RiauKepri.com, PEKANBARU – Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, didampingi Sekda Riau Syahrial Abdi, tiba di halaman Balai Adat Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Provinsi Riau, Ahad (18/10/2026), sekitar pukul 09.00 WIB. Kedatangannya disambut Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR Provinsi Riau, Datuk Seri Taufik Ikram Jamil.
Kehadiran Fadli Zon untuk membuka Arak-arakan Keberagaman, Persebatian Antaretnis yang menjadi puncak peringatan Hari Kebudayaan Nasional (HKN) 2026 di Provinsi Riau.
Suasana halaman Balai Adat LAMR tampak semarak. Lebih dari 2.000 peserta dari 42 paguyuban di Riau ambil bagian dalam arak-arakan yang menampilkan kekayaan pakaian adat, seni, dan tradisi dari berbagai etnis.
Keunikan terlihat dari barisan peserta Melayu yang menghadirkan ragam busana lintas zaman, mulai dari pakaian Melayu tempo dahulu, gaya modern, hingga busana Melayu yang berkembang pada masa kini.
Penampilan tersebut memperlihatkan bahwa kebudayaan Melayu terus hidup dan berkembang mengikuti zaman, tanpa kehilangan akar tradisi dan identitasnya.
Di belakang barisan Melayu, peserta dari berbagai etnis turut menampilkan ciri khas budaya masing-masing. Kehadiran mereka menjadi gambaran keberagaman masyarakat Riau yang hidup berdampingan dalam semangat persatuan.
Arak-arakan ini juga dimeriahkan para putra-putri daerah, termasuk Bujang dan Dara Riau, yang tampil mengenakan busana Melayu. Berbagai pertunjukan seni tradisional, seperti Randai dan Zapin, turut mewarnai rangkaian kegiatan.
Arak-arakan Keberagaman, Persebatian Antaretnis tersebut diinisiasi LAMR dengan berkolaborasi bersama Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW), Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), dan BPK.
Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkenalkan kekayaan budaya yang tumbuh di Riau sekaligus memperkuat persaudaraan antaretnis dalam bingkai kebangsaan. (RK1)











