Menu

Mode Gelap
Masyarakat Adat Rantau Kasai Mengadu ke LAMR, Berharap Keadilan atas Lahan Ulayat PNBP Tembus Rp10,4 Triliun, Imigrasi Era Yuldi Yusman Catat Rekor dan Perketat Pengawasan WNA Dikejar Hingga ke Papua, Polisi Meranti Ringkus Tersangka Pencabulan Milad ke-60 BRK Syariah, Mantan Direksi Tekankan Penguatan SDI dan Teknologi Kapolda Riau Pantau Upaya Pemadaman Karhutla di Dumai, Pastikan Kesiapan Peralatan dan Sinergitas Pemkab Bengkalis Taja Ramah Tamah Bersama Kajati Riau

Riau

Tagih Janji Gubri, Massa Aksi Tolak Relokasi dari TNTN Lempar Botol

badge-check


					Polisi garda terdepan menerima aksi massa tolak relokasi di kantor gubernur Riau. Perbesar

Polisi garda terdepan menerima aksi massa tolak relokasi di kantor gubernur Riau.

RiauKepri.com, PEKANBARU– Matahari masih condong ke Barat, suara deru truk dan kemacetan menghiasi Jalan Sudirman, tepatnya di depan Kantor Gubernur Riau. Ribuan orang dari Pelalawan yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Pelalawan (AMMP) datang kembali menagih janji Gubernur Riau, terkait solusi atas aksi serupa sebelumnya, menolak relokasi dari Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN).

Mereka datang dengan truk-truk terbuka, membawa poster, spanduk. Mereka memenuhi jalanan, memadati kawasan hingga ke depan Perpustakaan Soeman HS. Sementara di hadapan mereka berdiri pagar betis aparat berseragam lengkap, dengan tameng, helm, dan pentungan.

Pekikan massa saling bersahutan membakar semangat, menantang panas “berdengkang” matahari dan ketegangan. Dalam kondisi itu, situasi sempat memanas. Botol air mineral melayang dari kerumunan ke arah aparat. Sorak massa meninggi. Ketegangan memuncak. Namun sebelum segalanya berubah menjadi kerusuhan suara dari pengeras aparat menggelegar, meminta massa menahan diri.

“Koordinator aksi, tolong hentikan. Jangan sampai kami mengambil tindakan tegas,” ujar seorang petugas, menahan garis yang nyaris jebol.

Ketegangan surut. Emosi ditahan, tapi kekecewaan tetap menggelegak. Ini bukan kali pertama mereka datang menagih janji. Sebulan sebelumnya, tanggal 18 Juni, mereka telah berdiri di tempat yang sama. Saat itu Gubernur Riau, Kapolda, dan Bupati Pelalawan turun langsung. Mereka berjanji, meminta waktu satu bulan untuk mencari solusi atas konflik lahan di kawasan TNTN. Satu bulan telah lewat, namun menurut massa, tak ada langkah nyata yang terlihat.

Sebagian perwakilan akhirnya diperbolehkan masuk ke dalam kantor Gubernur. Di Ruang Melati, mereka disambut oleh Bupati Pelalawan, Zukri Misran, dan Kepala Dinas Perkebunan Riau, Syahrial Abdi, mewakili Gubernur Riau Abdul Wahid yang tengah bertugas di Kabupaten Kampar.

Sementara di luar, ribuan lainnya tetap bertahan. Beberapa duduk di aspal, yang lain berdiri dengan tangan mengepal dan mata penuh harap menatap gedung megah di hadapan mereka. (RK5)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Masyarakat Adat Rantau Kasai Mengadu ke LAMR, Berharap Keadilan atas Lahan Ulayat

2 April 2026 - 17:23 WIB

Milad ke-60 BRK Syariah, Mantan Direksi Tekankan Penguatan SDI dan Teknologi

2 April 2026 - 10:43 WIB

Pemprov Riau Apresiasi Kinerja BRK Syariah di Usia ke-60, Tekankan Transformasi Digital dan Penguatan Tata Kelola

1 April 2026 - 17:48 WIB

Pemimpin Divisi di Garda Depan, HUT ke-60 BRK Syariah Berlangsung Khidmat, Penuh Haru dan Kebanggaan

1 April 2026 - 13:11 WIB

Terima SK Baru dari DPP, IPK Riau Semakin Solid di Grand Elite

1 April 2026 - 12:14 WIB

Trending di Pekanbaru