RiauKepri.com, PEKANBARU- Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) menerima kunjungan jajaran TNI dari tiga matra, yakni TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara, di Balai Adat Melayu Riau, Kamis (24/9).
Kunjungan tersebut dipimpin Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, Mayor Jenderal TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, S.A.P., M.M., CHRMP., dan turut dihadiri Danrem 031/Wirabima Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu, S.Sos., M.Si., M.Han., serta Marsma TNI Abdul Haris, M.M.Pol., M.M.O.A.S., bersama jajaran.
Kedatangan Pangdam dan rombongan disambut Ketua Umum DPH LAMR Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil, didampingi Datuk H. Najib Effendy, Datuk Muhammad Fadhli, Datuk Raja Iskandar, Datuk Khalid, Datuk Toni Werdiansyah, dan Datuk Arman.
Mengawali pertemuan, Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil menyampaikan gambaran mengenai sejarah, fungsi, dan tugas LAMR sebagai lembaga adat yang memiliki peran dalam menjaga, membina, dan melestarikan adat serta budaya Melayu Riau.
Datuk Seri Taufik mengatakan LAMR senantiasa membuka ruang silaturahmi dengan berbagai pihak. Menurutnya, silaturahmi menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi dan kerja bersama untuk kepentingan masyarakat serta kemajuan Riau.
“LAMR adalah rumah besar kita bersama. Siapa pun yang datang dengan niat baik untuk bersilaturahmi dan membangun Riau, tentu kita sambut dengan baik,” ujar Datuk Seri Taufik.
Ia menambahkan, nilai-nilai yang hidup dalam adat Melayu dapat menjadi bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk dalam memperkuat kebersamaan dan kepedulian terhadap daerah.
Dalam pertemuan itu, Datuk Seri Taufik juga menyinggung kondisi jerebu dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali terjadi di sejumlah wilayah Riau.
Menurutnya, LAMR turut mengambil bagian dalam menghadapi persoalan tersebut melalui pendekatan keagamaan dan kebudayaan.
“Semalam, Rabu malam, LAMR melaksanakan Majelis Zikir. Salah satu doa yang kita panjatkan adalah agar jerebu dan karhutla yang sedang melanda Riau segera berlalu. Kita juga mendoakan para petugas dan pejuang yang saat ini berada di lapangan untuk memadamkan api,” ujarnya.
Ia mengatakan, persoalan karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat, tetapi membutuhkan kepedulian serta dukungan seluruh masyarakat.
“Doa dan ikhtiar harus berjalan bersama. Kita berharap persoalan jerebu dan karhutla ini segera berakhir dan masyarakat Riau dapat kembali beraktivitas dengan baik,” katanya.
Sementara itu, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan para pemangku adat dan pengurus LAMR.
Dalam kesempatan tersebut, Pangdam juga menyampaikan kondisi penanganan karhutla di Riau. Ia mengatakan jajaran TNI bersama unsur terkait terus berjibaku melakukan upaya penanganan di lapangan.
Menurutnya, penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk masyarakat dan lembaga adat, khususnya dalam upaya pencegahan serta menjaga lingkungan.
Pertemuan tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus memperkuat komunikasi antara jajaran Kodam XIX/Tuanku Tambusai dengan LAMR. Komunikasi dan sinergi lintas lembaga menjadi bagian penting dalam menyikapi berbagai persoalan yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat dan daerah.
Silaturahmi kemudian diakhiri dengan pertukaran cenderamata. Pangdam XIX/Tuanku Tambusai menyerahkan tanda bakti TNI kepada LAMR, sebaliknya LAMR menyerahkan buku Tunjuk Ajar Melayu dan Pancung Alas kepada Pangdam XIX/Tuanku Tambusai dan jajaran. (RK1/*)










