RiauKepri.com, TANJUNGPINANG — Kesibukan sebagai anggota DPRD tidak menghalangi Dasril menyelesaikan pendidikan pascasarjana dengan prestasi akademik. Ia meraih indeks prestasi kumulatif (IPK) 4,00, predikat cumlaude, sekaligus dinobatkan sebagai lulusan terbaik Program Studi Magister Ilmu Lingkungan Pascasarjana Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH).
Prestasi tersebut dikukuhkan dalam prosesi wisuda UMRAH yang berlangsung di Kampus UMRAH Dompak, Tanjungpinang, Sabtu, 26 September 2026.
Berdasarkan rekapitulasi akademik, Dasril memperoleh nilai A pada seluruh mata kuliah yang ditempuh. Nilai rata-ratanya mencapai 89, dengan sejumlah mata kuliah meraih nilai di atas 90, di antaranya Pencemaran dan Mutu Lingkungan serta Publikasi Ilmiah.
Bagi Dasril, pendidikan bukan sekadar upaya memperoleh gelar, melainkan proses untuk meningkatkan kualitas diri.
“Pendidikan adalah sebuah proses berkesinambungan untuk membentuk pola pikir, menempa karakter, serta membekali diri dengan nilai moral dan keterampilan hidup,” kata Dasril.
Ia mengakui, menyelesaikan pendidikan pascasarjana di tengah aktivitas sebagai anggota DPRD bukan perkara mudah. Tugas kelembagaan dan interaksi dengan masyarakat menyita banyak waktu, sehingga diperlukan pengaturan waktu yang terukur agar tanggung jawab sebagai legislator dan kewajiban akademik dapat berjalan beriringan.
“Menyelesaikan studi pascasarjana (S2) di tengah kesibukan sebagai politisi adalah tantangan besar, namun sangat mungkin dilakukan dengan strategi manajemen waktu yang lebih terukur,” ujarnya.
Menurut Dasril, disiplin dan konsistensi menjadi kunci dalam menjalankan kedua tanggung jawab tersebut. Ia berupaya tetap menyisihkan waktu untuk mengikuti perkuliahan, membaca, menyelesaikan tugas, melakukan penelitian, hingga menuntaskan proses studinya.
“Bagi saya, kesibukan bukan alasan untuk berhenti belajar. Justru di tengah tanggung jawab yang semakin besar, kita harus terus meningkatkan kapasitas dan pengetahuan diri,” kata Dasril.
Bidang ilmu yang dipilih Dasril juga memiliki keterkaitan dengan berbagai persoalan pembangunan daerah. Ilmu lingkungan mencakup sejumlah isu strategis, seperti tata ruang, pembangunan berkelanjutan, pengelolaan sumber daya alam, pencemaran, serta kebijakan pembangunan.
Pengetahuan tersebut menjadi bagian dari bekal akademiknya dalam menjalankan peran sebagai anggota DPRD yang berhadapan dengan beragam persoalan kebijakan dan kepentingan masyarakat.
Wisuda pada 26 September 2026 menjadi penanda penting dalam perjalanan pendidikan Dasril. Di tengah aktivitasnya sebagai legislator, ia berhasil menuntaskan pendidikan magister dengan IPK 4,00, predikat cumlaude, dan status sebagai lulusan terbaik Magister Ilmu Lingkungan UMRAH. (RK/*)







