Menu

Mode Gelap
Hubungan Malaysia dan Filipina: Isu Sabah Kisah Herlina, Elvita dan Sinta: Perjalanan Menjadi Mualaf dan Harapan Baru dari Bantuan UPZ BRK Syariah BMKG: Sejumlah Wilayah Kepri Berpotensi Diguyur Hujan pada Kamis, 14 Mei 2026 Wartawan Tinggalkan Lokasi Kunker Kapolda Kepri di Anambas Karena Sulit Ambil Dokumentasi Polsek Mandau Ungkap Kasus Diduga Peny Peny Sabu di Bathin Solapan, Satu Pria Diamankan Zuliaifanda Bayi Penderita Jantung Bocor, Dapat Bantuan PT TIMAH Untuk Pengobatan

Anambas

‎Alizar: Nelayan Kecil Butuh Keadilan,  Jangan Tebang Pilih Soal Pengiriman Barang

badge-check


					Alizar. (Foto: ist) Perbesar

Alizar. (Foto: ist)

‎Riaukepri.com, ANAMBAS – Mewakili nelayan Kecamatan Jemaja, Alizar menyampaikan aspirasi sekaligus keluhan para nelayan Letung terkait larangan pengiriman ikan menggunakan kapal penumpang Ferry Cepat MV. VOC Batavia oleh Syahbandar Letung, Sabtu (02/05/2026).

‎Dalam penyampaiannya, Alizar mengungkapkan kekecewaan para nelayan terhadap kebijakan Syahbandar Letung yang dinilai tidak berpihak kepada masyarakat kecil, khususnya nelayan tradisional.

‎Menurutnya, terdapat perlakuan yang dinilai tidak adil. Pasalnya, dari Tarempa kapal penumpang masih diperbolehkan mengangkut berbagai jenis barang tujuan Batam dan Tanjungpinang. Sementara itu, nelayan di Jemaja justru tidak diperkenankan mengirim hasil tangkapan mereka melalui kapal yang sama.

‎“Kami berharap ada keadilan. Jika memang nelayan tidak diperbolehkan mengirim barang melalui kapal ini, maka seharusnya kapal penumpang tersebut hanya mengangkut penumpang saja, tanpa membawa barang,” tegas Alizar.

‎Ia menjelaskan bahwa aktivitas pengiriman ikan yang dilakukan nelayan bukanlah untuk kepentingan besar, melainkan semata-mata untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

‎“Kalau kami tidak diperbolehkan mengirim ikan menjelang kapal kargo berikutnya berangkat, kami mau makan apa?” ujarnya.

‎Alizar juga menegaskan bahwa ikan yang dikirim oleh nelayan Letung bukanlah ikan bernilai tinggi. Sebagian besar merupakan jenis ikan dengan harga relatif murah, seperti ikan selayang (benggol), ikan tamban, dan jenis lainnya yang memiliki daya tahan terbatas.

‎“Ikan-ikan ini bukan ikan mahal, bahkan sangat rentan rusak, seperti pecah di bagian perut. Jadi kalau tidak segera dikirim, nilainya bisa turun drastis,” jelasnya.

‎Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa dirinya menyampaikan aspirasi tersebut bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan mewakili suara nelayan kecil di Jemaja.

‎“Saya berdiri di sini bukan untuk pribadi, tetapi untuk semua nelayan kecil yang menggantungkan hidup dari hasil laut,” tegasnya.

‎Di akhir penyampaiannya, Alizar kembali menegaskan tuntutan para nelayan. Jika memang pihak Syahbandar tetap melarang pengiriman ikan melalui kapal MV. VOC Batavia, maka ia meminta agar tidak ada lagi barang lain yang diangkut menggunakan kapal tersebut.

‎“Kalau kami tidak boleh, maka harus adil. Jangan ada lagi barang lain yang dimuat. Kapal ini cukup untuk penumpang saja,” pungkasnya. (RK 15)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Wartawan Tinggalkan Lokasi Kunker Kapolda Kepri di Anambas Karena Sulit Ambil Dokumentasi

13 Mei 2026 - 20:43 WIB

Dekranasda Anambas Dorong Penguatan UMKM dan IKM melalui Pembinaan dan Pendampingan Usaha

13 Mei 2026 - 07:54 WIB

Siapkan Masa Tua yang Mandiri, BRK Syariah Ajak ASN di Anambas Tetap Produktif

12 Mei 2026 - 13:05 WIB

Kadinkes Anambas Terbitkan 3 ST PPPK, Satu Tenaga Tanpa Surat Tugas Tuai Sorotan

10 Mei 2026 - 18:51 WIB

Sukses Gelar Porseni SD/MI Siantan, KKG Tuah Siantan Tuai Apresiasi Disdikpora Anambas

9 Mei 2026 - 06:40 WIB

Trending di Anambas