Menu

Mode Gelap
Di Hadapan Perwira TNI, Bupati Afni: Menjaga Siak, Menjaga Ketahanan Energi Nasional Tiga Cagar Budaya Siak Masuk Seleksi Nasional, Bupati Afni Mohon Dukungan KADIN Riau Jajaki Kolaborasi Porang dan Geronggang di Bengkalis, Buka Peluang Ekonomi Berbasis Agroforestri Momen “Buka Lawang” di Balai Adat, Sekda Ersan: Mari Bersama Rawat Warisan Leluhur Demi Bengkalis yang Lebih Berkemajuan Pengurus PWI Kepulauan Meranti Periode 2026–2029 Resmi Dilantik Satresnarkoba Polres Bengkalis Tangkap Terduga Pengedar Sabu di Bantan, Dukung Program P4GN

Riau

KADIN Riau Jajaki Kolaborasi Porang dan Geronggang di Bengkalis, Buka Peluang Ekonomi Berbasis Agroforestri

badge-check

KADIN Riau mengunjungi sentra budidaya pohon geronggang yang dikelola Kop-PIPMPL di Desa Air Putih, Kecamatan Bengkalis, Perbesar

KADIN Riau mengunjungi sentra budidaya pohon geronggang yang dikelola Kop-PIPMPL di Desa Air Putih, Kecamatan Bengkalis,

RiauKepri.com, BENGKALIS – Upaya pengembangan ekonomi masyarakat berbasis sumber daya alam berkelanjutan terus didorong di Provinsi Riau. Salah satunya melalui penjajakan kerja sama antara budidaya porang dan tanaman kehutanan endemik geronggang yang difasilitasi oleh Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Riau.

Ketua Umum KADIN Riau, Masuri, SH atau yang akrab disapa Mas Bagong, bersama jajaran pengurus KADIN Riau mengunjungi sentra budidaya pohon geronggang yang dikelola Koperasi Produsen Ikatan Pemuda Melayu Peduli Lingkungan (Kop-PIPMPL) di Desa Air Putih, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, pada 25 Juli 2026. Dalam kunjungan tersebut, KADIN Riau turut membawa Direktur Utama PT Mitra Porang Nusantara (MPN), Deny Wiliyanto, untuk melihat langsung potensi pengembangan porang di kawasan tersebut.

Ketua Kop-PIPMPL, Solihin, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah konkret untuk menyandingkan budidaya geronggang dengan porang dalam satu kawasan agroforestri. Menurutnya, kedua komoditas tersebut memiliki karakteristik yang saling mendukung. Pohon geronggang yang tumbuh di lahan gambut memiliki kemampuan menjaga kelembapan tanah melalui sistem perakarannya, sementara porang membutuhkan lingkungan yang lembap dan teduh agar dapat tumbuh optimal.

“Setelah melihat langsung kondisi lapangan, Pak Deny sangat tertarik dengan sistem budidaya geronggang yang telah kami bangun. Di bawah tegakan pohon masih tersedia ruang yang cukup luas untuk pengembangan porang. Ini membuka peluang kerja sama yang sangat menjanjikan,” ujar Solihin kepada sejumlah media, Selasa (28/7/2026).

Menurut Solihin, keberadaan pabrik pengolahan porang milik PT Mitra Porang Nusantara di Perawang, Kabupaten Siak, menjadi faktor penting yang memperkuat peluang kerja sama tersebut. Lokasi pabrik yang relatif dekat dengan Bengkalis dinilai akan mempermudah rantai pasok dan pengembangan industri hilir porang. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada KADIN Riau yang telah mempertemukan pelaku usaha kecil dengan industri porang yang selama ini belum banyak diketahui potensinya oleh masyarakat setempat.

Turut mendampingi kunjungan tersebut sejumlah pengurus KADIN Riau, di antaranya Ir. Siswo Pranoto, MT selaku Wakil Ketua Umum Bidang Riset, Teknologi, dan Inovasi, Ir. Kholis Romli, MP sebagai Direktur Eksekutif KADIN Riau, serta Arpi Marzuki, S.Pi selaku Ketua Komite Tetap Bidang Kewirausahaan.

Lebih jauh, Solihin mengungkapkan bahwa kolaborasi antara geronggang dan porang merupakan bagian dari konsep agroforestri yang selama ini menjadi cita-cita koperasi. Konsep tersebut mengintegrasikan tanaman kehutanan, pertanian, dan perkebunan dalam satu hamparan lahan sehingga menciptakan keseimbangan antara kebutuhan ekonomi masyarakat dan kelestarian lingkungan. Menurutnya, di tengah pertumbuhan penduduk dan meningkatnya kebutuhan hidup, model agroforestri menjadi salah satu solusi untuk menjaga fungsi ekologis sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Tidak hanya porang, Kop-PIPMPL juga berencana mengembangkan kratom pada kawasan yang sama. Komoditas yang memiliki nilai ekonomi tinggi di pasar internasional itu dinilai memiliki prospek besar untuk dikembangkan di lahan gambut Pulau Bengkalis. Solihin menyebut pihaknya telah menjalin komunikasi dengan perusahaan eksportir kratom di Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat serta mengirimkan sampel kratom Bengkalis untuk diuji. Hasil pengujian menunjukkan kualitas yang dinilai setara dengan kratom yang selama ini dipasarkan dari Kalimantan.

“Kami berharap peluang ini dapat didukung oleh Pemerintah Provinsi Riau maupun Pemerintah Kabupaten Bengkalis. Jika koperasi, masyarakat, BUMD, dan pelaku usaha dapat bersinergi, maka pengembangan geronggang, porang, dan kratom tidak hanya membuka lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga berpotensi menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang baru bagi Riau dan Bengkalis,” ujar Solihin.

Kolaborasi yang sedang dijajaki ini menjadi contoh bagaimana pengelolaan sumber daya alam berbasis masyarakat dapat dikembangkan melalui pendekatan ekonomi hijau. Dengan memadukan pelestarian lingkungan dan penguatan ekonomi lokal, Bengkalis berpeluang menjadi salah satu pusat pengembangan agroforestri produktif di Provinsi Riau. (Rls)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Tiga Cagar Budaya Siak Masuk Seleksi Nasional, Bupati Afni Mohon Dukungan

29 Juli 2026 - 14:06 WIB

Momen “Buka Lawang” di Balai Adat, Sekda Ersan: Mari Bersama Rawat Warisan Leluhur Demi Bengkalis yang Lebih Berkemajuan

29 Juli 2026 - 13:25 WIB

Satresnarkoba Polres Bengkalis Tangkap Terduga Pengedar Sabu di Bantan, Dukung Program P4GN

29 Juli 2026 - 08:07 WIB

Satresnarkoba Polres Bengkalis Ringkus Dua Terduga Pengedar Sabu Saat Patroli Gabungan

29 Juli 2026 - 08:04 WIB

Polres Bengkalis Tahan Tersangka Dugaan Korupsi Dana Satpol PP TA 2021–2022

28 Juli 2026 - 16:27 WIB

Trending di Bengkalis