi agenda perundingan oleh kedua negara tersebut. Sengketa wilayah oleh kedua negara, lebih difokuskan pada sengketa kepemilikan pulau-pulau di daerah perbatasan dan pulau-pulau terluar khususnya di pulau Kalimantan (Borneo). Menjaga wilayah perbatasan dan pulau-pulau terluar juga menjadi hal yang utama dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pengelolaan wilayah perbatasan tentu memerlukan koordinasi antara semua stakeholders yang ada.

Pertanyaannya selama ini pengelolaan wilayah perbatasan dan pulau pulau terluar belum secara maksimal dilakukan dan masih memerlukan perhatian yang serius oleh pemerintah mengingat potensi sengketa dengan negara tetangga cukup besar. Oleh sebab itu, koordinasi perencanaan dan pengendalian perlu di tingkatkan lagi agar hasilnya maksimal. Wilayah perbatasan dan pulau-pulau terluar memiliki peran strategis baik dari sisi ekonomi, politik maupun pertahanan. Potensi ekonomi di kawasan perbatasan dan pulau-pulau terluar belum banyak dimanfaatkan secara optimal dan memerlukan perhatian khusus oleh pemerintah.

Penguatan sistem pertahanan, keamanan dan pembangunan di wilayah perbatasan dan pulau-pulau terluar menjadi salah satu prioritas nasional. Membangun wilayah perbatasan dan pulau-pulau terluar bagi pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan akan memperkuat salah satunya nasionalisme kebangsaan khususnya di wilayah yang berbatasan dengan negara-negara tetangga seperti Malaysia, Timor Leste dan Papua Nugini. Menjadikan masyarakat di wilayah perbatasan dan pulau-pulau terluar sebagai garda terdepan dalam menjaga kedaulatan negara melalui peningkatan kesejahteraan merupakan prioritas utama. Kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan dan pulau-pulau terluar memiliki peran yang sangat besar dalam memperkuat nasionalisme keindonesiaan.

Penguatan wilayah maritim dan kepulauan Indonesia tentu menjadi prioritas utama sebagai negara kepulauan. Peningkatan infrastruktur di wilayah perbatasan dan kepulauan menjadi hal yang utama. Wilayah perbatasan dan pulau-pulau terluar Indonesia tentunya menjadi wilayah terdepan yang mana Indonesia sudah diakui oleh dunia internasional sebagai negara kepulauan (Archipelagic State). Sebagai negara kepulauan yang memiliki wilayah yang cukup luas dan berpotensi menjadi sengketa dengan negara-negara lainnya, Indonesia perlu memperkuat infrastruktur ekonomi dan segala potensi yang ada di dalamnya untuk mendukung hal tersebut Kalau itu tidak dikelola secara baik dan profesional, akan berdampak kepada hilangnya pulau-pulau yang lainnya.

Beberapa wilayah perbatasan dengan negara tetangga seperti dengan Malaysia dan Brunai Darussalam merupakan hal yang penting juga untuk dijaga dalam membangun wilayah di perbatasan dan pulau-pulau terluar Indonesia tersebut. Misalnya provinsi kalimantan utara ini merupakan provinsi terdepan dan berbatasan langsung dengan negara bagian sarawak, di malaysia timur dan negara brunai darussalam. provinsi kalimantan utara menjadi pintu gerbang terdepan di wilayah perbatasan dan menjadi wilayah perbatasan dalam menjaga wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sudah waktunya daerah-daerah yang terletak di wilayah perbatasan dan pulau-pulau terluar menjadi prioritas dalam menjaga integritas dan keutuhan wilayah negara kesatuan republik indonesia (NKRI). Memperkuat jiwa nasionalisme di daerah perbatasan dan pulau-pulau terluar merupakan hal yang utama. Oleh sebab itu penguatan terhadap wilayah perbatasan dan pulau-pulau terluar Indonesia menjadi prioritas utama dalam membangun Indonesia sebagai negara maritim (nusantara) terbesar di Asia Tenggara.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Perjalanan Otonomi Daerah

21 April 2026 - 11:19 WIB

Bisakah Pendidikan Mengubah Masyarakat?

20 April 2026 - 11:12 WIB

Akhir dari Pemekaran Daerah?

18 April 2026 - 13:10 WIB

Panipahan

18 April 2026 - 10:32 WIB

Dekarbonisasi Industri Migas: Strategi Transisi Menuju Net Zero Emission 2050

15 April 2026 - 08:15 WIB

Trending di Minda