Hasrul Sani Siregar, MA
Alumni Hubungan Antarabangsa IKMAS, UKM, Bangi, Selangor Malaysia/
Widyaiswara di BPSDM Provinsi Riau
INDONESIA merupakan salah satu negara dari pendiri ASEAN. ASEAN didirikan pada 8 Agustus 1967 di Bangkok, Thailand oleh 5 negara yaitu Indonesia, Thailand, Filipina, Malaysia dan Singapura. Deklarasi Bangkok awal mulanya bertujuan menyatukan negara-negara anggota melalui usaha bersama dalam memajukan kerjasama ekonomi dan kesejahteraan bagi masyarakat dan bangsa-bangsa di kawasan Asia Tenggara. Sebagai salah satu negara pendiri ASEAN (founding countries), Indonesia masih dianggap oleh negara-negara di kawasan Asia Tenggara lainnya memiliki pengaruh dalam menyatukan Negara-negara ASEAN serta dalam hal menjaga stabilitas ekonomi dan politik kawasan regional ASEAN dari pengaruh luar.
Salah satu faktor yang menjadikan Indonesia masih memiliki pengaruh yang cukup besar di kawasan Asia Tenggara adalah jumlah penduduk yang besar serta wilayah yang cukup luas. Dengan faktor yang demikian, Indonesia dapat memainkan perannya dalam menjaga kestabilan ekonomi politik di kawasan Asia Tenggara. Potensi pasar domestik dan Internasional yang dimiliki oleh Indonesia juga dilihat sebagai salah satu kekuatan Indonesia di mata Negara-negara ASEAN lainnya. Oleh sebab itu, Indonesia masih tetap menjadi tumpuan yang cukup besar bagi negara-negara ASEAN lainnya untuk melakukan kerjasama dan menggalang kekuatan di antara negara-negara ASEAN. Pada tahun 2011 yang lalu, Indonesia dipercayai sebagai ketua ASEAN, peran yang akan diemban oleh Indonesia sangatlah besar, mengingat tema yang diusung oleh Indonesia yaitu “ASEAN Community in a global Community of Nations” (Komunitas ASEAN dalam Komunitas Global Bangsa-bangsa)
Dalam hal politik luar negeri, Indonesia tetap konsisten dengan penerapan kebijakan politik luar negeri yang bebas aktif dalam rangka memperjuangkan kepentingan dalam negeri Indonesia dengan tetap melakukan kerjasama internasional. Politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif dalam upaya menciptakan perdamaian dunia telah sejalan dengan upaya keterlibatan Indonesia dalam perjuangan perdamaian di beberapa negara seperti tetap memperjuangkan penyelesaian damai konflik antara Iran dan Amerika Serikat-Israel dengan menghimbau ketiga negara menuju perundingan damai. Dan hingga saat ini konflik tersebut telah mengalami kemajuan dengan gencatan senjata. Peran Indonesia juga dalam mendukung kemerdekaan negara Palestina. Di kawasan Asia Tenggara telah terjadi perdamaian antara Thailand dan Kamboja yang telah mempengaruhi stabilitas di kawasan ASEAN.
Sebagai salah satu negara pendiri ASEAN (founding countries), Indonesia masih dianggap oleh negara-negara di kawasan Asia Tenggara lainnya memiliki pengaruh dalam menyatukan Negara-negara ASEAN serta dalam hal menjaga stabilitas ekonomi dan politik kawasan regional ASEAN dari pengaruh luar. Hal yang demikian merupakan kontribusi yang positif bagi komunitas ASEAN dalam mewujudkan ASEAN sebagai “Eleven Nations, One Community”. Oleh sebab itu, ASEAN sebagai organisasi kawasan akan semakin besar lagi, tidak hanya dalam menyelesaikan masalah-masalah diantara negara-negara anggota ASEAN sendiri, juga ASEAN dituntut untuk dapat memberikan kontribusinya dalam menyelesaikan masalah-masalah di luar kawasan ASEAN.
Sebagai suatu wahana utama dalam mewujudkan tujuan ASEAN yaitu menciptakan stabilitas dan keamanan regional maka forum regional ASEAN ini memiliki dua tujuan utama diantaranya; pertama, mengembangkan dialog dan konsultasi konstruktif mengenai isu-isu politik dan keamanan yang menjadi kepentingan dan perhatian bersama negara-negara yang tergabung dalam forum regional ASEAN tersebut. Kedua; memberikan konstribusi positif dalam berbagai upaya untuk mewujudkan dan membangun rasa saling percaya (confidence building), diplomasi pencegahan (preventive diplomacy) dan resolusi konflik (conflict resolution) di kawasan Asia Tenggara dan Asia Pasifik. Jika kedua tujuan utama forum regional ASEAN tersebut dilaksanakan, isu-isu yang menyangkut tentang stabilitas dan keamanan di kawasan Asia Tenggara dan kawasan internasional dapat diselesaikan dengan cara-cara damai dan penyelesaiannya melalui meja perundingan. Dan Indonesia telah berupaya untuk mewujudkannya.
Seri kesebelas menuju ASEAN Community Vision 2045








