RiauKepri.com, PEKANBARU- Bupati Siak Dr. Afni Zulkifli, M.Si., menemui Bupati Siak pertama yang terpilih secara demokratis, Arwin AS, sebelum bertolak ke Jakarta untuk memperjuangkan Dana Bagi Hasil (DBH) minyak dan gas bumi (migas) Siak di Kementerian Keuangan RI.
Afni mengatakan, Senin (5/10/2026), dirinya bersama Ketua dan Anggota DPRD Siak akan diterima Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan RI.
Pertemuan tersebut, lanjut Afni, akan dimanfaatkan untuk mempertanyakan formula pengurangan hak Siak melalui DBH Migas tahun 2027 yang menurut proyeksi pemerintah daerah akan mengalami pemangkasan sekitar 70 persen.
“Alhamdulillah besok, Senin (5/10/2026), kami akan diterima oleh Dirjen Perimbangan Keuangan, Kementerian Keuangan RI,” ucap Afni.
“Saya akan hadir bersama Ketua dan Anggota DPRD Siak, menanyakan rumus pengurangan hak rakyat Siak dalam bentuk DBH Migas tahun 2027 yang diproyeksikan akan dipangkas lagi 70 persen,” sambungnya.
Sebelum berangkat, Afni menyempatkan diri menemui Arwin AS yang terbaring sakit untuk meminta doa dan restu. Ia menyebutkan Arwin sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah pembangunan Kabupaten Siak.
“Beliau adalah tokoh besar pembangunan Siak. Ayahanda Arwin AS, Bupati Siak pertama yang terpilih secara demokratis,” ujar Afni.
Afni mengaku memiliki hubungan emosional yang kuat dengan Arwin AS. Meski tidak memiliki hubungan darah, ia menggambarkan hubungan keduanya seperti anak dan ayah.
“Dulu, tangan beliaulah yang menggenggam kami melangkah ke gelanggang, dan Alhamdulillah Allah kasi menang untuk menjaga marwah Negeri dan terus berjuang,” katanya.
Dalam pertemuan tersebut, Afni menyebut Arwin kembali menceritakan perjalanan pembangunan Siak sejak daerah itu resmi berdiri sebagai kabupaten pada 1999.
Menurut Afni, otonomi daerah telah membawa perubahan besar bagi Siak selama lebih dari dua dekade. Karena itu, mantan wartawan itu menilai persoalan pengurangan DBH Migas menjadi hal yang harus diperjuangkan melalui komunikasi langsung dengan pemerintah pusat.
Bupati perempuan pertama di di Siak itu juga mengutip pesan Arwin kepadanya agar tidak menyerah dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat Siak.
“Berjuanglah, jangan menyerah. Berjuanglah. Diiringi dengan doa. Berjuanglah. Sebagaimana dulu aku berjuang untuk jembatan bisa membentang di atas Sungai Siak,” kata Afni menirukan pesan Arwin.
Afni kemudian mengaitkan perjuangan tersebut dengan sejarah Kesultanan Siak, khususnya pesan Sultan Syarif Kasim II mengenai kesetiaan kepada Indonesia. Kesetiaan masyarakat Siak kepada Indonesia telah dibuktikan sejak masa perjuangan kemerdekaan hingga kontribusi sumber daya alam yang berasal dari bumi Siak. “Untuk kepentingan Bangsa Indonesia, Siak tidak pernah sekalipun menggeleng-geleng,” katanya.
Namun, Afni mempertanyakan keberlanjutan pola pembagian hasil migas apabila nilai DBH yang diterima Siak terus mengalami penurunan. “Dari dulu pernah tembus Rp600 miliar, apakah pantas DBH Siak tahun depan hanya akan dibagi sekitar Rp36 miliar?” tanya Afni.
Aktivis lingkungan itu juga mempertanyakan apakah formula pembagian tersebut selama ini telah dibahas secara terbuka antara pemerintah pusat dan daerah penghasil. “Sampai kapan angka-angka bagi hasil itu dibagikan dalam diam dan ruang hitung-hitung sepihak pusat saja?” kata Afni.
Afni menegaskan, seluruh persoalan tersebut akan ditanyakan langsung dalam pertemuan dengan Kementerian Keuangan.“InsyaAllah semuanya besok akan kami tanyakan,” ujarnya.
Dalam pertemuan dengan Arwin AS, Afni juga menekankan bahwa perjuangan ke Jakarta tidak semata-mata membawa simbol-simbol adat, melainkan mengedepankan kesantunan dan tabayyun sebagai bagian dari adab Melayu Siak.
“Meski kami datang tak membawa tepak, tapi sepuluh jari akan kami katupkan. Meski kami tak memakai tenun dan tanjak, rasa takzim akan kami dahulukan. Ber-tabayyun akan kami tuntunkan,” kata Afni.
Di akhir pesannya, Afni meminta masyarakat mendoakan Arwin AS agar diberikan kesehatan serta mendoakan perjuangan delegasi Siak di Kementerian Keuangan agar memperoleh jawaban terkait DBH Migas yang dinilai berkeadilan.
“Doakan semoga Ayanda Arwin AS sehat kembali. Sedangkan untuk perjuangan kami esok di Kementerian Keuangan, mohon doakan semoga mendapat jawaban yang berkeadilan,” pinta Afni. (RK1)






