RiauKepri.com, PEKANBARU – Puluhan mantan karyawan Riau Pos Group (RPG) mendesak manajemen perusahaan untuk segera melunasi hak-hak mereka yang hingga kini belum dibayarkan. Total tunggakan yang mencakup uang pesangon, dana pensiun, serta hak normatif lainnya tersebut diperkirakan mencapai miliaran rupiah.
Perwakilan eks karyawan, Khairul Amri, mengungkapkan bahwa persoalan ini telah berlangsung lama tanpa ada kejelasan penyelesaian dari pihak manajemen perusahaan media tersebut.
“Kami tidak meminta lebih. Kami hanya menuntut hak yang memang menjadi kewajiban perusahaan. Banyak rekan-rekan yang sudah pensiun maupun mengundurkan diri, tetapi hingga sekarang haknya belum diterima secara utuh,” ujar Khairul kepada awak media, Kamis (2/7/2026) sore.
Khairul, yang telah berhenti bekerja sejak tahun 2021, menambahkan bahwa kasus ini bukan lagi masalah personal, melainkan sudah berdampak masal. Berdasarkan kalkulasi para korban, akumulasi dana yang belum dibayarkan kepada puluhan mantan pekerja tersebut menyentuh angka miliaran rupiah.
Senada dengan Khairul, mantan karyawan RPG lainnya, Fitriady Syam, mengkritik keras sikap manajemen yang dinilai tidak transparan dalam memberikan kepastian pembayaran.
“Pihak manajemen seperti membayar sesuka hati tanpa ada penjelasan resmi. Kapan mau dibayar dan kapan mau diselesaikan, semuanya tidak jelas. Kondisi ini yang membuat kami kecewa, seolah-olah kami harus mengemis untuk mendapatkan hak sendiri,” kata Fitriady.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh Mirshal, seorang karyawan yang pensiun secara resmi. Ia membeberkan bahwa skema pembayaran yang awalnya disepakati bersama manajemen kini dilanggar sepihak oleh perusahaan.
“Awalnya perusahaan berjanji mencicil hak pensiun saya sebesar Rp2 juta per bulan. Namun, skema itu hanya berjalan selama dua tahun. Setelah itu, dicicil turun menjadi Rp500 ribu per bulan. Saya protes ke mereka, nominal segitu tidak masuk akal bagi seorang pensiunan,” ungkap pria yang akrab disapa Achenk ini.
Melihat situasi yang terus terkatung-katung, para eks karyawan ini mendesak manajemen Riau Pos Group untuk segera menunjukkan iktikad baik dengan menyusun jadwal penyelesaian pembayaran yang konkret dan dapat dipertanggungjawabkan. Mereka juga meminta perusahaan bersikap jujur mengenai kondisi finansial yang sebenarnya.
“Jika RPG memang sudah tidak memiliki kemampuan untuk memenuhi kewajibannya, sampaikanlah secara jujur dan terbuka kepada kami,” tegas perwakilan karyawan.
Para mantan pekerja tersebut kini memberikan tenggat waktu tertentu kepada pihak perusahaan untuk menyelesaikan tunggakan. Jika tidak ada solusi nyata dalam waktu dekat, mereka menyatakan siap membawa kasus ini ke jalur hukum demi memperjuangkan hak-hak mereka yang telah tertunda bertahun-tahun.
Hingga berita ini tayang, pihak manajemen Riau Pos Group belum memberikan tanggapan atas pernyataan eks karyawan. Upaya konfirmasi terus dilakukan sebagai bagian dari pemberitaan yang berimbang. (rls)







