Menu

Mode Gelap
Hari Jadi Anambas ke-18, Camat Jemaja Timur Ajak Masyarakat Perkuat Gotong Royong untuk Kemajuan Daerah Pulau Penyengat Kian Mendunia, Revitalisasi Warisan Melayu Dongkrak Pariwisata dan Ekonomi Kepri Pengembangan Kasus Sabu di Balai Raja Berujung Penangkapan Pengedar di Simpang Pokok Jengkol Duri Dari Rumah Petak di Balai Raja, Polisi Temukan Paket Sabu dan Amankan Pelaku Pemkab Siak Pastikan Bayar Gaji ke 13 Dari APBD Mengenal Negara Timor Leste dulunya bernama Timor Timur 

Minda

Mengenal Negara Timor Leste dulunya bernama Timor Timur 

badge-check


					Mengenal Negara Timor Leste dulunya bernama Timor Timur  Perbesar

Hasrul Sani Siregar, MA
Alumni Hubungan Antarabangsa, IKMAS, UKM Bangi Selangor, Malaysia/Widyaiswara di BPSDM Provinsi Riau

Negara Timor Leste (Republik Demokratik Timor Leste) yang dikenal sekarang dulunya merupakan Provinsi ke-27 dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang bernama Timor Timur yang kemudian merdeka. Lebih kurang 23 tahun, terhitung sejak tanggal 17 Juli 1976 hingga 30 Agustus 1999, Timor Timur menjadi bagian yang tak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) hingga dilakukan referendum atau jajak pendapat penentuan yang difasilitasi oleh Perserikatan bangsa-bangsa (PBB). Pada 30 Agustus 1999 diadakan referendum yang akhirnya Timor Timur menginginkan pisah dari Indonesia. Referendum sendiri di mediasi oleh PBB (United Nations) yang juga disaksikan oleh Pemerintah Australia dan Pemerintah Indonesia. Hasil referendum di Timor Timur, menunjukkan 79% rakyat Timor Timur yang berhak memilih, menginginkan kemerdekaan dan pisah dari Indonesia, sedangkan 21% rakyat Timor-Timur tetap menginginkan menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan status otonomi yang seluas-luasnya.

Secara de facto, Timor Leste merdeka pada 30 Agustus 1999, setelah referendum dilaksanakan dan sebagian rakyat Timor Timur menginginkan kemerdekaan dan pisah dari Indonesia dan secara de facto pula, Timor Leste telah memiliki wilayah, penduduk (rakyat) serta memiliki Pemerintahan, walaupun ketika itu, Pemerintahan di Timor Leste bersifat transisi yang dijalankan oleh Badan PBB (United Nations) yaitu “The United Nations Transitional Administration in Timor Leste”, (UNTAET). UNTAET bertugas dan bertanggung-jawab selama masa transisi hingga terbentuknya Konstitusi Timor Leste pada 24 Maret 2002. Dalam referendum tersebut dua opsi dipilih oleh rakyat Timor-Timur yang pertama; opsi merdeka dan pisah dari Negara Kesatuan Republik Indonesia dan opsi kedua; tetap menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan status otonomi yang seluas-luasnya.

Sebelum Timor-Timur merdeka, Portugal menyebutnya sebagai “Provincia Ultramarina” (Provinsi Seberang Lautan) dan dinyatakan sebagai “Integral Part of Portugal”. Setelah pisah dari Negara Kesatuan Republik Indonesia nama Timor Timur berganti nama dengan Timor Leste (Republik Democratik Timor Leste atau Timor Lorosa’e). Secara de jure, Timor Leste baru diakui oleh dunia internasional pada 20 Mei 2002 dan menjadi anggota Perserikatan bangsa-bangsa (PBB) pada 27 September 2002. Sejak tanggal tersebut, Timor Leste telah menjadi negara yang berdaulat dan berkuasa penuh baik secara de facto maupun de jure. Presiden pertama yang terpilih yaitu bekas pemimpin FRETILIN yaitu Xanana Gusmao pada 14 April 2002.

 

Anggota ke-11 ASEAN

Sebagai negara yang baru merdeka, tentunya Timor Leste juga ingin diakui dan dapat menjadi bagian dari masyarakat regional (ASEAN) maupun internasional (PBB), tak terkecuali menjadi bagian dari keanggotaan ASEAN yang merupakan organisasi regional di kawasan Asia Tenggara. Keinginan menjadi anggota ASEAN merupakan tujuan dasar dalam membina hubungan bilateral maupun regional khususnya sesama anggota ASEAN. Awalnya niat dan hasrat Timor Leste menjadi anggota ASEAN sudah dimulai pada tahun 2012, namun dengan melihat perkembangan dan situasi regional khususnya di kawasan Asia Tenggara, keinginan tersebut dipercepat pada tahun 2011 dengan ketua ASEAN yang dijabat oleh Indonesia pada saat itu.

Ada keinginan mempercepatnya, dengan mempertimbangkan bahwa, Indonesia sebagai ketua ASEAN pada tahun 2011. Dalam beberapa KTT ASEAN, pemerintah Indonesia dan negara-negara ASEAN lainnya mendukung keikutsertaan Timor Leste menjadi anggota ASEAN ke 11, namun kapan pastinya belum dapat dipastikan, tergantung keseriusan dari Timor Leste sendiri. Pada tahun 2022, Timor Leste resmi mendapat status pengamat (observer state) setelah disetujui oleh ke-10 anggota ASEAN yang membuka jalan menuju anggota penuh ASEAN. Dengan bergabungnya Timor Leste dalam ASEAN akan memasuki era baru yang lebih inklusif. Ini akan memperkuat integrasi kawasan dan membuka peluang kerjasama yang lebih luas di bidang ekonomi, pendidikan dan pembangunan berkelanjutan.

Maka pada 26 Oktober 2025, Timor Leste secara resmi menjadi anggota ASEAN yang ke-11. lebih kurang  14 tahun lamanya untuk secara resmi menjadi anggota ASEAN. Dengan masuknya Timor Leste sebagai anggota ASEAN, maka lengkap sudah 11 negara yang terletak di kawasan Asia Tenggara. Sebagai anggota baru ASEAN, Timor Leste tentu akan memberikan kontribusi yang besar terhadap ASEAN. ASEAN akan terus berupaya menjaga stabilitas ekonomi, politik dan keamanan khususnya di kawasan Asia Tenggara dalam ancaman dari luar.

Seri keempat Mmenuju ASEAN Community Vision 2045.

 

 

 

 

 

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Green Polymer untuk Enhanced Oil Recovery (EOR): Peluang dan Tantangan bagi Industri Migas Indonesia

23 Juni 2026 - 12:38 WIB

Kunci Pariwisata Tanjungpinang adalah Senyum yang Punya Cerita

22 Juni 2026 - 10:08 WIB

Kenduri Terkunci

21 Juni 2026 - 09:08 WIB

Mengenali Negara Kamboja dalam ASEAN

20 Juni 2026 - 11:51 WIB

Orang Pesisir

20 Juni 2026 - 08:14 WIB

Trending di Minda