RiauKepri.com, BATAM – Menjadi mahasiswa tidak cukup hanya dengan datang ke kampus, mengikuti perkuliahan, mencatat materi dosen, kemudian pulang. Mahasiswa dituntut mampu mengembangkan diri, membangun jejaring, mengasah keterampilan hingga berani menghasilkan karya.
Pesan tersebut disampaikan Rektor Institut Teknologi & Bisnis Indobaru Nasional (IIBN) Batam, Dr. Jontro Simanjuntak, S.Pt., S.E., M.M., saat memberikan sambutan dalam Program Pengenalan Kampus (P2K) IIBN 2026, Sabtu (29/8/2026).
P2K IIBN dilaksanakan selama dua hari, 28-29 Agustus 2026, dan dipusatkan di Aula Pontianak Kampus IIBN, Komplek Mitra Mas Blok C 11-18, Teluk Tering, Kecamatan Batam Kota, Batam.
Mengangkat tema “Beyond AI, Beyond Borders: Membangun Generasi yang Adaptif, Inovatif dan Berdaya Saing Global”, kegiatan tersebut menjadi pintu masuk bagi calon mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan akademik sekaligus mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia yang semakin kompetitif.
Jontro menegaskan, status sebagai mahasiswa harus dimanfaatkan untuk membangun lebih banyak kemampuan. Menurutnya, pendidikan di perguruan tinggi tidak boleh berhenti pada aktivitas akademik di dalam ruang kelas.
“Menjadi mahasiswa bukan hanya sekadar mengikuti perkuliahan, datang ke kampus, lalu pulang ke rumah. Lebih dari itu, mahasiswa harus aktif mengembangkan diri melalui berbagai kegiatan, baik di lingkungan kampus maupun di luar kampus,” tegas Jontro.
Ia mengatakan, dunia kerja dan kehidupan sosial membutuhkan lebih dari sekadar nilai akademik. Kemampuan berkomunikasi, berinteraksi, membangun relasi dan bekerja sama menjadi keterampilan yang harus mulai diasah sejak mahasiswa.
Menurutnya, mahasiswa harus belajar bagaimana berkomunikasi dengan dosen, membangun hubungan dengan teman, serta bersosialisasi dengan berbagai kelompok masyarakat.
“Kita tidak hanya menghadapi persoalan waktu, tetapi juga komunikasi. Bagaimana kita bertemu, bagaimana kita berkomunikasi dengan teman, dan bagaimana kita bersosialisasi dengan siapa saja,” ujarnya.
Jontro juga menyoroti pentingnya keterampilan yang tidak selalu diperoleh melalui bangku perkuliahan. Sebagian keterampilan, kata dia, justru harus dicari dan dikembangkan mahasiswa melalui pengalaman langsung.
Karena itu, mahasiswa didorong aktif mengikuti organisasi, kegiatan kemahasiswaan maupun berbagai aktivitas positif lainnya.
“Tidak semua keterampilan kita dapatkan dari dosen. Ada keterampilan yang tidak diajarkan secara langsung dan harus kita kembangkan sendiri,” katanya.
Ia mengingatkan calon mahasiswa baru agar tidak terjebak menjadi mahasiswa pasif yang hanya mengejar kehadiran di ruang kuliah.
“Jangan hanya menjadi mahasiswa yang datang kuliah, mendengarkan dosen, kemudian pulang. Manfaatkan masa perkuliahan untuk mencari pengalaman sebanyak-banyaknya,” tegasnya.
Bangga Jadi Indonesia
Dalam kesempatan tersebut, Jontro juga mengajak mahasiswa tetap memiliki kebanggaan sebagai bagian dari Indonesia.
Ia mengakui masih terdapat berbagai tantangan dalam dunia pendidikan nasional. Namun, kondisi tersebut menurutnya tidak boleh membuat generasi muda kehilangan rasa percaya diri sebagai bangsa Indonesia.
Indonesia, kata dia, memiliki kekayaan budaya, keberagaman, tata krama, kesopanan dan nilai-nilai sosial yang menjadi kekuatan tersendiri.
“Indonesia adalah negara yang memiliki begitu banyak kekayaan, keberagaman, budaya serta nilai-nilai luhur. Ketika kita berada di luar negeri, kita akan semakin merasakan pentingnya nilai tata krama, kesopanan, kebersamaan dan budaya yang kita miliki,” tuturnya.
Karena itu, ia mengajak mahasiswa untuk tidak hanya menjadi generasi yang mampu bersaing secara global, tetapi juga tetap memiliki karakter dan identitas sebagai bangsa Indonesia.
Kampus sebagai Rumah Kedua
Jontro juga meminta mahasiswa menjadikan IIBN sebagai rumah kedua. Kampus, menurutnya, bukan sekadar tempat mengikuti kuliah, tetapi harus menjadi ruang tumbuh bagi mahasiswa.
“Anggaplah kampus ini sebagai rumah kedua. Jadikan kampus bukan hanya tempat untuk mengikuti kuliah, tetapi juga tempat untuk belajar, berdiskusi, berkarya, membangun relasi dan mengembangkan diri,” katanya.
Ia mendorong mahasiswa memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan kampus untuk kegiatan-kegiatan positif, termasuk ruang belajar, kantin, pantry maupun berbagai ruang lainnya.
Pesan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa IIBN ingin membangun lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga mendorong mahasiswa memiliki pengalaman dan kemampuan praktis.
P2K IIBN 2026 sendiri turut dihadiri Wakil Rektor IIBN Denok Wulandari, S.Kom., M.Kom., para ketua program studi, dosen, serta tim panitia IIBN 2026.
Melalui tema Beyond AI, Beyond Borders, IIBN menempatkan kemampuan adaptasi, inovasi, komunikasi dan keterampilan sebagai bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi perubahan teknologi dan persaingan global.
Bagi calon mahasiswa baru, P2K bukan sekadar seremoni penyambutan. Kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk memahami bahwa perjalanan sebagai mahasiswa bukan hanya tentang mendapatkan gelar, tetapi juga tentang membangun kemampuan, pengalaman, karakter dan karya yang dapat menjadi bekal menghadapi masa depan.
Diakhir kegiatan P2K ditutup dengan penyuluhan tentang kesehatan yang dilakukan oleh Penyuluh dari Rumah Sakit Griya Medika Batam. Dan, dilanjutkan dengan Seminar AI oleh Infinite Learning, Arifian Saputra. (*)








