RiauKepri.com, SIAK– Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Siak mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendoakan kelancaran Sidang Kajian Penetapan Cagar Budaya Peringkat Nasional ke-5 Tahun 2026 yang tengah diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
Ketua Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR Kabupaten Siak, Datuk Seri Arfan Usman, mengatakan bahwa sidang tersebut merupakan momentum penting dalam upaya menjaga dan mengangkat martabat warisan budaya Melayu Siak di tingkat nasional.
Menurutnya, tiga objek budaya yang diusulkan, yakni Balai Kerapatan Tinggi, Istana Asserayah Al Hasyimiah, dan Alat Musik Komet Istana Siak, bukan hanya memiliki nilai sejarah yang tinggi, tetapi juga menjadi simbol perjalanan peradaban, adat istiadat, dan kebesaran Kesultanan Siak Sri Indrapura.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Siak untuk bersama-sama memanjatkan doa kepada Allah SWT agar proses sidang berjalan dengan lancar dan ketiga warisan budaya kebanggaan kita memperoleh rekomendasi sebagai Cagar Budaya Peringkat Nasional. Ini bukan semata-mata kebanggaan pemerintah, tetapi kebanggaan seluruh masyarakat Melayu Siak dan masyarakat Riau,” ujar Datuk Seri Arfan Usman.
Ia menegaskan bahwa pelestarian warisan budaya merupakan tanggung jawab bersama. Pengakuan di tingkat nasional akan menjadi langkah penting dalam memperkuat perlindungan terhadap peninggalan sejarah sekaligus memperkenalkan jati diri Melayu Siak kepada masyarakat Indonesia dan dunia.
Datuk Seri Arfan Usman juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Siak beserta seluruh pihak yang telah bekerja keras menyiapkan dokumen pengusulan hingga dapat dibahas pada tingkat nasional.
“Kami menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Siak, Dinas Kebudayaan Provinsi Riau, Balai Pelestarian Kebudayaan Riau, Balai Pelestarian Kebudayaan Kepulauan Riau, Tim Ahli Cagar Budaya Provinsi Riau, Tim Ahli Cagar Budaya Kabupaten Siak, para akademisi, peneliti, budayawan, komunitas pelestari budaya, pemerhati sejarah, serta semua pihak yang telah mengorbankan waktu, tenaga, dan pikirannya demi memperjuangkan warisan budaya Siak. Semoga segala ikhtiar ini menjadi amal baik dan memberikan manfaat bagi generasi yang akan datang,” katanya.
Mengakhiri keterangannya, Ketua DPH LAMR Kabupaten Siak mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga dan mencintai warisan budaya daerah sebagai bagian dari identitas dan marwah Melayu.
“Warisan budaya adalah marwah negeri. Menjaganya berarti menjaga jati diri kita sebagai orang Melayu. Mari kita iringi ikhtiar ini dengan doa dan harapan terbaik agar Allah SWT memberikan hasil yang membanggakan bagi Kabupaten Siak dan bangsa Indonesia.” (*)








