RiauKepri.com, BATAM – Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) Kepulauan Riau (Kepri) menggelar sidang senat terbuka dalam rangka wisuda ke-10 Program Sarjana (S1) Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir di Hotel Aston Residence Batam, Rabu (14/10/2024). Kegiatan ini diikuti seratusan wisudawan serta dihadiri jajaran civitas akademika, keluarga wisudawan, guru besar, dan Koordinator Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (Kopertais). Acara tersebut juga diisi dengan kuliah umum oleh Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI, Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si.
Sidang senat terbuka dibuka oleh Ketua STIQ Kepri, Prof. Dr. H. Said Agil Hussein Al Munawar, M.A. Turut hadir Koordinator Kopertais Wilayah XII yang juga Rektor UIN Sultan Syarif Kasim Riau, Prof. Dr. Hj. Leny Nofianti, M.S., S.E., M.Si., Ak., CA, serta Direktur Qur’an Center, Dr. H. Mahadi Rahman, M.Pd yang juga Kepala Dinas Sosial Pemprov Kepri.
Dalam sambutannya, Prof. Said Agil menyampaikan optimisme terhadap perkembangan STIQ Kepri sebagai lembaga pendidikan tinggi yang berfokus pada pengembangan ilmu Al-Qur’an. Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut mengungkapkan harapannya agar STIQ Kepri terus berkembang dan mampu memperluas jenjang pendidikan yang diselenggarakan.
Beliau menyampaikan bahwa wisuda berikutnya direncanakan tidak hanya meluluskan mahasiswa program sarjana, tetapi juga diikuti lulusan program pascasarjana atau magister (S2).
“Insya Allah pada wisuda ke-11 nanti akan dibarengi dengan wisuda program S2, dan akan ada wisuda ke-12, 13, dan seterusnya,” ungkapnya.
Mantan Menteri Agama pada era Presiden Megawati Soekarnoputri itu juga berpesan kepada para wisudawan agar tidak berhenti menuntut ilmu setelah menyelesaikan pendidikan sarjana. Beliau mengingatkan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan sekaligus sumber inspirasi untuk terus mengembangkan pengetahuan.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Said Agil turut membagikan pengalaman perjalanan pendidikannya, baik di dalam negeri maupun ketika menimba ilmu di Makkah dan Madinah. “Al-Qur’an ini sumber ilmu yang tidak pernah habis. Jadi, teruslah berjuang untuk menuntut ilmu,” tegasnya.
Sementara itu, Gubernur Lemhannas RI, Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si., menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan yang telah menyelesaikan pendidikan sarjana. Beliau mengajak para lulusan untuk tetap optimistis menghadapi masa depan serta terus meningkatkan kapasitas diri melalui pembelajaran sepanjang hayat.
Dalam sambutannya, Ace Hasan juga membacakan beberapa bait pantun sebagai bentuk apresiasi dan motivasi bagi para wisudawan. “Selamat kepada wisudawan yang dituntun ilmu di bawah sinar Al-Qur’an,” ungkapnya.
Beliau juga memaparkan tantangan bangsa dalam menuju Indonesia Emas. Menurutnya, peningkatan sumber daya manusia (SDM) merupakan faktor untuk mewujudkan Indonesia maju pada tahun berkenaan.
Ace Hasan turut juga menyampaikan apresiasi kepada civitas akademika STIQ Kepri. Beliau mengungkapkan bahwa Prof. Said Agil merupakan salah seorang dosennya ketika menempuh pendidikan di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Selain itu, beliau menyampaikan terima kasih kepada sahabatnya, Dr. H. Mahadi Rahman, yang secara khusus mengundangnya untuk memberikan kuliah umum dalam rangkaian kegiatan wisuda tersebut.
Pelaksanaan wisuda ini menjadi momentum penting bagi STIQ Kepri dalam mencetak lulusan yang memiliki kompetensi di bidang ilmu Al-Qur’an dan tafsir. Sebanyak seratusan mahasiswa dinyatakan lulus dari Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir pada perguruan tinggi yang berlokasi di Kompleks Qur’an Center, Sungai Harapan, Kecamatan Sekupang, Batam.
Melalui kegiatan ini, STIQ Kepri diharapkan terus berkembang dalam memperkuat pendidikan tinggi berbasis Al-Qur’an serta melahirkan generasi sarjana yang berilmu, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.(*)








