RiauKepri.com, KUNDUR BARAT – PT Timah dukung warga Sawang Laut Kecamatan Kundur Barat untuk mengembangkan budi daya ikan kakap, ayam petelur, terasi, sayuran hidroponik dan Bank sampah dengan tujuan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, penyerahan bibit kerapu putih tersebut diserahkan Selasa (13/10/2026).
Kepala Desa Sawang Laut, Jefrizal, mengatakan kehadiran PT TIMAH telah membantu desa dalam merespons sejumlah kebutuhan masyarakat, tidak hanya budi daya kakap putih, ayam petelur dan sebagainya, namun memberikan solusi permasalahan air bersih ketika musim kemarau, ujar Jefrizal.
Warga di Dusun I sambung Jefrizal khususnya RT 03 dan RT 04, sering menghadapi kesulitan air saat musim kemarau tiba, saat ini bisa terbantu dengan memanfaatkan sumur bor dari program pemerintah.
PT TIMAH juga mendukung kegiatan sosial dan keagamaan masyarakat serta fasilitas pembangunan yang menjadi bagian dari identitas desa, seperti Tugu Simpang Tanjak, kegiatan keagamaan seperti mendukung pelaksanaan MTQ.
Jefrizal menilai berbagai program tersebut mulai memberikan manfaat bagi masyarakat. Kelompok-kelompok warga memperoleh kesempatan untuk belajar, mengembangkan keterampilan, dan memanfaatkan potensi yang tersedia di lingkungan mereka.
Pada program hidroponik, misalnya, hasil budidaya telah dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga. Sementara itu, kelompok budidaya kakap putih dan usaha terasi mendapatkan pengetahuan serta pengalaman yang dapat menjadi bekal untuk mengembangkan usaha.
“Alhamdulillah masyarakat sudah mulai merasakan manfaatnya. Mereka mendapatkan ilmu dan keterampilan baru. Kegiatan ini setidaknya bisa menjadi usaha sampingan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ungkap Jefrizal.
Selain pemberdayaan ekonomi, ia juga berharap PT TIMAH dapat memperluas dukungan di bidang pendidikan, khususnya melalui program beasiswa bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu hingga jenjang perguruan tinggi.
Menurutnya, kesempatan memperoleh pendidikan tinggi dapat membuka jalan bagi generasi muda desa untuk meraih masa depan yang lebih baik sekaligus menjadi kebanggaan keluarga dan masyarakat.
KWT Lanjut Lestari yang mengolah udang rebon untuk memproduksi terasi dengan merek ‘Belacan Cinta’ telah merasakan dampak dari program yang dilaksanakan bersama PT TIMAH.
Ketua KWT Lanjut Lestari, Susilawati menceritakan KWT mereka terbentuk berkat dukungan dari PT TIMAH. Kelompok mereka juga merupakan binaan dari Pokdakan Tuah Bersatu yang merupakan binaan PT TIMAH.
Susilawati mengatakan, keberadaan program pemberdayaan dari PT TIMAH telah membawa perubahan signifikan bagi kelompoknya terutama dalam pengembangan ekonomi kelompok perempuan.
Alhamdulillah kami sangat terbantu. Awalnya kami tidak tahu cara membuat belacan, tapi setelah diberikan pelatihan, sekarang kami sudah bisa memproduksi sendiri.
Ia menjelaskan, potensi udang rebon di wilayah mereka menjadi peluang yang kemudian dikembangkan secara berkelanjutan menjadi produk bernilai ekonomi. Sebelumnya, hasil tangkapan rebon belum diolah secara optimal.
“Di tempat kami banyak potensi udang rebon, dari situ kami dibina PT TIMAH bersama Pokdakan untuk mengolahnya menjadi terasi. Sekarang sudah jadi produk yang bisa dijual,” ungkap Susilawati. (RK14)








