RiauKepri.com, BINTAN – Melanjutkan komitmen kepedulian terhadap kesehatan masyarakat di tengah ancaman kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Ikatan Keluarga Alumni Bandung (IKAB) Provinsi Kepulauan Riau kembali menggelar aksi sosial pembagian masker pada Ahad (18/10). Setelah sebelumnya sukses digelar di Bundaran Pamedan, Kota Tanjungpinang pada Selasa (13/10) lalu, kali ini jangkauan aksi diperluas ke sejumlah titik strategis di wilayah Kabupaten Bintan.
Kegiatan di Bintan hari ini diawali di kawasan Tanjung Uban, di mana puluhan anggota IKAB Kepri turun langsung membagikan masker secara gratis kepada masyarakat, pekerja, dan pengguna jalan di sekitar area pelabuhan, SPBU, serta perempatan lampu merah Jalan Permaisuri. Usai menyisir titik-titik keramaian di Tanjung Uban, rombongan melanjutkan aksi serupa menuju kawasan Kijang untuk menjangkau lebih banyak warga yang beraktivitas di luar ruangan.
Aksi berkesinambungan ini merupakan wujud nyata kepedulian para alumni perguruan tinggi dan instansi pendidikan Bandung terhadap dampak buruk kabut asap Karhutla yang mengancam wilayah Kepulauan Riau, terutama risiko gangguan kesehatan seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) bagi warga yang terpapar langsung.
Ketua Umum IKAB Kepri, H. Lis Darmansyah, SH, secara khusus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan mandiri di tengah penurunan kualitas udara saat ini.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat agar senantiasa disiplin menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah. Perlindungan dini sangat penting untuk meminimalisir risiko gangguan pernapasan akibat paparan partikel asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah kita,” tegas Lis Darmansyah.
Koordinator Lapangan Aksi Sosial IKAB Kepri, Rully Dwi Putra, SH, menyatakan bahwa gerakan pembagian masker di Bintan ini merupakan langkah responsif berkelanjutan yang terus dikawal oleh para alumni, menyambung aksi yang sebelumnya telah dimulai di Tanjungpinang.
“Aksi sosial ini tidak berhenti di sini dan akan terus kami lakukan secara bertahap apabila parameter Indeks Kualitas Udara (IKU) di wilayah kita masih menunjukkan status tidak sehat, atau bahkan mengarah ke level berbahaya. Kami ingin memastikan masyarakat memiliki pelindung dasar saat beraktivitas di luar ruangan,” ujar Rully yang saat ini juga menjabat sebagai Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tanjungpinang.
Senada dengan hal tersebut, pentolan IKAB Kepri, Buana Fauzi Februari, yang turut mengawal jalannya aksi dari Tanjungpinang hingga ke Bintan, menyampaikan seruan khusus kepada para pemangku kebijakan di daerah. Ia mendorong adanya langkah terukur dari pemerintah daerah dalam merespons situasi kabut asap ini.
“Kami secara khusus menyerukan kepada setiap Kepala Daerah di Provinsi Kepulauan Riau agar ikut memantau secara ketat perkembangan kondisi Indek Kualitas Udara (IKU) di wilayah masing-masing.
Pemerintah daerah harus hadir mengambil langkah-langkah konkret dan responsif guna menjaga serta melindungi kesehatan masyarakatnya dari dampak Karhutla ini,” ungkap Buana.
Gerakan di Kabupaten Bintan ini merupakan bagian dari realisasi komitmen IKAB Kepri untuk mendistribusikan total 5.000 lembar masker hasil gotong royong para donatur dan anggota. Melalui aksi yang menyentuh langsung lapisan masyarakat dari Tanjungpinang, Tanjung Uban, hingga Kijang ini, IKAB Kepri berharap kesadaran kolektif dalam menjaga kesehatan dan keselamatan warga di “Bumi Segantang Lada” dapat terus terjaga.
Tentang Ikatan Keluarga Alumni Bandung (IKAB) Kepri
IKAB Kepri adalah wadah silaturahmi dan pergerakan bagi para alumni dari berbagai perguruan tinggi dan instansi pendidikan di Bandung yang kini berdomisili dan berkarya di Provinsi Kepulauan Riau. Organisasi ini berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat Kepri melalui program-program sosial, edukasi, dan lingkungan. (*)







